Loading...

Berpikir kritis dan dampak sosial informatika
Quiz by Haris
Customize this quiz to suit your class
Instantly translate to 100+ languages
Tag the questions with any skills you have. Your dashboard will track each student's mastery of each skill.
Give this quiz to my class
Membiasakan Berpikir Kritis dan Semangat Mencintai Iptek
1. Menurut Oktarini & Evri (2020), literasi berhubungan erat dengan kemampuan? a. Menggambar dan menulis b. Menghitung dan berbicara c. Membaca, menulis, berbicara, dan mengolah informasi d. Mendengarkan dan mengarang 2. Menurut Dhina (2020), literasi tidak hanya membaca dan menulis, tetapi juga mencakup? a. Keterampilan berbicara di depan umum b. Keterampilan berpikir kritis memanfaatkan sumber pengetahuan cetak, visual, maupun digital c. Keterampilan berhitung cepat d. Kemampuan menghafal teks 3. Literasi di sekolah dasar tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 4. Jika seorang guru ingin mengembangkan kemampuan Critical Thinking siswa melalui kegiatan literasi, strategi mana yang paling tepat dilakukan? a. Membiasakan siswa membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai. b. Mengajak siswa menyalin kembali isi bacaan ke dalam catatan harian. c. Memberi tugas siswa untuk membandingkan dua teks berbeda dan menarik kesimpulan. d. Mengadakan lomba membaca cepat antar siswa untuk meningkatkan motivasi. 4. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) terdiri atas tahap pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran berbasis literasi. Seorang guru meminta siswa menanggapi isi bacaan dengan menghubungkannya ke pengalaman pribadi. Kegiatan tersebut termasuk pada tahap … a. Pembiasaan b. Prabaca c. Pengembangan d. Pembelajaran berbasis literasi (Jawaban: C) 5. Menurut Clay (2001) dan Ferguson, komponen literasi informasi terdiri dari berikut, kecuali? a. Literasi dini b. Literasi visua c. Literasi finansial d. Literasi teknologi (Jawaban: C) 6. Literasi dini merupakan kemampuan untuk? a. Menyimak, memahami bahasa lisan, dan berkomunikasi melalui gambar dan lisan b. Menggunakan katalog dan indeks perpustakaan c. Membaca dalam hati selama 15 menit d. Mengetahui etika dalam memanfaatkan teknologi 7. Literasi digital menjadi semakin penting di era banjir informasi. Jika seorang siswa menemukan informasi yang meragukan di internet, langkah literasi digital yang paling sesuai untuk melatih kemampuan berpikir kritis adalah … a. Menyebarkan informasi tersebut di media sosial untuk meminta pendapat teman. b. Membandingkan informasi tersebut dengan sumber terpercaya sebelum menyimpulkan. c. Mengabaikan informasi karena dianggap tidak relevan dengan pelajaran. d. Menyimpannya untuk dijadikan bahan presentasi tanpa verifikasi. 8. Literasi visual mengintegrasikan teknologi dan media. Jika guru meminta siswa menafsirkan pesan dari poster literasi yang ada di kelas, maka keterampilan yang diasah adalah … a. Menulis kreatifb. Memahami makna non-verbal c. Membuat sistem katalog perpustakaan d. Menganalisis data kuantitatif (Jawaban: B) 9. Peran literasi dalam keterampilan abad ke-21 meliputi 4C. Jika siswa mampu mengajukan ide baru setelah membaca beberapa referensi, maka keterampilan yang muncul adalah … a. Critical Thinking b. Collaboration c. Creativity d. Communication (Jawaban: C) 10. Gerakan Literasi Sekolah menekankan kerja sama berbagai pihak. Jika dukungan orang tua minim dalam kegiatan literasi, maka strategi paling tepat untuk mengatasinya adalah … a. Menghapus kewajiban literasi di rumah. b. Mengurangi jumlah bacaan yang diberikan pada siswa. c. Melibatkan orang tua dalam pelatihan literasi sederhana. d. Membatasi kegiatan literasi hanya di sekolah.
Berikut adalah **10 soal teks eksposisi** untuk **Fase D (Kelas 11)**, terdiri dari pilihan ganda dan uraian. Soal mencakup aspek pemahaman, analisis, dan produksi teks. --- ### ✅ **Soal Pilihan Ganda (Nomor 1–6)** **Teks berikut untuk soal nomor 1–3:** > **Judul: Pentingnya Menanam Pohon di Lingkungan Sekolah** > > Menanam pohon di lingkungan sekolah bukan sekadar aktivitas penghijauan, tetapi juga bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. Pohon dapat menyerap karbondioksida dan menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Selain itu, pohon juga bisa menurunkan suhu udara dan menciptakan suasana sejuk di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, kegiatan penanaman pohon sebaiknya dilakukan secara rutin dan terencana. **1. Apa tujuan penulis dalam teks eksposisi tersebut?** A. Menyindir siswa yang tidak peduli lingkungan B. Menjelaskan manfaat pohon bagi kesehatan C. Mendorong pembaca untuk menanam pohon D. Mengulas jenis-jenis pohon yang bisa ditanam **2. Pernyataan yang merupakan opini dalam teks di atas adalah...** A. Menanam pohon di sekolah bukan sekadar aktivitas penghijauan B. Pohon dapat menyerap karbondioksida C. Pohon menghasilkan oksigen yang dibutuhkan manusia D. Pohon dapat menurunkan suhu udara **3. Struktur teks eksposisi pada kutipan tersebut adalah...** A. Orientasi – Komplikasi – Resolusi B. Pernyataan umum – Deretan argumen – Penegasan ulang C. Deskripsi umum – Deskripsi bagian – Simpulan D. Pernyataan masalah – Argumentasi – Evaluasi --- **Teks berikut digunakan untuk soal nomor 4–6:** > **Judul: Manfaat Membaca Buku bagi Remaja** > > Di tengah gempuran teknologi dan media sosial, kebiasaan membaca buku sering kali terpinggirkan. Padahal, membaca buku memberikan manfaat besar bagi perkembangan pengetahuan dan karakter remaja. Buku memperluas wawasan, meningkatkan kosakata, serta mengasah kemampuan berpikir kritis. Oleh karena itu, remaja perlu membiasakan diri untuk menyisihkan waktu membaca buku setiap hari. **4. Masalah yang diangkat dalam teks eksposisi tersebut adalah...** A. Kegiatan membaca membuat remaja tidak aktif B. Teknologi mempercepat penyebaran informasi C. Remaja lebih suka media sosial daripada membaca buku D. Buku terlalu mahal untuk dibeli **5. Argumen yang disampaikan oleh penulis adalah...** A. Buku lebih menarik dibandingkan gadget B. Membaca buku dapat memperluas wawasan dan kosakata C. Membaca buku sebaiknya dilakukan hanya di sekolah D. Semua buku memiliki manfaat yang sama **6. Kalimat yang mengandung ajakan dalam teks tersebut adalah...** A. Buku memperluas wawasan dan meningkatkan kosakata B. Padahal membaca buku memberikan manfaat besar C. Oleh karena itu, remaja perlu membiasakan diri membaca D. Di tengah gempuran teknologi, membaca makin dilupakan --- ### ✍️ **Soal Uraian (Nomor 7–10)** **7. Jelaskan struktur teks eksposisi dan beri masing-masing satu contoh kalimatnya!** **8. Buatlah paragraf pembuka teks eksposisi dengan tema: “Pentingnya Sarapan Sebelum Beraktivitas”!** **9. Tulislah satu paragraf argumen untuk memperkuat topik: “Penggunaan Gawai Secara Bijak”!** **10. Berikan satu contoh penegasan ulang (kesimpulan) dalam teks eksposisi bertema “Olahraga Rutin Meningkatkan Kesehatan”!** --- Kalau kamu mau versi *editable* dalam Word atau PDF, atau ingin ditambah kisi-kisi dan kunci jawaban, tinggal bilang aja!
Buatlah soal kuis dari materi ini: MATERI LDKO SMP Tema: Disiplin dan Karakter SMPN 1 Pameungpeuk ________________________________________ A. Pendahuluan LDKO (Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi) adalah wadah penting untuk membentuk calon pemimpin muda, khususnya pengurus OSIS, agar memiliki sikap disiplin, karakter yang kuat, dan jiwa kepemimpinan. Pemimpin yang baik bukan hanya pintar berbicara, tetapi juga mampu memberi teladan melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Pantun pembuka: Pergi ke taman memetik melati, Melati putih harum baunya. Disiplin diri sejak dini, Agar sukses di masa depan nantinya. ________________________________________ B. Pengertian Disiplin 1. Definisi Disiplin Disiplin adalah sikap patuh dan taat terhadap aturan, waktu, dan tanggung jawab, yang dilakukan dengan kesadaran diri, bukan karena paksaan. Disiplin mencakup: - Disiplin waktu (datang tepat waktu) - Disiplin aturan (menaati tata tertib) - Disiplin tanggung jawab (menyelesaikan tugas dengan baik) 2. Pentingnya Disiplin bagi Pelajar • Membentuk kebiasaan positif • Melatih tanggung jawab dan kejujuran • Menjadi dasar kesuksesan akademik dan organisasi Pantun: Jam berdentang tanda waktu, Belajar giat jangan ditunda. Disiplin itu kunci utama, Untuk meraih cita-cita. ________________________________________ C. Pengertian Karakter 1. Definisi Karakter Karakter adalah nilai-nilai moral dan sikap positif yang tertanam dalam diri seseorang dan tercermin dalam perilaku sehari-hari. Karakter bukan bawaan lahir semata, tetapi dibentuk melalui pendidikan, pembiasaan, dan keteladanan. 2. Nilai-Nilai Karakter Utama (8 Dimensi Profil Lulusan) Penguatan karakter peserta didik saat ini mengacu pada 8 Dimensi Profil Lulusan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Delapan dimensi ini menjadi arah pembentukan karakter siswa, termasuk dalam kegiatan LDKO dan organisasi OSIS, yaitu: 1. Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan YME Tercermin dalam sikap jujur, berakhlak mulia, disiplin beribadah, serta menjunjung nilai moral dalam setiap kegiatan organisasi. 2. Kewargaan Ditunjukkan melalui kepatuhan terhadap aturan sekolah, semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan kesediaan menjalankan hak serta kewajiban sebagai warga sekolah. 3. Penalaran Kritis Kemampuan berpikir logis, menganalisis masalah organisasi, serta mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab. 4. Kreativitas Mampu menciptakan ide-ide baru, inovatif dalam program kerja OSIS, serta berani mencari solusi atas tantangan yang dihadapi. 5. Kolaborasi Kesanggupan bekerja sama, gotong royong, menghargai perbedaan pendapat, dan membangun kekompakan antaranggota. 6. Kemandirian Sikap tidak bergantung pada orang lain, percaya diri, disiplin diri, serta mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawab organisasi. 7. Kesehatan Menjaga kesehatan fisik dan mental, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta mampu mengelola stres dalam kegiatan organisasi. 8. Komunikasi Mampu menyampaikan pendapat dengan sopan, mendengarkan orang lain, serta berkomunikasi secara efektif dalam rapat dan kegiatan OSIS. Pantun: Pergi berlayar menuju seberang, Angin sepoi menemani bahtera. Karakter kuat delapan dimensi terkarang, Pemimpin muda siap berkarya nyata. ________________________________________ D. Keterkaitan Disiplin dan Karakter Disiplin dan karakter tidak dapat dipisahkan: - Disiplin tanpa karakter → kaku dan terpaksa - Karakter tanpa disiplin → niat baik tanpa konsistensi Pemimpin OSIS yang ideal adalah yang berkarakter kuat dan disiplin tinggi. ________________________________________ E. Penerapan Disiplin dan Karakter dalam Berorganisasi 1. Contoh Disiplin dalam Organisasi • Hadir rapat tepat waktu • Memakai seragam sesuai ketentuan • Menyelesaikan tugas sesuai deadline • Mengikuti keputusan bersama 2. Contoh Karakter dalam Organisasi • Jujur dalam laporan kegiatan dan keuangan • Tanggung jawab terhadap jabatan • Saling menghargai pendapat • Mampu bekerja sama (gotong royong) Pantun: Rapat dimulai tepat waktu, Semua hadir tanpa paksaan. Organisasi akan maju, Jika disiplin jadi kebiasaan. ________________________________________ F. Penerapan Disiplin dan Karakter dalam OSIS Sebagai organisasi siswa di sekolah, OSIS harus menjadi teladan. 1. Disiplin Pengurus OSIS • Menjadi contoh dalam menaati tata tertib sekolah • Aktif mengikuti kegiatan sekolah • Konsisten menjalankan program kerja 2. Karakter Pengurus OSIS • Kepemimpinan yang adil dan bijaksana • Berani bertanggung jawab • Peduli terhadap sesama siswa • Menjunjung tinggi nama baik sekolah Pantun: Bersama teman menanam padi, Padi tumbuh subur di sawah. OSIS disiplin, OSIS berkarakter, Sekolah maju penuh berkah. ________________________________________ G. Dasar Hukum Pelaksanaan penguatan karakter, disiplin, dan pembinaan kepemimpinan peserta didik dalam kegiatan LDKO dan OSIS berlandaskan regulasi berikut: 1. Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, yang menegaskan pembentukan karakter dan kompetensi lulusan melalui pembelajaran dan kegiatan kokurikuler serta ekstrakurikuler. 2. Kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Profil Lulusan (2024–sekarang), yang menetapkan 8 Dimensi Profil Lulusan sebagai acuan utama pembinaan peserta didik. 3. Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, yang menegaskan bahwa OSIS dan LDKO merupakan sarana pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kepribadian peserta didik. 4. Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan, yang mengatur tujuan pembinaan siswa agar beriman, bertakwa, berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab. ________________________________________ H. Penutup Disiplin dan karakter adalah fondasi utama kepemimpinan. Melalui LDKO ini, diharapkan peserta mampu menjadi pengurus OSIS yang: - Disiplin dalam sikap dan tindakan - Berkarakter Pancasila - Siap menjadi teladan bagi seluruh siswa Pantun penutup: Mentari pagi bersinar cerah, Menyinari bumi penuh harapan. Mari disiplin dan berkarakter indah, Demi masa depan gemilang. ________________________________________ “Pemimpin sejati bukan yang paling hebat memerintah, tetapi yang paling konsisten memberi contoh.”
Buatkan pertanyaan dari materi ini: MATERI PELAJARAN PERTEMUAN KELIMA 1. Pengertian resensi Kata resensi berasal dari bahasa Latin recensere atau recensio yang berarti meninjau kembali atau melihat kembali. Dalam konteks karya sastra, resensi adalah kegiatan memberikan tanggapan, penilaian, serta ulasan terhadap suatu karya, baik karya fiksi maupun nonfiksi. Jadi, resensi cerpen adalah kegiatan menilai, mengulas, dan memberikan pendapat terhadap sebuah cerpen dengan tujuan untuk mengetahui kelebihan, kekurangan, dan nilai yang terkandung di dalamnya. Melalui resensi, seseorang tidak hanya menceritakan ulang isi cerpen, tetapi juga menyampaikan pandangan kritis terhadap isi, gaya bahasa, alur, tokoh, dan pesan yang ingin disampaikan pengarang.\ 2. Tujuan Resensi Resensi memiliki beberapa tujuan penting, baik bagi pembaca, penulis, maupun dunia sastra. Berikut tujuan resensi cerpen secara umum: a. Memberikan penilaian dan ulasan tentang isi, struktur, dan kualitas suatu cerpen, terutama dalam hal tema, alur, tokoh, dan pesan moral. b. Memberikan informasi tentang keunggulan dan kelemahan sebuah cerpen serta memberikan rekomendasi apakah cerpen tersebut menarik untuk dibaca. c. Membantu pembaca memahami isi cerpen tanpa harus membacanya secara lengkap, dengan memberikan pandangan yang objektif mengenai isi dan kualitas karya tersebut. d. Membantu penulis cerpen memperoleh masukan atau saran agar dapat memperbaiki karya mereka di masa mendatang. e. Memberikan pemahaman yang menyeluruh (komprehensif) tentang hal-hal yang tampak maupun tersirat dalam cerpen, seperti nilai-nilai kehidupan dan pesan sosial. f. Mengajak pembaca berpikir dan merenung, serta mendiskusikan lebih dalam fenomena atau problematika yang diangkat dalam cerpen. g. Memberikan pertimbangan kepada pembaca mengenai isi, pesan, dan kualitas cerpen sebelum mereka memutuskan untuk membaca atau menilainya sendiri. 3. Fungsi Resensi Cerpen Resensi tidak hanya berfungsi bagi pembaca, tetapi juga memiliki manfaat luas bagi penulis, penerbit, dan media massa. a. Bagi Penulis Cerpen • Resensi menjadi umpan balik (feedback) dan sarana evaluasi terhadap karya yang ditulis. • Penulis dapat mengetahui pendapat dan tanggapan pembaca terhadap cerpen yang dibuatnya. • Resensi membantu penulis meningkatkan kualitas karya pada penulisan berikutnya. b. Bagi Penerbit • Resensi berfungsi sebagai alat promosi untuk memperkenalkan karya sastra yang diterbitkan kepada masyarakat. • Penerbit dapat melihat tanggapan atau sambutan pembaca terhadap cerpen yang dipublikasikan. • Melalui resensi, penerbit dapat memperoleh masukan untuk meningkatkan kualitas penerbitan karya berikutnya. c. Bagi Pembaca atau Penerbit Media Massa • Resensi menjadi sumber informasi bagi pembaca untuk menilai apakah cerpen tersebut menarik, layak dibaca, atau sesuai dengan minat mereka. • Media massa menggunakan resensi sebagai ruang literasi publik, tempat pembaca dapat mengenal lebih banyak karya sastra dan memperluas wawasan mereka. • Resensi juga berfungsi untuk menguji atau mengembangkan topik-topik sosial dan kemanusiaan yang sering diangkat dalam cerpen.
BAB I MEMBIASAKAN BERFIKIR KRITIS DAN SEMANGAT MENCINTAI IPTEK
BAB I Berfikir Kritis dan Semangat Mencintai IPTEK
KESEDARAN METAKOGNITIF, KEMAHIRAN BERFIKIR KRITIS DAN KREATIF DALAM PENGAJARAN BAHASA MELAYU