Loading...

Apakah contoh teknologi hijau
Quiz by Mohd Fahmi Haziq Bin Azron
Customize this quiz to suit your class
Instantly translate to 100+ languages
Tag the questions with any skills you have. Your dashboard will track each student's mastery of each skill.
Give this quiz to my class
SOALAN KUY: KENALI BAHASA KITA! 1. Apakah maksud Dialek? A. Bahasa yang digunakan dalam buku teks. B. Variasi bahasa ikut negeri atau daerah (contoh: loghat Utara). C. Bahasa yang dicampur dengan bahasa Inggeris. (Jawapan: B) 2. Apakah itu Percampuran Kod? A. Menggunakan bahasa isyarat untuk berbual. B. Bercakap menggunakan dialek Kelantan sahaja. C. Mencampuradukkan dua atau lebih bahasa (BM + BI) dalam satu ayat. (Jawapan: C) 3. Apakah maksud Slanga? A. Bahasa 'trending' atau bahasa rahsia kumpulan tertentu (contoh: koyak). B. Bahasa rasmi yang digunakan oleh menteri. C. Bahasa yang digunakan dalam surat khabar. (Jawapan: A) 4. Apakah yang dimaksudkan dengan Singkatan Kata? A. Menulis perkataan dengan ejaan yang sangat panjang. B. Membuang huruf vokal atau konsonan supaya cepat menaip (contoh: aq, xnk). C. Mencipta perkataan baharu daripada bahasa Arab. (Jawapan: B) 5. Apakah itu Kesalahan Imbuhan? A. Salah letak tanda titik atau koma dalam ayat. B. Kegagalan mematuhi rumus tatabahasa semasa proses pengimbuhan (contoh: mempastikan). C. Menggunakan perkataan yang terlalu sopan. (Jawapan: B) 6. Kenapa 'Dialek' boleh jadi masalah kepada murid di sekolah? A. Sebab murid jadi malas nak bercakap. B. Sebab murid keliru antara sebutan harian dengan ejaan rasmi dalam buku. C. Sebab dialek susah nak disebut oleh cikgu. (Jawapan: B) 7. Contoh 'Percampuran Kod' yang selalu kita dengar ialah... A. "Saya mahu makan nasi." B. "Jom kita pergi ke kedai itu." C. "I rasa kita patut cancel plan ni." (Jawapan: C) 8. Apakah kesan buruk kalau kita selalu guna 'Singkatan Kata'? A. Kita akan jadi lebih cepat menulis karangan. B. Kita akan hilang kemahiran mengeja perkataan dengan penuh dan betul. C. Tulisan kita akan jadi lebih cantik. (Jawapan: B) 9. Slanga 'Koyak' dalam bahasa remaja bermaksud... A. Kertas yang sudah rabak. B. Perasaan sedih atau sentap. C. Baju yang sudah buruk. (Jawapan: B) 10. Antara berikut, yang manakah Kesalahan Imbuhan yang betul? A. "Mempastikan" (Sepatutnya Memastikan). B. "Membaca" (Sepatutnya Baca). C. "Berlari" (Sepatutnya Lari). (Jawapan: A)
Bagus, mari saya buatkan soal khusus tentang **Mengenali Unsur Pembentuk Prompt untuk Kecerdasan Artifisial Generatif**. Soal ini bisa digunakan untuk latihan, kuis, atau evaluasi belajar. --- # 📘 Latihan Soal: Mengenali Unsur Pembentuk Prompt untuk Kecerdasan Artifisial Generatif ## 1. Pilihan Ganda 1. Unsur **konteks** dalam sebuah prompt berfungsi untuk… a. Menentukan panjang jawaban AI b. Menjelaskan latar belakang atau tujuan permintaan c. Mengatur gaya bahasa AI d. Membatasi jumlah kata dalam jawaban --- 2. Jika seorang pengguna menulis: *“Bertindaklah sebagai seorang guru sejarah, jelaskan Perang Dunia II dengan bahasa sederhana.”* Unsur yang ditonjolkan dalam prompt tersebut adalah… a. Konteks b. Peran (Role/Persona) c. Format d. Batasan --- 3. Manakah contoh **format output** dalam penyusunan prompt? a. “Tuliskan dalam bentuk tabel perbandingan.” b. “Gunakan bahasa yang mudah dipahami anak SMA.” c. “Jelaskan topik ekonomi global tahun 2025.” d. “Bayangkan Anda seorang penulis fiksi ilmiah.” --- 4. Apa manfaat memberikan **contoh (examples/few-shot prompting)** dalam sebuah prompt? a. Membuat AI lebih cepat memproses jawaban b. Memberi pola agar AI meniru gaya/struktur jawaban yang diinginkan c. Membatasi jumlah kata dalam jawaban d. Mengurangi kesalahan tata bahasa AI --- 5. Prompt berikut mengandung unsur apa? *“Tuliskan ringkasan 200 kata, hindari istilah teknis berlebihan.”* a. Peran dan gaya bahasa b. Instruksi dan batasan c. Konteks dan format d. Format dan contoh --- ## 2. Isian Singkat 1. Sebutkan **tiga unsur penting** dalam menyusun prompt yang baik! 2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan **batasan (constraints)** dalam sebuah prompt. 3. Mengapa **konteks** sangat penting untuk menghasilkan jawaban AI yang sesuai? --- ## 3. Soal Praktik 1. Buatlah sebuah prompt untuk AI yang meminta: * Menjelaskan konsep **ekonomi hijau**, * Dalam bentuk **bullet point**, * Dengan gaya bahasa **formal**, * Untuk audiens mahasiswa ekonomi. 2. Susunlah prompt yang mengarahkan AI untuk menulis **puisi pendek tentang bunga mawar** dengan gaya romantis, namun batasi hanya **empat baris**. --- Apakah Anda mau saya buatkan juga **kunci jawaban & pembahasan** untuk soal ini agar lebih lengkap?
1. Apa yang dimaksud dengan prinsip penilaian dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia? A. Penentuan standar minimal kelulusan siswa B. Pendekatan yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa C. Dasar-dasar yang harus dipenuhi dalam melaksanakan penilaian secara adil dan efektif D. Metode yang digunakan guru untuk memberikan tugas kepada siswa Jawaban: C 2. Salah satu prinsip penting dalam penilaian adalah "keseluruhan." Prinsip ini berarti bahwa penilaian harus: A. Dilakukan di akhir periode pembelajaran B. Melibatkan semua aspek yang dipelajari siswa, baik kognitif, afektif, maupun psikomotor C. Hanya mengukur pengetahuan dasar siswa D. Mengutamakan penilaian sikap dan perilaku siswa Jawaban: B 3. Prinsip "objektivitas" dalam penilaian mengacu pada: A. Menggunakan alat penilaian yang tepat dan relevan dengan materi pembelajaran B. Memberikan nilai berdasarkan hasil yang nyata tanpa dipengaruhi faktor lain seperti preferensi pribadi C. Melibatkan seluruh aspek pembelajaran dalam proses penilaian D. Menilai kemampuan siswa secara subyektif sesuai dengan kondisi kelas Jawaban: B 4. Manakah dari berikut ini yang merupakan salah satu prinsip penilaian yang baik dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia? A. Penilaian bersifat subyektif sesuai keinginan guru B. Penilaian dilakukan hanya berdasarkan satu aspek keterampilan siswa C. Penilaian dilakukan secara berkelanjutan untuk memantau perkembangan siswa D. Penilaian hanya dilakukan pada akhir semester Jawaban: C 5. Apa yang dimaksud dengan acuan penilaian dalam konteks pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia? A. Sistem yang digunakan untuk memberikan umpan balik kepada siswa B. Kriteria atau standar yang digunakan untuk menentukan tingkat pencapaian siswa C. Teknik mengajar yang diterapkan selama proses pembelajaran D. Metode evaluasi lisan dalam menilai kemampuan berbicara siswa Jawaban: B 6. Acuan penilaian yang menggunakan kriteria tertentu sebagai patokan disebut: A. Acuan norma B. Acuan kriteria C. Acuan standar D. Acuan individual Jawaban: B 7. Penilaian yang membandingkan hasil belajar siswa dengan hasil belajar siswa lain dalam satu kelompok disebut: A. Penilaian berbasis kriteria B. Penilaian sumatif C. Penilaian berbasis norma D. Penilaian formatif Jawaban: C 8. Acuan kriteria dalam penilaian berarti bahwa penilaian: A. Menggunakan hasil belajar siswa lain sebagai standar B. Membandingkan pencapaian siswa dengan standar atau tujuan pembelajaran yang telah ditentukan C. Hanya menilai aspek kognitif siswa D. Dilakukan secara acak tanpa kriteria tertentu Jawaban: B 9. Prinsip "validitas" dalam penilaian berarti bahwa: A. Instrumen penilaian mengukur apa yang seharusnya diukur B. Penilaian dilakukan berdasarkan standar yang berubah-ubah C. Penilaian dilakukan hanya sekali dalam satu periode belajar D. Hasil penilaian dapat direplikasi oleh guru lain Jawaban: A 10. Salah satu contoh penerapan acuan kriteria dalam penilaian Bahasa dan Sastra Indonesia adalah: A. Membandingkan nilai siswa dengan nilai rata-rata kelas B. Menggunakan rubrik penilaian untuk menilai esai siswa berdasarkan standar tertentu C. Memberikan nilai berdasarkan partisipasi siswa selama pembelajaran D. Memberikan nilai akhir berdasarkan intuisi guru Jawaban: B Semoga soal-soal ini sesuai dengan kebutuhan Anda! Apakah ada pe
MATERI PERKULIAHAN Sub-CPMK 1.7 Mampu menghitung performa produksi (IP, FCR) dan melakukan Analisis Usaha Broiler per satu siklus produksi 1. IDENTITAS MATERI Mata Kuliah : Produksi Ternak Potong Unggas Komersil Pokok Bahasan : Evaluasi Performa Produksi dan Analisis Usaha Broiler Sub-CPMK : 1.7 Capaian Pembelajaran : Mahasiswa mampu: Menjelaskan parameter performa produksi broiler. Menghitung Feed Conversion Ratio (FCR). Menghitung Indeks Performa (IP). Menganalisis hasil performa produksi dalam satu siklus pemeliharaan. Menyusun analisis usaha broiler per satu siklus produksi. Menarik kesimpulan kelayakan usaha berdasarkan hasil teknis dan ekonomis. ________________________________________ 2. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu: Memahami konsep dasar evaluasi performa broiler. Mengidentifikasi data teknis yang dibutuhkan dalam perhitungan performa. Menghitung mortalitas, deplesi, bobot badan rata-rata, FCR, dan IP. Menghitung biaya produksi, penerimaan, keuntungan, dan efisiensi usaha broiler. Menganalisis hubungan antara performa teknis dengan hasil ekonomi usaha. ________________________________________ 3. DESKRIPSI MATERI Dalam usaha broiler modern, keberhasilan produksi tidak hanya diukur dari bobot panen, tetapi juga dari efisiensi penggunaan pakan, tingkat kematian, umur panen, serta keuntungan yang diperoleh per siklus. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan untuk menghitung parameter teknis produksi seperti FCR dan IP, serta mengaitkannya dengan analisis usaha agar dapat diketahui apakah usaha berjalan efisien dan menguntungkan. ________________________________________ 4. POKOK-POKOK MATERI A. Konsep Dasar Evaluasi Performa Produksi Broiler 1. Pengertian Performa Produksi Performa produksi broiler adalah gambaran tingkat keberhasilan pemeliharaan ayam broiler selama satu periode/siklus pemeliharaan yang dinilai dari indikator teknis tertentu. 2. Parameter Utama Performa Produksi Parameter yang umum digunakan meliputi: Populasi awal DOC Jumlah ayam hidup saat panen Mortalitas (%) Deplesi (%) Umur panen (hari) Bobot badan rata-rata panen (kg/ekor) Total konsumsi pakan (kg) Feed Conversion Ratio (FCR) Indeks Performa (IP) ________________________________________ B. Parameter Teknis dan Rumus Perhitungan ________________________________________ 1. Mortalitas (%) Pengertian: Persentase ayam yang mati selama masa pemeliharaan. Rumus: "Mortalitas (%)"="Jumlah ayam mati" /"Populasi awal" ×100 Contoh: Populasi awal = 5.000 ekor Ayam mati = 150 ekor "Mortalitas"=150/5000×100=3% ________________________________________ 2. Deplesi (%) Pengertian: Persentase pengurangan populasi akibat kematian dan afkir/culling. Rumus: "Deplesi (%)"="Ayam mati + ayam afkir" /"Populasi awal" ×100 Jika tidak ada afkir, maka deplesi = mortalitas. ________________________________________ 3. Persentase Ayam Hidup / Livability (%) Rumus: "Livability (%)"="Jumlah ayam panen" /"Populasi awal" ×100 atau "Livability (%)"=100-"Deplesi (%)" ________________________________________ 4. Bobot Badan Rata-Rata Panen Rumus: "Bobot rata-rata (kg/ekor)"="Total bobot panen (kg)" /"Jumlah ayam panen (ekor)" ________________________________________ 5. Feed Conversion Ratio (FCR) Pengertian: FCR adalah rasio jumlah pakan yang dikonsumsi terhadap pertambahan bobot hidup atau bobot hidup yang dihasilkan. Rumus praktis broiler: "FCR"="Total konsumsi pakan (kg)" /"Total bobot hidup panen (kg)" Interpretasi: Semakin rendah nilai FCR, semakin efisien penggunaan pakan. Contoh: Total pakan = 16.000 kg Total bobot panen = 9.600 kg "FCR"=16.000/9.600=1,67 Interpretasi: Untuk menghasilkan 1 kg bobot hidup, dibutuhkan 1,67 kg pakan. ________________________________________ 6. Indeks Performa (IP) Pengertian: IP adalah indikator gabungan untuk menilai performa pemeliharaan broiler berdasarkan: daya hidup, bobot badan, umur panen, efisiensi pakan. Rumus umum IP: "IP"=("Livability (%)" ×"Bobot rata-rata (kg)" )/("Umur panen (hari)" ×"FCR" )×100 Contoh: Livability = 97% Bobot rata-rata = 2,0 kg Umur panen = 35 hari FCR = 1,67 "IP"=(97×2,0)/(35×1,67)×100 "IP"=194/58,45×100=331,9 Jadi, IP = 331,9 ________________________________________ C. Interpretasi Nilai FCR dan IP 1. Interpretasi FCR < 1,50 = sangat efisien 1,50 – 1,65 = efisien/baik 1,66 – 1,80 = cukup > 1,80 = kurang efisien Catatan: Nilai ini dapat berbeda tergantung strain, umur panen, sistem kandang, musim, dan standar perusahaan. ________________________________________ 2. Interpretasi IP (umum) > 400 = sangat baik / ممتاز 351 – 400 = baik 301 – 350 = cukup baik 251 – 300 = sedang < 250 = kurang Dalam praktik kemitraan, IP sering menjadi dasar evaluasi bonus performa. ________________________________________ 5. HUBUNGAN PARAMETER TEKNIS DENGAN KINERJA USAHA Performa teknis sangat menentukan keuntungan usaha broiler: FCR naik → biaya pakan meningkat → laba turun Mortalitas naik → ayam panen berkurang → penerimaan turun Bobot panen rendah → total kg jual turun → omzet turun Umur panen terlalu lama → biaya operasional naik → efisiensi turun IP tinggi → menunjukkan usaha lebih efisien dan berpotensi lebih menguntungkan ________________________________________ 6. ANALISIS USAHA BROILER PER SATU SIKLUS PRODUKSI A. Pengertian Analisis Usaha Analisis usaha broiler adalah perhitungan ekonomi untuk mengetahui: total biaya produksi, total penerimaan, pendapatan/keuntungan, efisiensi usaha, kelayakan usaha per satu siklus pemeliharaan. ________________________________________ B. Komponen Biaya Produksi 1. Biaya Tetap (Fixed Cost) Biaya yang relatif tidak berubah dalam satu siklus, misalnya: Penyusutan kandang Penyusutan peralatan Pajak/sewa lahan (jika dihitung) Bunga modal tetap (opsional) 2. Biaya Variabel (Variable Cost) Biaya yang berubah sesuai jumlah populasi, misalnya: DOC Pakan Obat, vitamin, vaksin (OVK) Sekam/litter Gas/LPG/bahan bakar brooder Listrik dan air Tenaga kerja Desinfektan dan sanitasi Biaya panen/angkut Biaya lain-lain operasional Catatan penting: Pada usaha broiler, pakan biasanya menyumbang 60–70% dari total biaya produksi. ________________________________________ 7. RUMUS ANALISIS USAHA 1. Total Biaya Produksi (TC) "TC"="Biaya Tetap"+"Biaya Variabel" ________________________________________ 2. Total Penerimaan (TR) Jika dijual berdasarkan bobot hidup: "TR"="Total bobot panen (kg)"×"Harga jual per kg" Jika ada penerimaan tambahan: "TR total"="Penjualan ayam"+"Penjualan kotoran"+"Penjualan karung pakan/bekas" ________________________________________ 3. Keuntungan / Pendapatan (π) π="TR"-"TC" ________________________________________ 4. R/C Ratio R/C="TR" /"TC" Kriteria: R/C > 1 → usaha menguntungkan R/C = 1 → impas R/C < 1 → usaha merugi ________________________________________ 5. B/C Ratio (opsional) B/C=("TR" -"TC" )/"TC" ________________________________________ 6. Harga Pokok Produksi (HPP) "HPP per kg"="Total biaya produksi" /"Total bobot panen (kg)" Interpretasi: Jika harga jual > HPP → usaha berpotensi untung. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FCR, IP, DAN KEUNTUNGAN A. Faktor Teknis Kualitas DOC Mutu pakan Program brooding Kepadatan kandang Ventilasi dan suhu kandang Kualitas air minum Program vaksinasi dan biosekuriti Manajemen litter Ketepatan waktu panen B. Faktor Ekonomi Harga DOC Harga pakan Harga jual ayam hidup Biaya tenaga kerja Biaya energi (gas/listrik) Sistem usaha (mandiri vs kemitraan) STRATEGI MENINGKATKAN PERFORMA DAN KEUNTUNGAN Gunakan DOC berkualitas dan seragam Laksanakan brooding secara optimal (0–14 hari sangat krusial) Pastikan feed intake dan water intake normal Terapkan biosekuriti ketat Kurangi feed wastage Pantau bobot badan mingguan Lakukan culling selektif Tentukan umur panen berdasarkan kombinasi FCR, bobot, dan harga pasar Evaluasi performa tiap siklus dengan pencatatan lengkap Gunakan data historis untuk perbaikan keputusan produksi RANGKUMAN MATERI FCR menunjukkan efisiensi penggunaan pakan. Semakin kecil FCR, semakin baik. IP adalah indikator gabungan performa broiler yang mempertimbangkan: daya hidup, bobot panen, umur panen, efisiensi pakan. Analisis usaha broiler harus mengintegrasikan: aspek teknis (FCR, IP, mortalitas, bobot panen) aspek ekonomi (biaya, penerimaan, laba, R/C, HPP) Usaha broiler dinilai baik apabila: FCR efisien, mortalitas rendah, IP tinggi, HPP lebih rendah dari harga jual, R/C ratio > 1. PENUTUP Kemampuan menghitung FCR, IP, dan melakukan analisis usaha broiler per satu siklus produksi merupakan kompetensi penting dalam manajemen produksi broiler modern. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga harus mampu membaca data produksi, melakukan perhitungan secara akurat, dan mengambil keputusan manajerial berbasis hasil analisis teknis-ekonomis. REFERENSI SINGKAT (untuk bahan ajar/RPS) North, M.O., & Bell, D.D. Commercial Chicken Production Manual. Leeson, S., & Summers, J.D. Commercial Poultry Nutrition. Bell, D.D., & Weaver, W.D. Commercial Chicken Meat and Egg Production. Saputra, dkk. Literatur manajemen broiler modern dan analisis usaha ternak unggas. Standar teknis perusahaan integrator/kemitraan broiler (CP, Japfa, Malindo, dll.) untuk benchmarking FCR dan IP.
Apakah aku?
Apakah maksud perkahwinan
APAKAH 4 CIRI - CIRI NAB MUHAMMAD
Apakah akhlak terpuji itu?