Loading...
Give this quiz to my class
Evaluasi Menghadapi Perubahan di Era Industri 4.0 melalui Literasi ICT
Evaluasi Ketimpangan Sosial Sebagai Dampak Perubahan Sosial di Tengah Globalisasi
1. Bacalah teks berikut! Taman sekolah dipenuhi bunga warna-warni yang bermekaran. Udara di sekitarnya terasa sejuk karena pepohonan rindang. Banyak kupu-kupu beterbangan di antara bunga. Taman sekolah dibangun pada tahun 2019. Kalimat yang sebaiknya dihapus agar deskripsi lebih fokus adalah ... A. Kalimat 1 B. Kalimat 2 C. Kalimat 3 β
D. Kalimat 4 2. Perhatikan tujuan teks deskripsi, yaitu membantu pembaca membayangkan suatu objek atau suasana. Di antara pilihan berikut, kalimat manakah yang paling efektif mencapai tujuan tersebut? A. Pasar tradisional pada malam hari sangat sepi, hanya terdengar suara angin berhembus. β
B. Pasar tradisional pada malam hari sangat ramai, penuh dengan suara tawar-menawar dan aroma makanan yang menggugah selera. C. Pasar tradisional pada malam hari sangat kotor, sampah berserakan di mana-mana. D. Pasar tradisional pada malam hari sangat gelap, tidak ada satu pun lampu yang menyala. 3. Bacalah paragraf berikut! Pantai itu memiliki pasir putih yang lembut dan air laut yang jernih. Deburan ombak terdengar menenangkan di sepanjang pesisir. .... Pengunjung dapat menikmati keindahan pantai sambil merasakan semilir angin laut. Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah .... A. Pantai tersebut dibuka untuk umum pada tahun 2015. B. Banyak pedagang berjualan di sekitar pantai. β
C. Deretan pohon kelapa yang berjajar menambah keindahan pemandangan pantai. D. Pantai itu menjadi tujuan wisata masyarakat setempat. 4. Taman sekolah tampak asri dan bersih. Berbagai bunga berwarna-warni tumbuh di sepanjang jalan setapak. Pohon-pohon rindang membuat udara terasa sejuk. Di beberapa sudut taman terdapat bangku yang digunakan siswa untuk membaca dan beristirahat. Berdasarkan isi kutipan tersebut, bagian struktur teks deskripsi yang paling tepat adalah .... A. Identifikasi, karena memperkenalkan objek secara umum. B. Simpulan, karena berisi penegasan akhir. β
C. Deskripsi bagian, karena menjelaskan ciri-ciri objek secara rinci. D. Koda, karena berisi pesan penulis. 5. Bacalah paragraf-paragraf berikut! A. Pada hari Minggu, Rina dan keluarganya pergi ke pantai. Mereka bermain pasir dan menikmati suasana pantai hingga sore hari. B. Untuk membuat es teh, siapkan gelas, teh, gula, dan air panas. Setelah itu, seduh teh dan tambahkan gula secukupnya. C. Taman sekolah tampak asri dan bersih. Berbagai bunga berwarna-warni bermekaran di setiap sudut taman. Pohon-pohon rindang membuat udara terasa sejuk dan nyaman bagi para siswa. D. Sampah merupakan sisa kegiatan manusia yang dapat mencemari lingkungan. Oleh karena itu, masyarakat perlu menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. Paragraf yang termasuk teks deskripsi adalah .... A. Paragraf A B. Paragraf B β
C. Paragraf C D. Paragraf D 6. Perhatikan paragraf berikut! Rumah Gadang merupakan rumah adat masyarakat Minangkabau yang memiliki bentuk atap menyerupai tanduk kerbau. Untuk mencapai bangunan utama, pengunjung harus melewati halaman yang luas dan bersih. Di sepanjang jalan menuju rumah adat tersebut, tampak taman yang tertata rapi serta pepohonan yang rindang. Suasana sejuk dan nyaman membuat pengunjung betah berada di kawasan itu. Isi paragraf deskripsi di atas adalah .... A. Gambaran bentuk atap Rumah Gadang β
B. Gambaran perjalanan dan suasana menuju Rumah Gadang C. Gambaran sejarah Rumah Gadang D. Gambaran kegiatan masyarakat Minangkabau Kunci Jawaban: B 7. Perhatikan dua kutipan berikut! Teks A "Rumah adat itu memiliki panjang 20 meter dan lebar 10 meter." Teks B "Rumah adat itu tampak megah dengan ukiran berwarna emas dan atap yang menjulang tinggi." Jika tujuan penulis adalah membuat pembaca seolah-olah melihat objek secara langsung, teks yang lebih efektif adalah .... A. Teks A, karena berisi data yang akurat. β
B. Teks B, karena menggunakan rincian yang membangun imajinasi pembaca. C. Keduanya sama efektif. D. Keduanya tidak sesuai. 8. Perhatikan susunan paragraf berikut! (1) Dinding museum dihiasi berbagai foto bersejarah dan koleksi benda peninggalan masa lampau. (2) Museum Nasional merupakan salah satu museum terbesar di Indonesia. (3) Ruangan museum tampak bersih, luas, dan tertata rapi. Agar menjadi teks deskripsi yang runtut, urutan yang tepat adalah .... A. (1)-(2)-(3) β
B. (2)-(1)-(3) C. (3)-(1)-(2) D. (1)-(3)-(2) 9. "Pembaca diharapkan dapat memahami letak berbagai fasilitas di lingkungan sekolah tanpa harus melihat denah." Jenis deskripsi yang paling tepat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah .... A. Subjektif, karena dapat menunjukkan kesan penulis terhadap sekolah. B. Objektif, karena menyajikan data tentang sekolah. β
C. Spasial, karena menekankan posisi dan hubungan antarlokasi dalam ruang. D. Imajinatif, karena membuat pembaca berimajinasi. 10. Seorang siswa menulis deskripsi berikut. "Perpustakaan sekolah itu bagus. Banyak buku ada di sana." Guru menilai teks tersebut belum mampu menghadirkan gambaran yang kuat kepada pembaca. Perbaikan yang paling tepat adalah .... A. Menambahkan jumlah buku yang tersedia. B. Menambahkan tahun berdirinya perpustakaan. β
C. Menggunakan kata sifat dan rincian pancaindra yang memperjelas kondisi perpustakaan. D. Menambahkan nama petugas perpustakaan. Bacalah teks berikut untuk soal nomor 11 - 15! βPerpustakaan sekolah memiliki ruangan yang luas dan bersih. Rak-rak buku tersusun rapi di setiap sudut ruangan. Cahaya matahari masuk melalui jendela besar sehingga ruangan tampak terang. Suasana yang tenang membuat siswa nyaman membaca." 11. Seorang siswa berpendapat bahwa teks tersebut akan tetap mencapai tujuan deskripsi meskipun kalimat tentang pencahayaan dihilangkan. Pendapat tersebut .... A. Benar, karena pencahayaan tidak berhubungan dengan kenyamanan membaca. B. Benar, karena informasi tentang rak buku sudah cukup menggambarkan perpustakaan. C. Kurang tepat, karena pencahayaan membantu menunjukkan kondisi fisik perpustakaan meskipun bukan unsur utama. β
D. Salah, karena tanpa kalimat tersebut teks tidak lagi termasuk teks deskripsi. 12. Penggunaan kata luas, bersih, rapi, terang, dan tenang dalam teks tersebut berfungsi untuk .... A. Menjelaskan urutan kegiatan yang dilakukan di perpustakaan. B. Menunjukkan hubungan sebab akibat dalam teks. β
C. Membantu pembaca membayangkan kondisi perpustakaan secara lebih jelas. D. Menyampaikan pendapat penulis tentang pentingnya membaca. 13. Jika kalimat "rak-rak buku tersusun rapi" dihilangkan, dampaknya adalah A. Teks menjadi lebih jelas B. Gambaran perpustakaan menjadi kurang lengkap C. Teks berubah menjadi narasi D. Tidak ada perubahan Jawaban: B 14. Berdasarkan isi teks, faktor yang paling berpengaruh terhadap kenyamanan perpustakaan adalah .... A. Ukuran ruangan yang luas. B. Banyaknya rak buku. C. Jendela yang besar. β
D. Kombinasi suasana tenang, pencahayaan yang baik, dan penataan ruang yang rapi 15. Kalimat tambahan yang paling sesuai untuk memperkuat deskripsi perpustakaan adalah A. Banyak siswa meminjam buku B. Perpustakaan memiliki seorang petugas C. Perpustakaan dibuka setiap hari Senin D. Udara di dalam ruangan terasa sejuk dan segarβ
Jawaban: D 16. Perhatikan kedua kutipan berikut! Teks A "Menurutku, Rumah Gadang merupakan rumah adat yang paling indah karena bentuk atapnya yang unik dan megah." Teks B "Rumah Gadang memiliki atap berbentuk menyerupai tanduk kerbau dan dinding yang dihiasi ukiran khas Minangkabau." Perbedaan utama kedua kutipan tersebut adalah .... A. Teks A menggunakan fakta, sedangkan Teks B menggunakan pendapat. B. Teks A termasuk deskripsi objektif, sedangkan Teks B deskripsi subjektif. β
C. Teks A termasuk deskripsi subjektif karena mengandung pendapat penulis, sedangkan Teks B lebih objektif karena menggambarkan objek berdasarkan ciri yang tampak. D. Kedua teks termasuk deskripsi subjektif. 17. Perhatikan dua kutipan berikut! Teks A "Taman sekolah dipenuhi bunga berwarna-warni." Teks B "Taman sekolah dipenuhi bunga berwarna-warni. Aroma bunga yang harum tercium saat angin bertiup dan udara terasa sejuk di bawah pepohonan rindang." Jika tujuan penulis adalah membuat pembaca seolah-olah hadir di lokasi yang dideskripsikan, alasan paling kuat memilih Teks B adalah .... A. Menggunakan kalimat yang lebih panjang daripada Teks A. B. Menyajikan informasi yang lebih banyak daripada Teks A. C. Memanfaatkan lebih dari satu pancaindra sehingga gambaran objek menjadi lebih hidup. β
D. Menggunakan kata sifat yang lebih beragam daripada Teks A. Jebakan: D hampir benar, tetapi yang menjadi inti adalah penggunaan pancaindra. 18. (C4-C5 Analisis) Perhatikan kalimat berikut! "Perpustakaan sekolah nyaman." Manakah informasi yang paling tidak mendukung penguatan deskripsi tersebut? A. Cahaya matahari masuk melalui jendela besar sehingga ruangan tampak terang. B. Rak-rak buku tersusun rapi dan mudah dijangkau siswa. C. Udara di dalam ruangan terasa sejuk dan segar. D. Perpustakaan diresmikan oleh kepala sekolah pada tahun 2021. β
Jebakan: Semua opsi berupa informasi tentang perpustakaan, tetapi hanya D yang tidak membantu pembaca membayangkan suasana. 19. (C5 Evaluasi) Perhatikan dua kalimat berikut! (1) Kelas itu bersih. (2) Kelas itu tampak bersih dengan lantai mengilap dan meja yang tertata rapi. Jika kalimat (2) diganti menjadi kalimat (1), perubahan yang paling mungkin terjadi adalah .... A. Informasi utama tetap ada, tetapi kekuatan deskripsi dalam membangun imajinasi pembaca berkurang. β
B. Teks menjadi tidak sesuai dengan struktur deskripsi. C. Teks berubah menjadi teks laporan hasil observasi. D. Makna teks menjadi bertentangan dengan tujuan penulis. Jebakan: A dan D terlihat mirip, tetapi D terlalu berlebihan. 20. "Taman sekolah itu dipenuhi bunga berwarna-warni yang bermekaran dan pepohonan rindang yang membuat udara terasa sejuk." Jika kata berwarna-warni, bermekaran, dan rindang dihilangkan, dampak yang paling mungkin terjadi adalah .... A. Struktur teks menjadi tidak lengkap. B. Informasi dalam teks menjadi tidak benar. C. Tujuan teks berubah menjadi teks narasi. β
D. Gambaran objek menjadi kurang jelas sehingga pembaca lebih sulit membayangkan suasana taman.
Evalusi Bab 2 KB: Metamorfosis, Perubahan Bentuk Makhluk Hidup
MATERI PERKULIAHAN Sub-CPMK 1.7 Mampu menghitung performa produksi (IP, FCR) dan melakukan Analisis Usaha Broiler per satu siklus produksi 1. IDENTITAS MATERI Mata Kuliah : Produksi Ternak Potong Unggas Komersil Pokok Bahasan : Evaluasi Performa Produksi dan Analisis Usaha Broiler Sub-CPMK : 1.7 Capaian Pembelajaran : Mahasiswa mampu: Menjelaskan parameter performa produksi broiler. Menghitung Feed Conversion Ratio (FCR). Menghitung Indeks Performa (IP). Menganalisis hasil performa produksi dalam satu siklus pemeliharaan. Menyusun analisis usaha broiler per satu siklus produksi. Menarik kesimpulan kelayakan usaha berdasarkan hasil teknis dan ekonomis. ________________________________________ 2. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu: Memahami konsep dasar evaluasi performa broiler. Mengidentifikasi data teknis yang dibutuhkan dalam perhitungan performa. Menghitung mortalitas, deplesi, bobot badan rata-rata, FCR, dan IP. Menghitung biaya produksi, penerimaan, keuntungan, dan efisiensi usaha broiler. Menganalisis hubungan antara performa teknis dengan hasil ekonomi usaha. ________________________________________ 3. DESKRIPSI MATERI Dalam usaha broiler modern, keberhasilan produksi tidak hanya diukur dari bobot panen, tetapi juga dari efisiensi penggunaan pakan, tingkat kematian, umur panen, serta keuntungan yang diperoleh per siklus. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan untuk menghitung parameter teknis produksi seperti FCR dan IP, serta mengaitkannya dengan analisis usaha agar dapat diketahui apakah usaha berjalan efisien dan menguntungkan. ________________________________________ 4. POKOK-POKOK MATERI A. Konsep Dasar Evaluasi Performa Produksi Broiler 1. Pengertian Performa Produksi Performa produksi broiler adalah gambaran tingkat keberhasilan pemeliharaan ayam broiler selama satu periode/siklus pemeliharaan yang dinilai dari indikator teknis tertentu. 2. Parameter Utama Performa Produksi Parameter yang umum digunakan meliputi: Populasi awal DOC Jumlah ayam hidup saat panen Mortalitas (%) Deplesi (%) Umur panen (hari) Bobot badan rata-rata panen (kg/ekor) Total konsumsi pakan (kg) Feed Conversion Ratio (FCR) Indeks Performa (IP) ________________________________________ B. Parameter Teknis dan Rumus Perhitungan ________________________________________ 1. Mortalitas (%) Pengertian: Persentase ayam yang mati selama masa pemeliharaan. Rumus: "Mortalitas (%)"="Jumlah ayam mati" /"Populasi awal" Γ100 Contoh: Populasi awal = 5.000 ekor Ayam mati = 150 ekor "Mortalitas"=150/5000Γ100=3% ________________________________________ 2. Deplesi (%) Pengertian: Persentase pengurangan populasi akibat kematian dan afkir/culling. Rumus: "Deplesi (%)"="Ayam mati + ayam afkir" /"Populasi awal" Γ100 Jika tidak ada afkir, maka deplesi = mortalitas. ________________________________________ 3. Persentase Ayam Hidup / Livability (%) Rumus: "Livability (%)"="Jumlah ayam panen" /"Populasi awal" Γ100 atau "Livability (%)"=100-"Deplesi (%)" ________________________________________ 4. Bobot Badan Rata-Rata Panen Rumus: "Bobot rata-rata (kg/ekor)"="Total bobot panen (kg)" /"Jumlah ayam panen (ekor)" ________________________________________ 5. Feed Conversion Ratio (FCR) Pengertian: FCR adalah rasio jumlah pakan yang dikonsumsi terhadap pertambahan bobot hidup atau bobot hidup yang dihasilkan. Rumus praktis broiler: "FCR"="Total konsumsi pakan (kg)" /"Total bobot hidup panen (kg)" Interpretasi: Semakin rendah nilai FCR, semakin efisien penggunaan pakan. Contoh: Total pakan = 16.000 kg Total bobot panen = 9.600 kg "FCR"=16.000/9.600=1,67 Interpretasi: Untuk menghasilkan 1 kg bobot hidup, dibutuhkan 1,67 kg pakan. ________________________________________ 6. Indeks Performa (IP) Pengertian: IP adalah indikator gabungan untuk menilai performa pemeliharaan broiler berdasarkan: daya hidup, bobot badan, umur panen, efisiensi pakan. Rumus umum IP: "IP"=("Livability (%)" Γ"Bobot rata-rata (kg)" )/("Umur panen (hari)" Γ"FCR" )Γ100 Contoh: Livability = 97% Bobot rata-rata = 2,0 kg Umur panen = 35 hari FCR = 1,67 "IP"=(97Γ2,0)/(35Γ1,67)Γ100 "IP"=194/58,45Γ100=331,9 Jadi, IP = 331,9 ________________________________________ C. Interpretasi Nilai FCR dan IP 1. Interpretasi FCR < 1,50 = sangat efisien 1,50 β 1,65 = efisien/baik 1,66 β 1,80 = cukup > 1,80 = kurang efisien Catatan: Nilai ini dapat berbeda tergantung strain, umur panen, sistem kandang, musim, dan standar perusahaan. ________________________________________ 2. Interpretasi IP (umum) > 400 = sangat baik / Ω
Ω
ΨͺΨ§Ψ² 351 β 400 = baik 301 β 350 = cukup baik 251 β 300 = sedang < 250 = kurang Dalam praktik kemitraan, IP sering menjadi dasar evaluasi bonus performa. ________________________________________ 5. HUBUNGAN PARAMETER TEKNIS DENGAN KINERJA USAHA Performa teknis sangat menentukan keuntungan usaha broiler: FCR naik β biaya pakan meningkat β laba turun Mortalitas naik β ayam panen berkurang β penerimaan turun Bobot panen rendah β total kg jual turun β omzet turun Umur panen terlalu lama β biaya operasional naik β efisiensi turun IP tinggi β menunjukkan usaha lebih efisien dan berpotensi lebih menguntungkan ________________________________________ 6. ANALISIS USAHA BROILER PER SATU SIKLUS PRODUKSI A. Pengertian Analisis Usaha Analisis usaha broiler adalah perhitungan ekonomi untuk mengetahui: total biaya produksi, total penerimaan, pendapatan/keuntungan, efisiensi usaha, kelayakan usaha per satu siklus pemeliharaan. ________________________________________ B. Komponen Biaya Produksi 1. Biaya Tetap (Fixed Cost) Biaya yang relatif tidak berubah dalam satu siklus, misalnya: Penyusutan kandang Penyusutan peralatan Pajak/sewa lahan (jika dihitung) Bunga modal tetap (opsional) 2. Biaya Variabel (Variable Cost) Biaya yang berubah sesuai jumlah populasi, misalnya: DOC Pakan Obat, vitamin, vaksin (OVK) Sekam/litter Gas/LPG/bahan bakar brooder Listrik dan air Tenaga kerja Desinfektan dan sanitasi Biaya panen/angkut Biaya lain-lain operasional Catatan penting: Pada usaha broiler, pakan biasanya menyumbang 60β70% dari total biaya produksi. ________________________________________ 7. RUMUS ANALISIS USAHA 1. Total Biaya Produksi (TC) "TC"="Biaya Tetap"+"Biaya Variabel" ________________________________________ 2. Total Penerimaan (TR) Jika dijual berdasarkan bobot hidup: "TR"="Total bobot panen (kg)"Γ"Harga jual per kg" Jika ada penerimaan tambahan: "TR total"="Penjualan ayam"+"Penjualan kotoran"+"Penjualan karung pakan/bekas" ________________________________________ 3. Keuntungan / Pendapatan (Ο) Ο="TR"-"TC" ________________________________________ 4. R/C Ratio R/C="TR" /"TC" Kriteria: R/C > 1 β usaha menguntungkan R/C = 1 β impas R/C < 1 β usaha merugi ________________________________________ 5. B/C Ratio (opsional) B/C=("TR" -"TC" )/"TC" ________________________________________ 6. Harga Pokok Produksi (HPP) "HPP per kg"="Total biaya produksi" /"Total bobot panen (kg)" Interpretasi: Jika harga jual > HPP β usaha berpotensi untung. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FCR, IP, DAN KEUNTUNGAN A. Faktor Teknis Kualitas DOC Mutu pakan Program brooding Kepadatan kandang Ventilasi dan suhu kandang Kualitas air minum Program vaksinasi dan biosekuriti Manajemen litter Ketepatan waktu panen B. Faktor Ekonomi Harga DOC Harga pakan Harga jual ayam hidup Biaya tenaga kerja Biaya energi (gas/listrik) Sistem usaha (mandiri vs kemitraan) STRATEGI MENINGKATKAN PERFORMA DAN KEUNTUNGAN Gunakan DOC berkualitas dan seragam Laksanakan brooding secara optimal (0β14 hari sangat krusial) Pastikan feed intake dan water intake normal Terapkan biosekuriti ketat Kurangi feed wastage Pantau bobot badan mingguan Lakukan culling selektif Tentukan umur panen berdasarkan kombinasi FCR, bobot, dan harga pasar Evaluasi performa tiap siklus dengan pencatatan lengkap Gunakan data historis untuk perbaikan keputusan produksi RANGKUMAN MATERI FCR menunjukkan efisiensi penggunaan pakan. Semakin kecil FCR, semakin baik. IP adalah indikator gabungan performa broiler yang mempertimbangkan: daya hidup, bobot panen, umur panen, efisiensi pakan. Analisis usaha broiler harus mengintegrasikan: aspek teknis (FCR, IP, mortalitas, bobot panen) aspek ekonomi (biaya, penerimaan, laba, R/C, HPP) Usaha broiler dinilai baik apabila: FCR efisien, mortalitas rendah, IP tinggi, HPP lebih rendah dari harga jual, R/C ratio > 1. PENUTUP Kemampuan menghitung FCR, IP, dan melakukan analisis usaha broiler per satu siklus produksi merupakan kompetensi penting dalam manajemen produksi broiler modern. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga harus mampu membaca data produksi, melakukan perhitungan secara akurat, dan mengambil keputusan manajerial berbasis hasil analisis teknis-ekonomis. REFERENSI SINGKAT (untuk bahan ajar/RPS) North, M.O., & Bell, D.D. Commercial Chicken Production Manual. Leeson, S., & Summers, J.D. Commercial Poultry Nutrition. Bell, D.D., & Weaver, W.D. Commercial Chicken Meat and Egg Production. Saputra, dkk. Literatur manajemen broiler modern dan analisis usaha ternak unggas. Standar teknis perusahaan integrator/kemitraan broiler (CP, Japfa, Malindo, dll.) untuk benchmarking FCR dan IP.
Evaluasi
110.31.b.17.C
Topic: Reading/Vocabulary Development