Loading...
Give this quiz to my class
Memahami pengertian teks cerita - Starter Quiz
Materi pengembangan materi pembelajaran berdasarkan Pengembangan Materi Pembelajaran (Ringkasan) 1. Pengertian Pengembangan materi pembelajaran adalah proses menyusun, memilih, dan mengorganisasi bahan ajar agar membantu siswa mencapai tujuan belajar secara efektif. 2. Tujuan Membantu siswa memahami materi dengan mudah Mencapai kompetensi yang diharapkan Membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif 3. Jenis Materi Pembelajaran Fakta β informasi nyata (contoh: tanggal, nama) Konsep β ide atau pengertian (contoh: definisi) Prinsip β hubungan antar konsep Prosedur β langkah-langkah melakukan sesuatu 4. Prinsip Pengembangan Materi Relevansi β sesuai kebutuhan siswa Konsistensi β selaras dengan tujuan pembelajaran Kecukupan β tidak terlalu sedikit atau berlebihan 5. Langkah-langkah Pengembangan Analisis kebutuhan siswa Menentukan tujuan pembelajaran Menyusun materi Mengembangkan media (teks, video, dll) Evaluasi dan revisi 6. Bentuk Materi Cetak: buku, modul Digital: video, e-learning, presentasi Interaktif: kuis, game edukasi 7. Ciri Materi yang Baik Mudah dipahami Menarik dan tidak membosankan Sesuai tingkat kemampuan siswa Mendukung aktivitas belajar
PERMINTAAN DAN PENAWARAN (Tujuan Pembelajaran : Siswa Mampu memahami Pengertian Permintaan dan Penawaran, Mampu Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran, Mampu Mengingat Hukum Permintaan dan Penawaran)
Slide 1 Merangkum Buku Fiksi dan Non-Fiksi Berdasarkan Gagasan Pokok Slide 2 Pengertian Merangkum β’ Merangkum adalah kegiatan menyusun ikhtisar β’ Mengambil inti atau pokok-pokok penting β’ Mempertahankan urutan ide penulis asli β’ Menggunakan bahasa sendiri yang lebih ringkas Slide 3 Tujuan Merangkum β’ Memahami isi bacaan dengan lebih mudah β’ Menghemat waktu membaca β’ Mengingat informasi penting lebih lama β’ Memudahkan mengulang materi bacaan Slide 4 Apa itu Gagasan Pokok? β’ Ide utama dalam paragraf β’ Inti dari sebuah bacaan β’ Biasanya terdapat di awal atau akhir paragraf β’ Didukung oleh kalimat-kalimat penjelas Slide 5 Perbedaan Buku Fiksi dan Non-Fiksi β’ Fiksi: cerita rekaan/khayalan β’ Non-fiksi: berdasarkan fakta dan kejadian nyata β’ Fiksi: memiliki alur cerita β’ Non-fiksi: menyajikan informasi dan pengetahuan Slide 6 Langkah Merangkum Buku Fiksi β’ Membaca keseluruhan cerita β’ Mencatat tokoh dan penokohan β’ Mengidentifikasi alur cerita β’ Menemukan tema dan amanat β’ Menulis dengan bahasa sendiri Slide 7 Unsur-unsur Penting Buku Fiksi β’ Tema β’ Alur β’ Tokoh dan Penokohan β’ Latar β’ Sudut Pandang β’ Amanat Slide 8 Langkah Merangkum Buku Non-Fiksi β’ Membaca secara seksama β’ Menandai gagasan pokok tiap paragraf β’ Mencatat informasi penting β’ Menghubungkan antar gagasan β’ Menyusun rangkuman Slide 9 Ciri-ciri Rangkuman yang Baik β’ Sesuai dengan isi asli β’ Lengkap dan jelas β’ Menggunakan bahasa baku β’ Tidak mengubah urutan ide β’ Objektif Slide 10 Tips Menemukan Gagasan Pokok β’ Perhatikan kalimat pertama paragraf β’ Cari kalimat yang diulang-ulang β’ Identifikasi kata kunci β’ Temukan kalimat yang dijelaskan Slide 11 Contoh Merangkum Buku Fiksi β’ Judul: "Laskar Pelangi" β’ Tema: Pendidikan β’ Tokoh utama dan karakternya β’ Ringkasan alur cerita β’ Pesan moral Slide 12 Contoh Merangkum Buku Non-Fiksi β’ Judul: "Sejarah Indonesia" β’ Topik utama tiap bab β’ Fakta-fakta penting β’ Hubungan antar peristiwa β’ Kesimpulan Slide 13 Kesalahan Umum dalam Merangkum β’ Terlalu panjang β’ Mengubah makna asli β’ Menambah pendapat pribadi β’ Mengabaikan urutan ide β’ Copy-paste langsung Slide 14 Teknik Membaca Efektif β’ Scanning β’ Skimming β’ Reading for detail β’ Membuat catatan β’ Mind mapping Slide 15 Kata Penghubung dalam Merangkum β’ Selanjutnya β’ Kemudian β’ Oleh karena itu β’ Dengan demikian β’ Sementara itu Slide 16 Format Rangkuman β’ Identitas buku β’ Pendahuluan β’ Isi pokok β’ Kesimpulan β’ Komentar (opsional) Slide 17 Manfaat Keterampilan Merangkum β’ Meningkatkan pemahaman β’ Mengembangkan kemampuan analisis β’ Melatih menulis efektif β’ Mempertajam daya ingat β’ Efisiensi belajar Slide 18 Evaluasi Rangkuman β’ Kelengkapan isi β’ Ketepatan gagasan pokok β’ Penggunaan bahasa β’ Keterpaduan ide β’ Kerapian penulisan Slide 19 Latihan Praktik β’ Pilih buku fiksi/non-fiksi β’ Identifikasi gagasan pokok β’ Tulis rangkuman β’ Periksa kelengkapan β’ Revisi bila perlu Slide 20 Rangkuman dan Penutup β’ Merangkum adalah keterampilan penting β’ Perhatikan perbedaan fiksi dan non-fiksi β’ Fokus pada gagasan pokok β’ Gunakan bahasa sendiri
Buatkan pertanyaan dari materi ini: MATERI PELAJARAN PERTEMUAN KELIMA 1. Pengertian resensi Kata resensi berasal dari bahasa Latin recensere atau recensio yang berarti meninjau kembali atau melihat kembali. Dalam konteks karya sastra, resensi adalah kegiatan memberikan tanggapan, penilaian, serta ulasan terhadap suatu karya, baik karya fiksi maupun nonfiksi. Jadi, resensi cerpen adalah kegiatan menilai, mengulas, dan memberikan pendapat terhadap sebuah cerpen dengan tujuan untuk mengetahui kelebihan, kekurangan, dan nilai yang terkandung di dalamnya. Melalui resensi, seseorang tidak hanya menceritakan ulang isi cerpen, tetapi juga menyampaikan pandangan kritis terhadap isi, gaya bahasa, alur, tokoh, dan pesan yang ingin disampaikan pengarang.\ 2. Tujuan Resensi Resensi memiliki beberapa tujuan penting, baik bagi pembaca, penulis, maupun dunia sastra. Berikut tujuan resensi cerpen secara umum: a. Memberikan penilaian dan ulasan tentang isi, struktur, dan kualitas suatu cerpen, terutama dalam hal tema, alur, tokoh, dan pesan moral. b. Memberikan informasi tentang keunggulan dan kelemahan sebuah cerpen serta memberikan rekomendasi apakah cerpen tersebut menarik untuk dibaca. c. Membantu pembaca memahami isi cerpen tanpa harus membacanya secara lengkap, dengan memberikan pandangan yang objektif mengenai isi dan kualitas karya tersebut. d. Membantu penulis cerpen memperoleh masukan atau saran agar dapat memperbaiki karya mereka di masa mendatang. e. Memberikan pemahaman yang menyeluruh (komprehensif) tentang hal-hal yang tampak maupun tersirat dalam cerpen, seperti nilai-nilai kehidupan dan pesan sosial. f. Mengajak pembaca berpikir dan merenung, serta mendiskusikan lebih dalam fenomena atau problematika yang diangkat dalam cerpen. g. Memberikan pertimbangan kepada pembaca mengenai isi, pesan, dan kualitas cerpen sebelum mereka memutuskan untuk membaca atau menilainya sendiri. 3. Fungsi Resensi Cerpen Resensi tidak hanya berfungsi bagi pembaca, tetapi juga memiliki manfaat luas bagi penulis, penerbit, dan media massa. a. Bagi Penulis Cerpen β’ Resensi menjadi umpan balik (feedback) dan sarana evaluasi terhadap karya yang ditulis. β’ Penulis dapat mengetahui pendapat dan tanggapan pembaca terhadap cerpen yang dibuatnya. β’ Resensi membantu penulis meningkatkan kualitas karya pada penulisan berikutnya. b. Bagi Penerbit β’ Resensi berfungsi sebagai alat promosi untuk memperkenalkan karya sastra yang diterbitkan kepada masyarakat. β’ Penerbit dapat melihat tanggapan atau sambutan pembaca terhadap cerpen yang dipublikasikan. β’ Melalui resensi, penerbit dapat memperoleh masukan untuk meningkatkan kualitas penerbitan karya berikutnya. c. Bagi Pembaca atau Penerbit Media Massa β’ Resensi menjadi sumber informasi bagi pembaca untuk menilai apakah cerpen tersebut menarik, layak dibaca, atau sesuai dengan minat mereka. β’ Media massa menggunakan resensi sebagai ruang literasi publik, tempat pembaca dapat mengenal lebih banyak karya sastra dan memperluas wawasan mereka. β’ Resensi juga berfungsi untuk menguji atau mengembangkan topik-topik sosial dan kemanusiaan yang sering diangkat dalam cerpen.
MATERI PERKULIAHAN Sub-CPMK 1.7 Mampu menghitung performa produksi (IP, FCR) dan melakukan Analisis Usaha Broiler per satu siklus produksi 1. IDENTITAS MATERI Mata Kuliah : Produksi Ternak Potong Unggas Komersil Pokok Bahasan : Evaluasi Performa Produksi dan Analisis Usaha Broiler Sub-CPMK : 1.7 Capaian Pembelajaran : Mahasiswa mampu: Menjelaskan parameter performa produksi broiler. Menghitung Feed Conversion Ratio (FCR). Menghitung Indeks Performa (IP). Menganalisis hasil performa produksi dalam satu siklus pemeliharaan. Menyusun analisis usaha broiler per satu siklus produksi. Menarik kesimpulan kelayakan usaha berdasarkan hasil teknis dan ekonomis. ________________________________________ 2. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu: Memahami konsep dasar evaluasi performa broiler. Mengidentifikasi data teknis yang dibutuhkan dalam perhitungan performa. Menghitung mortalitas, deplesi, bobot badan rata-rata, FCR, dan IP. Menghitung biaya produksi, penerimaan, keuntungan, dan efisiensi usaha broiler. Menganalisis hubungan antara performa teknis dengan hasil ekonomi usaha. ________________________________________ 3. DESKRIPSI MATERI Dalam usaha broiler modern, keberhasilan produksi tidak hanya diukur dari bobot panen, tetapi juga dari efisiensi penggunaan pakan, tingkat kematian, umur panen, serta keuntungan yang diperoleh per siklus. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan untuk menghitung parameter teknis produksi seperti FCR dan IP, serta mengaitkannya dengan analisis usaha agar dapat diketahui apakah usaha berjalan efisien dan menguntungkan. ________________________________________ 4. POKOK-POKOK MATERI A. Konsep Dasar Evaluasi Performa Produksi Broiler 1. Pengertian Performa Produksi Performa produksi broiler adalah gambaran tingkat keberhasilan pemeliharaan ayam broiler selama satu periode/siklus pemeliharaan yang dinilai dari indikator teknis tertentu. 2. Parameter Utama Performa Produksi Parameter yang umum digunakan meliputi: Populasi awal DOC Jumlah ayam hidup saat panen Mortalitas (%) Deplesi (%) Umur panen (hari) Bobot badan rata-rata panen (kg/ekor) Total konsumsi pakan (kg) Feed Conversion Ratio (FCR) Indeks Performa (IP) ________________________________________ B. Parameter Teknis dan Rumus Perhitungan ________________________________________ 1. Mortalitas (%) Pengertian: Persentase ayam yang mati selama masa pemeliharaan. Rumus: "Mortalitas (%)"="Jumlah ayam mati" /"Populasi awal" Γ100 Contoh: Populasi awal = 5.000 ekor Ayam mati = 150 ekor "Mortalitas"=150/5000Γ100=3% ________________________________________ 2. Deplesi (%) Pengertian: Persentase pengurangan populasi akibat kematian dan afkir/culling. Rumus: "Deplesi (%)"="Ayam mati + ayam afkir" /"Populasi awal" Γ100 Jika tidak ada afkir, maka deplesi = mortalitas. ________________________________________ 3. Persentase Ayam Hidup / Livability (%) Rumus: "Livability (%)"="Jumlah ayam panen" /"Populasi awal" Γ100 atau "Livability (%)"=100-"Deplesi (%)" ________________________________________ 4. Bobot Badan Rata-Rata Panen Rumus: "Bobot rata-rata (kg/ekor)"="Total bobot panen (kg)" /"Jumlah ayam panen (ekor)" ________________________________________ 5. Feed Conversion Ratio (FCR) Pengertian: FCR adalah rasio jumlah pakan yang dikonsumsi terhadap pertambahan bobot hidup atau bobot hidup yang dihasilkan. Rumus praktis broiler: "FCR"="Total konsumsi pakan (kg)" /"Total bobot hidup panen (kg)" Interpretasi: Semakin rendah nilai FCR, semakin efisien penggunaan pakan. Contoh: Total pakan = 16.000 kg Total bobot panen = 9.600 kg "FCR"=16.000/9.600=1,67 Interpretasi: Untuk menghasilkan 1 kg bobot hidup, dibutuhkan 1,67 kg pakan. ________________________________________ 6. Indeks Performa (IP) Pengertian: IP adalah indikator gabungan untuk menilai performa pemeliharaan broiler berdasarkan: daya hidup, bobot badan, umur panen, efisiensi pakan. Rumus umum IP: "IP"=("Livability (%)" Γ"Bobot rata-rata (kg)" )/("Umur panen (hari)" Γ"FCR" )Γ100 Contoh: Livability = 97% Bobot rata-rata = 2,0 kg Umur panen = 35 hari FCR = 1,67 "IP"=(97Γ2,0)/(35Γ1,67)Γ100 "IP"=194/58,45Γ100=331,9 Jadi, IP = 331,9 ________________________________________ C. Interpretasi Nilai FCR dan IP 1. Interpretasi FCR < 1,50 = sangat efisien 1,50 β 1,65 = efisien/baik 1,66 β 1,80 = cukup > 1,80 = kurang efisien Catatan: Nilai ini dapat berbeda tergantung strain, umur panen, sistem kandang, musim, dan standar perusahaan. ________________________________________ 2. Interpretasi IP (umum) > 400 = sangat baik / Ω
Ω
ΨͺΨ§Ψ² 351 β 400 = baik 301 β 350 = cukup baik 251 β 300 = sedang < 250 = kurang Dalam praktik kemitraan, IP sering menjadi dasar evaluasi bonus performa. ________________________________________ 5. HUBUNGAN PARAMETER TEKNIS DENGAN KINERJA USAHA Performa teknis sangat menentukan keuntungan usaha broiler: FCR naik β biaya pakan meningkat β laba turun Mortalitas naik β ayam panen berkurang β penerimaan turun Bobot panen rendah β total kg jual turun β omzet turun Umur panen terlalu lama β biaya operasional naik β efisiensi turun IP tinggi β menunjukkan usaha lebih efisien dan berpotensi lebih menguntungkan ________________________________________ 6. ANALISIS USAHA BROILER PER SATU SIKLUS PRODUKSI A. Pengertian Analisis Usaha Analisis usaha broiler adalah perhitungan ekonomi untuk mengetahui: total biaya produksi, total penerimaan, pendapatan/keuntungan, efisiensi usaha, kelayakan usaha per satu siklus pemeliharaan. ________________________________________ B. Komponen Biaya Produksi 1. Biaya Tetap (Fixed Cost) Biaya yang relatif tidak berubah dalam satu siklus, misalnya: Penyusutan kandang Penyusutan peralatan Pajak/sewa lahan (jika dihitung) Bunga modal tetap (opsional) 2. Biaya Variabel (Variable Cost) Biaya yang berubah sesuai jumlah populasi, misalnya: DOC Pakan Obat, vitamin, vaksin (OVK) Sekam/litter Gas/LPG/bahan bakar brooder Listrik dan air Tenaga kerja Desinfektan dan sanitasi Biaya panen/angkut Biaya lain-lain operasional Catatan penting: Pada usaha broiler, pakan biasanya menyumbang 60β70% dari total biaya produksi. ________________________________________ 7. RUMUS ANALISIS USAHA 1. Total Biaya Produksi (TC) "TC"="Biaya Tetap"+"Biaya Variabel" ________________________________________ 2. Total Penerimaan (TR) Jika dijual berdasarkan bobot hidup: "TR"="Total bobot panen (kg)"Γ"Harga jual per kg" Jika ada penerimaan tambahan: "TR total"="Penjualan ayam"+"Penjualan kotoran"+"Penjualan karung pakan/bekas" ________________________________________ 3. Keuntungan / Pendapatan (Ο) Ο="TR"-"TC" ________________________________________ 4. R/C Ratio R/C="TR" /"TC" Kriteria: R/C > 1 β usaha menguntungkan R/C = 1 β impas R/C < 1 β usaha merugi ________________________________________ 5. B/C Ratio (opsional) B/C=("TR" -"TC" )/"TC" ________________________________________ 6. Harga Pokok Produksi (HPP) "HPP per kg"="Total biaya produksi" /"Total bobot panen (kg)" Interpretasi: Jika harga jual > HPP β usaha berpotensi untung. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FCR, IP, DAN KEUNTUNGAN A. Faktor Teknis Kualitas DOC Mutu pakan Program brooding Kepadatan kandang Ventilasi dan suhu kandang Kualitas air minum Program vaksinasi dan biosekuriti Manajemen litter Ketepatan waktu panen B. Faktor Ekonomi Harga DOC Harga pakan Harga jual ayam hidup Biaya tenaga kerja Biaya energi (gas/listrik) Sistem usaha (mandiri vs kemitraan) STRATEGI MENINGKATKAN PERFORMA DAN KEUNTUNGAN Gunakan DOC berkualitas dan seragam Laksanakan brooding secara optimal (0β14 hari sangat krusial) Pastikan feed intake dan water intake normal Terapkan biosekuriti ketat Kurangi feed wastage Pantau bobot badan mingguan Lakukan culling selektif Tentukan umur panen berdasarkan kombinasi FCR, bobot, dan harga pasar Evaluasi performa tiap siklus dengan pencatatan lengkap Gunakan data historis untuk perbaikan keputusan produksi RANGKUMAN MATERI FCR menunjukkan efisiensi penggunaan pakan. Semakin kecil FCR, semakin baik. IP adalah indikator gabungan performa broiler yang mempertimbangkan: daya hidup, bobot panen, umur panen, efisiensi pakan. Analisis usaha broiler harus mengintegrasikan: aspek teknis (FCR, IP, mortalitas, bobot panen) aspek ekonomi (biaya, penerimaan, laba, R/C, HPP) Usaha broiler dinilai baik apabila: FCR efisien, mortalitas rendah, IP tinggi, HPP lebih rendah dari harga jual, R/C ratio > 1. PENUTUP Kemampuan menghitung FCR, IP, dan melakukan analisis usaha broiler per satu siklus produksi merupakan kompetensi penting dalam manajemen produksi broiler modern. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga harus mampu membaca data produksi, melakukan perhitungan secara akurat, dan mengambil keputusan manajerial berbasis hasil analisis teknis-ekonomis. REFERENSI SINGKAT (untuk bahan ajar/RPS) North, M.O., & Bell, D.D. Commercial Chicken Production Manual. Leeson, S., & Summers, J.D. Commercial Poultry Nutrition. Bell, D.D., & Weaver, W.D. Commercial Chicken Meat and Egg Production. Saputra, dkk. Literatur manajemen broiler modern dan analisis usaha ternak unggas. Standar teknis perusahaan integrator/kemitraan broiler (CP, Japfa, Malindo, dll.) untuk benchmarking FCR dan IP.
FUNGSI PERMINTAAN (Tujuan Pembelajaran : Peserta didik mampu menahami Pengertian Permintaan, Mampu menerapkan rumus fungsi permintaan dan Mampu Mengevaluasi kurva permintaan
Memahami Konsep Rasio