
Menghindari Perbuatan Keji dan Pergaulan Bebas
Quiz by didi
Tag the questions with any skills you have. Your dashboard will track each student's mastery of each skill.
Dalam QS. Al-Isra’ ayat 32, Allah berfirman,
Â
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan keji dan jalan yang buruk.”
Ayat ini tidak menggunakan kalimat “jangan berzina” tetapi “jangan mendekati zina”. Jika diperhatikan, perbedaan kalimat itu mengandung pesan mendalam tentang bagaimana Islam menjaga moral umatnya.Â
Menurut pemahaman yang lebih tepat, makna “jangan mendekati zina” ialah...
Kata “fahisyah” dalam QS. Al-Isra’: 32 bermakna perbuatan keji. Jika ditelaah lebih jauh, istilah ini bukan sekadar menggambarkan dosa besar, tetapi sesuatu yang menodai fitrah dan kemuliaan manusia.
Maka dari itu, yang paling tepat menggambarkan makna “fahisyah” ialah...
Allah menyebut zina sebagai "jalan yang buruk". Jika kita memaknai ayat itu dalam kehidupan remaja sekarang, maka “jalan buruk” tersebut bisa tampak dalam kebiasaan digital, gaya bergaul, dan cara berpikir yang tidak terkendali.
Maksud dari “jalan buruk” dalam konteks ini adalah...
Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah seorang pezina berzina dalam keadaan beriman...” (HR. Bukhari No. 6274)
Hadis ini sering disalah pahami seolah orang yang berzina kehilangan imannya selamanya. Padahal, hadis ini ingin menegaskan hubung antara iman dan kendali diri.
Maksud hadis tersebut yang paling mendekati kebenaran adalah...
Dari hadis yang sama, “Tidaklah seorang pezina berzina dalam keadaan beriman..,” dapat disimpulkan bahwa Rasulullah ingin mengingatkan manusia agar menjaga keimanan mereka melalui pengendalian diri.
Makna iman di sini lebih menekankan pada...
Rasulullah ﷺ bersabda: “Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian mampu menikah, maka menikahlah, karena hal itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan...” (HR. Tirmidzi No. 1910)
Dalam konteks hadis ini, kata “mampu” bukan hanya bermakna ekonomi. Makna yang lebih luas dari “mampu menikah” ialah...
Masih dalam hadis yang sama, Rasulullah menyebutkan, “Barangsiapa belum mampu, hendaklah ia berpuasa...”
Jika dikaji lebih dalam, perintah ini bukan sekadar ajakan berpuasa, tetapi memiliki dimensi psikologis dan spiritual.
Makna yang paling tepat dari pesan tersebut adalah...
Larangan mendekati zina (QS. Al-Isra’: 32) mencerminkan karakter hukum Islam yang memiliki pendekatan tertentu terhadap dosa.
Pendekatan yang dimaksud adalah...
Hadis “Tidaklah seorang pezina berzina dalam keadaan beriman” juga dapat dipahami bahwa iman tidak bersifat statis.
Pemahaman yang lebih benar mengenai sifat iman dalam hadis ini adalah...
Jika seorang siswa tidak melakukan zina, tetapi terbiasamenonton film dan konten yang mengandung rangsangan, maka berdasarkan QS.Al-Isra’: 32, perilaku tersebut termasuk dalam...
Hadis “Wahai para pemuda, barang siapa mampu menikah, maka menikahlah...” mengandung pesan sosial yang penting bagi kehidupan masyarakat.
Pesan yang dimaksud ialah...
QS. Al-Isra’: 32 dalam konteks pergaulan remaja modern mengajarkan prinsip menjaga batas interaksi.
Pemahaman yang paling tepat dari ayat ini untuk remaja masa kini adalah...
Jika dikaitkan dengan kehidupan digital, “jangan mendekati zina” bisa ditafsirkan lebih luas.
Makna ayat itu dalam konteks media sosial ialah...
Hadis HR. Bukhari No. 6274 menggambarkan fungsi iman dalam mengontrol perilaku manusia.
Fungsi iman menurut hadis tersebut adalah...
Gabungan antara QS. Al-Isra’: 32 dan dua hadis di atas memperlihatkan bahwa Islam tidak hanya melarang perbuatan dosa, tetapi juga menata kesadaran moral umatnya.
Kesimpulan yang paling tepat dari kedua sumber tersebut ialah...