
GANGGUAN PADA SISTEM PERNAPASAN
Quiz by ananda
Customize this quiz to suit your class
Instantly translate to 100+ languages
Tag the questions with any skills you have. Your dashboard will track each student's mastery of each skill.
Give this quiz to my class
​Penyakit pada sistem pernapasan yang ditandai dengan peradangan pada bronkus sehingga penderita sering batuk disertai lendir adalah …
Asma
TBC
Bronkitis
Pneumonia
​Salah satu ciri khas penyakit asma adalah …
Batuk kering berkepanjangan
Nyeri dada saat menarik napas
Sesak napas karena penyempitan saluran pernapasan
Penyakit pada sistem pernapasan yang ditandai dengan peradangan pada bronkus sehingga penderita sering batuk disertai lendir adalah …
Salah satu ciri khas penyakit asma adalah …
Upaya pencegahan agar tidak terkena penyakit TBC adalah …
Penyakit influenza disebabkan oleh …
Pneumonia adalah penyakit yang menyerang …
Gangguan pada Sistem Sirkulasi Manusia Sistem sirkulasi berfungsi mengedarkan darah, oksigen, dan zat makanan ke seluruh tubuh serta mengangkut sisa metabolisme. Jika sistem ini terganggu, tubuh bisa cepat lelah, sakit, bahkan berbahaya. Berikut gangguan-gangguannya: 1. Anemia Anemia, yaitu keadaan di mana jumlah eritrosit di dalam hemoglobin di bawah batas normal. Artinya: Anemia adalah kondisi ketika sel darah merah atau hemoglobin dalam tubuh kurang, sehingga darah tidak mampu membawa oksigen dengan baik ke seluruh tubuh. Akibatnya: Penderita anemia mudah lelah, pusing, lemas, dan terlihat pucat karena tubuh kekurangan oksigen. Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Seseorang cepat capek saat beraktivitas, mudah mengantuk di sekolah, dan merasa lemas meskipun tidak melakukan aktivitas berat. 2. Hemofilia Hemofilia adalah kelainan yang ditandai dengan sulitnya darah untuk membeku. Penyakit keturunan ini disebabkan oleh defisiensi faktor pembekuan darah. Artinya: Hemofilia merupakan penyakit bawaan yang menyebabkan darah sulit berhenti ketika terjadi luka. Akibatnya: Luka kecil dapat menyebabkan perdarahan yang lama dan berisiko berbahaya jika tidak ditangani. Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Saat penderita tergores atau jatuh, darah keluar lebih lama dibandingkan orang normal meskipun lukanya kecil. 3. Talasemia Talasemia adalah kelainan pada bentuk eritrosit. Akibatnya, eritrosit di dalam tubuh penderita akan mudah rusak, rapuh, dan kurang optimal dalam mengikat oksigen. Artinya: Talasemia merupakan penyakit keturunan yang memengaruhi bentuk dan fungsi sel darah merah. Akibatnya: Tubuh menjadi cepat lelah, pertumbuhan terganggu, dan penderita sering membutuhkan transfusi darah. Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Anak dengan talasemia terlihat kurang aktif dan harus rutin memeriksakan diri ke rumah sakit. 4. Hipotensi (Tekanan darah rendah) Hipotensi adalah keadaan di mana tekanan darah arteri menurun sampai di bawah batas normal, misalnya 90/60 mmHg untuk sistol/diastol. Artinya: Hipotensi adalah kondisi tekanan darah terlalu rendah. Akibatnya: Penderita dapat mengalami pusing, lemas, dan bahkan pingsan. Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Seseorang merasa pusing saat berdiri terlalu cepat setelah duduk atau berbaring. 5. Hipertensi (Tekanan darah tinggi) Hipertensi adalah keadaan di mana tekanan darah arteri meningkat sampai di atas normal, misalnya 140/90 mmHg. Keadaan ini bisa disebut tekanan darah tinggi. Artinya: Hipertensi adalah kondisi tekanan darah lebih tinggi dari batas normal. Akibatnya: Dapat menyebabkan sakit kepala, gangguan jantung, stroke, dan kerusakan pembuluh darah jika tidak dikontrol. Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Orang yang sering makan makanan asin, jarang berolahraga, dan sering stres lebih berisiko mengalami hipertensi. 6. Trombus Trombus adalah kelainan di mana terdapat gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah. Artinya: Trombus adalah penggumpalan darah yang menghambat aliran darah di dalam pembuluh. Akibatnya: Aliran darah menjadi tidak lancar dan dapat menyebabkan kerusakan organ. Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Orang yang duduk terlalu lama tanpa bergerak berisiko mengalami penggumpalan darah di kaki. 7. Varises Varises adalah kelainan yang disebabkan oleh pelebaran pembuluh vena. Pelebaran biasa terjadi di anggota tubuh bagian bawah, contohnya betis. Artinya: Varises terjadi ketika pembuluh darah vena melebar karena aliran darah tidak lancar. Akibatnya: Kaki terasa pegal, berat, dan pembuluh darah tampak menonjol. Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Sering dialami oleh orang yang berdiri terlalu lama seperti guru, pedagang, atau perawat.
GANGGUAN PADA SISTEM PENCERNAAN
Gangguan Pada Sistem Peredaran Darah Manusia
Kelainan, Gangguan dan Penyakit pada Sistem Reproduksi
Buat 10 soal topologi jaringan,deteksi dan perbaikan kesalhan,gangguan pada transmisi data yang mudah abcd
Wage Rudolf Soepartman Wage Rudolf Soepratman merupakan seorang guru, violis, wartawan, sekaligus komposer Hindia Belanda yang dilahirkan di Jatinegara pada tanggal 9 Maret 1903. Pendidikannya dimulai pada tahun 1907 di Taman Kanak-Kanak di Frobelschool Jakarta. Selepas Taman Kanak-Kanak, ia melanjutkan pendidikannya ke Tweede Inlandscheschool (Sekolah Angka Dua) dan selesai pada tahun 1917. Dua tahun setelahnya, W.R. Soepratman lulus ujian Klein Ambtenaar Examen (KAE, ujian untuk calon pegawai rendahan). Pendidikannya kemudian berlanjut ke Normaalschool (Sekolah Pendidikan Guru). Karirnya dalam bidang musik tidak lepas dari peran kakak iparnya, W.M. Van Eldick. Ia diberikan hadiah oleh kakak iparnya sebuah biola saat ulang tahunnya yang ke-17. Bersama Van Eldik tersebutlah, ia mendirikan grup jazz band bernama Black and White. Kepandaian W.R. Soepratman dalam bermusik digunakannya untuk menciptakan lagu-lagu perjuangan yang salah satu di antaranya adalah Indonesia Raya. Puncak karier W.R. Soepratman terjadi saat kepindahannya dari Makassar ke Bandung. Ia memulai karier sebagai jurnalistik dengan menjadi wartawan di surat kabar Kaoem Moeda pada tahun 1924. la kemudian pindah ke Jakarta dan menjadi wartawan pada Surat Kabar Sin Po pada tahun 1925. Sejak itu, ia aktif menghadiri rapat-rapat organisasi pemuda dan partai politik yang diadakan di Gedung Pertemuan Batavia. Sejak saat itulah W.R. Soepratman berkenalan dengan tokoh-tokoh pergerakan. Dalam pelaksanaan kongres Pemuda II, tanggal 27-28 Oktober 1928, W.R. Soepratman ikut terlibat dalam menciptakan lagu kebangsaan negara Republik Indonesia. Saat itulah, untuk kali pertama lagu Indonesia Raya diperdengarkan dengan iringan gesekan biolanya di depan seluruh peserta kongres sebelum dibacakannya Putusan Kongres Pemuda yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Setelah Kongres Pemuda II, kehidupan W.R. Soepratman tidak lagi tenang karena dimata-matai oleh polisi Belanda. Penyebabnya adalah kata "Merdeka, Merdeka" pada lagu karangannya itu. Pada tahun 1930, Pemerintah Hindia Belanda melarang rakyat Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya di depan umum. Tahun 1933-1937, ia pindah dari Jakarta ke Cimahi, lalu ke Pemalang. Hingga bulan April 1937, ia dibawa kakaknya, Ny. Rukiyem Supratiyah, ke Surabaya dalam keadaan sakit. Kedatangan W.R. Soepratman di Surabaya segera diketahui teman-teman seperjuangannya. Mereka datang menjenguknya yang masih lemah setelah sakit. Tanggal tanggal 7 Agustus 1938, W.R. Soepratman ditangkap Belanda di studio Radio NIROM (Nederlandsch Indische Radio Omroep) di Jalan Embong Malang Surabaya, lantaran lagunya yang berjudul "Matahari Terbit" dinyanyikan pandu-pandu KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia) di radio tersebut dan dianggap wujud simpati terhadap Kekaisaran Jepang. la sempat ditahan, kemudian dilepaskan setelah Belanda tidak dapat menemukan bukti-bukti bahwa dirinya bersimpati kepada Jepang. Kondisi kesehatannya pun makin menurun. Pada 17 Agustus 1938 (Rabu Wage), W.R. Soepratman meninggal dunia di Jalan Mangga 21 Tambak Sari, Surabaya karena gangguan jantung yang dideritanya. Almarhum dimakamkan di Pemakaman Umum Kapasan, Jalan Tambak Segaran Wetan, Surabaya.
Gangguan Psikiatrik
Gangguan sistem ekskresi