
Indeks Harga
Quiz by Santi Muna
Customize this quiz to suit your class
Instantly translate to 100+ languages
Tag the questions with any skills you have. Your dashboard will track each student's mastery of each skill.
Give this quiz to my class
​Dibawah ini merupakan Faktor yang mempengaruhi perubahan harga, kecuali
Perubahan keuntungan produsen
Perubahan permintaan konsumen
Perubahan pendapatan konsumen
Perubahan biaya produksi
​IHKdikelompokkan dalam 7 kelompok pengeluaran, diantaranya adalah
pendidikan dan hiburan
Makanan Jadi dan Investasi
Kesehatan dan rekreasi
Sandang dan papan
Dibawah ini merupakan Faktor yang mempengaruhi perubahan harga, kecuali
IHKdikelompokkan dalam 7 kelompok pengeluaran, diantaranya adalah
  Salah satu Fungsi menghitung indeks harga adalah
Jumlah harga tahun 2023 adalah

jumlah harga tahun 2024 adalah

Berdasarkan tabel di atas indeks harga tidaktertimbang tahun 2024 adalah

JumlahPn x Qo adalah

  JumlahPo x Qo adalah

1.      Jumlah Pn x Qn adalah

1.      Jumlah Po x Qn adalah

Indeks Harga dan Inflasi
inflasi dan indeks harga - Starter Quiz
Teori uang, indeks harga, inflasi
MATERI PERKULIAHAN Sub-CPMK 1.7 Mampu menghitung performa produksi (IP, FCR) dan melakukan Analisis Usaha Broiler per satu siklus produksi 1. IDENTITAS MATERI Mata Kuliah : Produksi Ternak Potong Unggas Komersil Pokok Bahasan : Evaluasi Performa Produksi dan Analisis Usaha Broiler Sub-CPMK : 1.7 Capaian Pembelajaran : Mahasiswa mampu: Menjelaskan parameter performa produksi broiler. Menghitung Feed Conversion Ratio (FCR). Menghitung Indeks Performa (IP). Menganalisis hasil performa produksi dalam satu siklus pemeliharaan. Menyusun analisis usaha broiler per satu siklus produksi. Menarik kesimpulan kelayakan usaha berdasarkan hasil teknis dan ekonomis. ________________________________________ 2. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu: Memahami konsep dasar evaluasi performa broiler. Mengidentifikasi data teknis yang dibutuhkan dalam perhitungan performa. Menghitung mortalitas, deplesi, bobot badan rata-rata, FCR, dan IP. Menghitung biaya produksi, penerimaan, keuntungan, dan efisiensi usaha broiler. Menganalisis hubungan antara performa teknis dengan hasil ekonomi usaha. ________________________________________ 3. DESKRIPSI MATERI Dalam usaha broiler modern, keberhasilan produksi tidak hanya diukur dari bobot panen, tetapi juga dari efisiensi penggunaan pakan, tingkat kematian, umur panen, serta keuntungan yang diperoleh per siklus. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan untuk menghitung parameter teknis produksi seperti FCR dan IP, serta mengaitkannya dengan analisis usaha agar dapat diketahui apakah usaha berjalan efisien dan menguntungkan. ________________________________________ 4. POKOK-POKOK MATERI A. Konsep Dasar Evaluasi Performa Produksi Broiler 1. Pengertian Performa Produksi Performa produksi broiler adalah gambaran tingkat keberhasilan pemeliharaan ayam broiler selama satu periode/siklus pemeliharaan yang dinilai dari indikator teknis tertentu. 2. Parameter Utama Performa Produksi Parameter yang umum digunakan meliputi: Populasi awal DOC Jumlah ayam hidup saat panen Mortalitas (%) Deplesi (%) Umur panen (hari) Bobot badan rata-rata panen (kg/ekor) Total konsumsi pakan (kg) Feed Conversion Ratio (FCR) Indeks Performa (IP) ________________________________________ B. Parameter Teknis dan Rumus Perhitungan ________________________________________ 1. Mortalitas (%) Pengertian: Persentase ayam yang mati selama masa pemeliharaan. Rumus: "Mortalitas (%)"="Jumlah ayam mati" /"Populasi awal" ×100 Contoh: Populasi awal = 5.000 ekor Ayam mati = 150 ekor "Mortalitas"=150/5000×100=3% ________________________________________ 2. Deplesi (%) Pengertian: Persentase pengurangan populasi akibat kematian dan afkir/culling. Rumus: "Deplesi (%)"="Ayam mati + ayam afkir" /"Populasi awal" ×100 Jika tidak ada afkir, maka deplesi = mortalitas. ________________________________________ 3. Persentase Ayam Hidup / Livability (%) Rumus: "Livability (%)"="Jumlah ayam panen" /"Populasi awal" ×100 atau "Livability (%)"=100-"Deplesi (%)" ________________________________________ 4. Bobot Badan Rata-Rata Panen Rumus: "Bobot rata-rata (kg/ekor)"="Total bobot panen (kg)" /"Jumlah ayam panen (ekor)" ________________________________________ 5. Feed Conversion Ratio (FCR) Pengertian: FCR adalah rasio jumlah pakan yang dikonsumsi terhadap pertambahan bobot hidup atau bobot hidup yang dihasilkan. Rumus praktis broiler: "FCR"="Total konsumsi pakan (kg)" /"Total bobot hidup panen (kg)" Interpretasi: Semakin rendah nilai FCR, semakin efisien penggunaan pakan. Contoh: Total pakan = 16.000 kg Total bobot panen = 9.600 kg "FCR"=16.000/9.600=1,67 Interpretasi: Untuk menghasilkan 1 kg bobot hidup, dibutuhkan 1,67 kg pakan. ________________________________________ 6. Indeks Performa (IP) Pengertian: IP adalah indikator gabungan untuk menilai performa pemeliharaan broiler berdasarkan: daya hidup, bobot badan, umur panen, efisiensi pakan. Rumus umum IP: "IP"=("Livability (%)" ×"Bobot rata-rata (kg)" )/("Umur panen (hari)" ×"FCR" )×100 Contoh: Livability = 97% Bobot rata-rata = 2,0 kg Umur panen = 35 hari FCR = 1,67 "IP"=(97×2,0)/(35×1,67)×100 "IP"=194/58,45×100=331,9 Jadi, IP = 331,9 ________________________________________ C. Interpretasi Nilai FCR dan IP 1. Interpretasi FCR < 1,50 = sangat efisien 1,50 – 1,65 = efisien/baik 1,66 – 1,80 = cukup > 1,80 = kurang efisien Catatan: Nilai ini dapat berbeda tergantung strain, umur panen, sistem kandang, musim, dan standar perusahaan. ________________________________________ 2. Interpretasi IP (umum) > 400 = sangat baik / ممتاز 351 – 400 = baik 301 – 350 = cukup baik 251 – 300 = sedang < 250 = kurang Dalam praktik kemitraan, IP sering menjadi dasar evaluasi bonus performa. ________________________________________ 5. HUBUNGAN PARAMETER TEKNIS DENGAN KINERJA USAHA Performa teknis sangat menentukan keuntungan usaha broiler: FCR naik → biaya pakan meningkat → laba turun Mortalitas naik → ayam panen berkurang → penerimaan turun Bobot panen rendah → total kg jual turun → omzet turun Umur panen terlalu lama → biaya operasional naik → efisiensi turun IP tinggi → menunjukkan usaha lebih efisien dan berpotensi lebih menguntungkan ________________________________________ 6. ANALISIS USAHA BROILER PER SATU SIKLUS PRODUKSI A. Pengertian Analisis Usaha Analisis usaha broiler adalah perhitungan ekonomi untuk mengetahui: total biaya produksi, total penerimaan, pendapatan/keuntungan, efisiensi usaha, kelayakan usaha per satu siklus pemeliharaan. ________________________________________ B. Komponen Biaya Produksi 1. Biaya Tetap (Fixed Cost) Biaya yang relatif tidak berubah dalam satu siklus, misalnya: Penyusutan kandang Penyusutan peralatan Pajak/sewa lahan (jika dihitung) Bunga modal tetap (opsional) 2. Biaya Variabel (Variable Cost) Biaya yang berubah sesuai jumlah populasi, misalnya: DOC Pakan Obat, vitamin, vaksin (OVK) Sekam/litter Gas/LPG/bahan bakar brooder Listrik dan air Tenaga kerja Desinfektan dan sanitasi Biaya panen/angkut Biaya lain-lain operasional Catatan penting: Pada usaha broiler, pakan biasanya menyumbang 60–70% dari total biaya produksi. ________________________________________ 7. RUMUS ANALISIS USAHA 1. Total Biaya Produksi (TC) "TC"="Biaya Tetap"+"Biaya Variabel" ________________________________________ 2. Total Penerimaan (TR) Jika dijual berdasarkan bobot hidup: "TR"="Total bobot panen (kg)"×"Harga jual per kg" Jika ada penerimaan tambahan: "TR total"="Penjualan ayam"+"Penjualan kotoran"+"Penjualan karung pakan/bekas" ________________________________________ 3. Keuntungan / Pendapatan (π) π="TR"-"TC" ________________________________________ 4. R/C Ratio R/C="TR" /"TC" Kriteria: R/C > 1 → usaha menguntungkan R/C = 1 → impas R/C < 1 → usaha merugi ________________________________________ 5. B/C Ratio (opsional) B/C=("TR" -"TC" )/"TC" ________________________________________ 6. Harga Pokok Produksi (HPP) "HPP per kg"="Total biaya produksi" /"Total bobot panen (kg)" Interpretasi: Jika harga jual > HPP → usaha berpotensi untung. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FCR, IP, DAN KEUNTUNGAN A. Faktor Teknis Kualitas DOC Mutu pakan Program brooding Kepadatan kandang Ventilasi dan suhu kandang Kualitas air minum Program vaksinasi dan biosekuriti Manajemen litter Ketepatan waktu panen B. Faktor Ekonomi Harga DOC Harga pakan Harga jual ayam hidup Biaya tenaga kerja Biaya energi (gas/listrik) Sistem usaha (mandiri vs kemitraan) STRATEGI MENINGKATKAN PERFORMA DAN KEUNTUNGAN Gunakan DOC berkualitas dan seragam Laksanakan brooding secara optimal (0–14 hari sangat krusial) Pastikan feed intake dan water intake normal Terapkan biosekuriti ketat Kurangi feed wastage Pantau bobot badan mingguan Lakukan culling selektif Tentukan umur panen berdasarkan kombinasi FCR, bobot, dan harga pasar Evaluasi performa tiap siklus dengan pencatatan lengkap Gunakan data historis untuk perbaikan keputusan produksi RANGKUMAN MATERI FCR menunjukkan efisiensi penggunaan pakan. Semakin kecil FCR, semakin baik. IP adalah indikator gabungan performa broiler yang mempertimbangkan: daya hidup, bobot panen, umur panen, efisiensi pakan. Analisis usaha broiler harus mengintegrasikan: aspek teknis (FCR, IP, mortalitas, bobot panen) aspek ekonomi (biaya, penerimaan, laba, R/C, HPP) Usaha broiler dinilai baik apabila: FCR efisien, mortalitas rendah, IP tinggi, HPP lebih rendah dari harga jual, R/C ratio > 1. PENUTUP Kemampuan menghitung FCR, IP, dan melakukan analisis usaha broiler per satu siklus produksi merupakan kompetensi penting dalam manajemen produksi broiler modern. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga harus mampu membaca data produksi, melakukan perhitungan secara akurat, dan mengambil keputusan manajerial berbasis hasil analisis teknis-ekonomis. REFERENSI SINGKAT (untuk bahan ajar/RPS) North, M.O., & Bell, D.D. Commercial Chicken Production Manual. Leeson, S., & Summers, J.D. Commercial Poultry Nutrition. Bell, D.D., & Weaver, W.D. Commercial Chicken Meat and Egg Production. Saputra, dkk. Literatur manajemen broiler modern dan analisis usaha ternak unggas. Standar teknis perusahaan integrator/kemitraan broiler (CP, Japfa, Malindo, dll.) untuk benchmarking FCR dan IP.
1. Menurut Oktarini & Evri (2020), literasi berhubungan erat dengan kemampuan? a. Menggambar dan menulis b. Menghitung dan berbicara c. Membaca, menulis, berbicara, dan mengolah informasi d. Mendengarkan dan mengarang 2. Menurut Dhina (2020), literasi tidak hanya membaca dan menulis, tetapi juga mencakup? a. Keterampilan berbicara di depan umum b. Keterampilan berpikir kritis memanfaatkan sumber pengetahuan cetak, visual, maupun digital c. Keterampilan berhitung cepat d. Kemampuan menghafal teks 3. Literasi di sekolah dasar tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 4. Jika seorang guru ingin mengembangkan kemampuan Critical Thinking siswa melalui kegiatan literasi, strategi mana yang paling tepat dilakukan? a. Membiasakan siswa membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai. b. Mengajak siswa menyalin kembali isi bacaan ke dalam catatan harian. c. Memberi tugas siswa untuk membandingkan dua teks berbeda dan menarik kesimpulan. d. Mengadakan lomba membaca cepat antar siswa untuk meningkatkan motivasi. 4. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) terdiri atas tahap pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran berbasis literasi. Seorang guru meminta siswa menanggapi isi bacaan dengan menghubungkannya ke pengalaman pribadi. Kegiatan tersebut termasuk pada tahap … a. Pembiasaan b. Prabaca c. Pengembangan d. Pembelajaran berbasis literasi (Jawaban: C) 5. Menurut Clay (2001) dan Ferguson, komponen literasi informasi terdiri dari berikut, kecuali? a. Literasi dini b. Literasi visua c. Literasi finansial d. Literasi teknologi (Jawaban: C) 6. Literasi dini merupakan kemampuan untuk? a. Menyimak, memahami bahasa lisan, dan berkomunikasi melalui gambar dan lisan b. Menggunakan katalog dan indeks perpustakaan c. Membaca dalam hati selama 15 menit d. Mengetahui etika dalam memanfaatkan teknologi 7. Literasi digital menjadi semakin penting di era banjir informasi. Jika seorang siswa menemukan informasi yang meragukan di internet, langkah literasi digital yang paling sesuai untuk melatih kemampuan berpikir kritis adalah … a. Menyebarkan informasi tersebut di media sosial untuk meminta pendapat teman. b. Membandingkan informasi tersebut dengan sumber terpercaya sebelum menyimpulkan. c. Mengabaikan informasi karena dianggap tidak relevan dengan pelajaran. d. Menyimpannya untuk dijadikan bahan presentasi tanpa verifikasi. 8. Literasi visual mengintegrasikan teknologi dan media. Jika guru meminta siswa menafsirkan pesan dari poster literasi yang ada di kelas, maka keterampilan yang diasah adalah … a. Menulis kreatifb. Memahami makna non-verbal c. Membuat sistem katalog perpustakaan d. Menganalisis data kuantitatif (Jawaban: B) 9. Peran literasi dalam keterampilan abad ke-21 meliputi 4C. Jika siswa mampu mengajukan ide baru setelah membaca beberapa referensi, maka keterampilan yang muncul adalah … a. Critical Thinking b. Collaboration c. Creativity d. Communication (Jawaban: C) 10. Gerakan Literasi Sekolah menekankan kerja sama berbagai pihak. Jika dukungan orang tua minim dalam kegiatan literasi, maka strategi paling tepat untuk mengatasinya adalah … a. Menghapus kewajiban literasi di rumah. b. Mengurangi jumlah bacaan yang diberikan pada siswa. c. Melibatkan orang tua dalam pelatihan literasi sederhana. d. Membatasi kegiatan literasi hanya di sekolah.
PMF3U05-Indeks AK 5.1
Angka Indeks
PMF3U05-Tip Matematik: Indeks