
Mengingat Simbol dan Sila Pancasila - 8
QuizΒ by Tiara Akhwatunnisa
Customize this quiz to suit your class
Instantly translate to 100+ languages
Tag the questions with any skills you have. Your dashboard will track each student's mastery of each skill.
Give this quiz to my class
βApa arti dari simbol berikut?

simbol pangan dan sandang yang menyiratkan makna bahwa syarat utama negara yang adil
bangsa Indonesia saling terkait erat, saling bahu-membahu, dan saling membutuhkan
cahaya kerohanian yang berasal dari Tuhan kepada setiap manusia
βFilosofi sebagai hewan sosial yang suka berkumpul, seperti halnya musyawarah, di mana orang-orang berdiskusi untuk melahirkan suatu keputusan adalah sila ke-...

5
4
3
Apa arti dari simbol berikut?

Filosofi sebagai hewan sosial yang suka berkumpul, seperti halnya musyawarah, di mana orang-orang berdiskusi untuk melahirkan suatu keputusan adalah sila ke-...

Simbol sila ke-3, yaitu...
Setelah simbol berikut adalah simbol?

Sebelum simbol berikut, yaitu...

Ayo mengingat Kembali!!
ARAS MENGINGAT DAN MENGAPLIKASI
PERMINTAAN DAN PENAWARAN (Tujuan Pembelajaran : Siswa Mampu memahami Pengertian Permintaan dan Penawaran, Mampu Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran, Mampu Mengingat Hukum Permintaan dan Penawaran)
Slide 1 Merangkum Buku Fiksi dan Non-Fiksi Berdasarkan Gagasan Pokok Slide 2 Pengertian Merangkum β’ Merangkum adalah kegiatan menyusun ikhtisar β’ Mengambil inti atau pokok-pokok penting β’ Mempertahankan urutan ide penulis asli β’ Menggunakan bahasa sendiri yang lebih ringkas Slide 3 Tujuan Merangkum β’ Memahami isi bacaan dengan lebih mudah β’ Menghemat waktu membaca β’ Mengingat informasi penting lebih lama β’ Memudahkan mengulang materi bacaan Slide 4 Apa itu Gagasan Pokok? β’ Ide utama dalam paragraf β’ Inti dari sebuah bacaan β’ Biasanya terdapat di awal atau akhir paragraf β’ Didukung oleh kalimat-kalimat penjelas Slide 5 Perbedaan Buku Fiksi dan Non-Fiksi β’ Fiksi: cerita rekaan/khayalan β’ Non-fiksi: berdasarkan fakta dan kejadian nyata β’ Fiksi: memiliki alur cerita β’ Non-fiksi: menyajikan informasi dan pengetahuan Slide 6 Langkah Merangkum Buku Fiksi β’ Membaca keseluruhan cerita β’ Mencatat tokoh dan penokohan β’ Mengidentifikasi alur cerita β’ Menemukan tema dan amanat β’ Menulis dengan bahasa sendiri Slide 7 Unsur-unsur Penting Buku Fiksi β’ Tema β’ Alur β’ Tokoh dan Penokohan β’ Latar β’ Sudut Pandang β’ Amanat Slide 8 Langkah Merangkum Buku Non-Fiksi β’ Membaca secara seksama β’ Menandai gagasan pokok tiap paragraf β’ Mencatat informasi penting β’ Menghubungkan antar gagasan β’ Menyusun rangkuman Slide 9 Ciri-ciri Rangkuman yang Baik β’ Sesuai dengan isi asli β’ Lengkap dan jelas β’ Menggunakan bahasa baku β’ Tidak mengubah urutan ide β’ Objektif Slide 10 Tips Menemukan Gagasan Pokok β’ Perhatikan kalimat pertama paragraf β’ Cari kalimat yang diulang-ulang β’ Identifikasi kata kunci β’ Temukan kalimat yang dijelaskan Slide 11 Contoh Merangkum Buku Fiksi β’ Judul: "Laskar Pelangi" β’ Tema: Pendidikan β’ Tokoh utama dan karakternya β’ Ringkasan alur cerita β’ Pesan moral Slide 12 Contoh Merangkum Buku Non-Fiksi β’ Judul: "Sejarah Indonesia" β’ Topik utama tiap bab β’ Fakta-fakta penting β’ Hubungan antar peristiwa β’ Kesimpulan Slide 13 Kesalahan Umum dalam Merangkum β’ Terlalu panjang β’ Mengubah makna asli β’ Menambah pendapat pribadi β’ Mengabaikan urutan ide β’ Copy-paste langsung Slide 14 Teknik Membaca Efektif β’ Scanning β’ Skimming β’ Reading for detail β’ Membuat catatan β’ Mind mapping Slide 15 Kata Penghubung dalam Merangkum β’ Selanjutnya β’ Kemudian β’ Oleh karena itu β’ Dengan demikian β’ Sementara itu Slide 16 Format Rangkuman β’ Identitas buku β’ Pendahuluan β’ Isi pokok β’ Kesimpulan β’ Komentar (opsional) Slide 17 Manfaat Keterampilan Merangkum β’ Meningkatkan pemahaman β’ Mengembangkan kemampuan analisis β’ Melatih menulis efektif β’ Mempertajam daya ingat β’ Efisiensi belajar Slide 18 Evaluasi Rangkuman β’ Kelengkapan isi β’ Ketepatan gagasan pokok β’ Penggunaan bahasa β’ Keterpaduan ide β’ Kerapian penulisan Slide 19 Latihan Praktik β’ Pilih buku fiksi/non-fiksi β’ Identifikasi gagasan pokok β’ Tulis rangkuman β’ Periksa kelengkapan β’ Revisi bila perlu Slide 20 Rangkuman dan Penutup β’ Merangkum adalah keterampilan penting β’ Perhatikan perbedaan fiksi dan non-fiksi β’ Fokus pada gagasan pokok β’ Gunakan bahasa sendiri
Akun yang digunakan untuk menginput persediaan siswa
Akun yang digunakan untuk menginput persediaan yaitu
akun yng akan digunakan untuk menginput persediaan yaitu
Gangguan pada Sistem Sirkulasi Manusia Sistem sirkulasi berfungsi mengedarkan darah, oksigen, dan zat makanan ke seluruh tubuh serta mengangkut sisa metabolisme. Jika sistem ini terganggu, tubuh bisa cepat lelah, sakit, bahkan berbahaya. Berikut gangguan-gangguannya: 1. Anemia Anemia, yaitu keadaan di mana jumlah eritrosit di dalam hemoglobin di bawah batas normal. Artinya: Anemia adalah kondisi ketika sel darah merah atau hemoglobin dalam tubuh kurang, sehingga darah tidak mampu membawa oksigen dengan baik ke seluruh tubuh. Akibatnya: Penderita anemia mudah lelah, pusing, lemas, dan terlihat pucat karena tubuh kekurangan oksigen. Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Seseorang cepat capek saat beraktivitas, mudah mengantuk di sekolah, dan merasa lemas meskipun tidak melakukan aktivitas berat. 2. Hemofilia Hemofilia adalah kelainan yang ditandai dengan sulitnya darah untuk membeku. Penyakit keturunan ini disebabkan oleh defisiensi faktor pembekuan darah. Artinya: Hemofilia merupakan penyakit bawaan yang menyebabkan darah sulit berhenti ketika terjadi luka. Akibatnya: Luka kecil dapat menyebabkan perdarahan yang lama dan berisiko berbahaya jika tidak ditangani. Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Saat penderita tergores atau jatuh, darah keluar lebih lama dibandingkan orang normal meskipun lukanya kecil. 3. Talasemia Talasemia adalah kelainan pada bentuk eritrosit. Akibatnya, eritrosit di dalam tubuh penderita akan mudah rusak, rapuh, dan kurang optimal dalam mengikat oksigen. Artinya: Talasemia merupakan penyakit keturunan yang memengaruhi bentuk dan fungsi sel darah merah. Akibatnya: Tubuh menjadi cepat lelah, pertumbuhan terganggu, dan penderita sering membutuhkan transfusi darah. Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Anak dengan talasemia terlihat kurang aktif dan harus rutin memeriksakan diri ke rumah sakit. 4. Hipotensi (Tekanan darah rendah) Hipotensi adalah keadaan di mana tekanan darah arteri menurun sampai di bawah batas normal, misalnya 90/60 mmHg untuk sistol/diastol. Artinya: Hipotensi adalah kondisi tekanan darah terlalu rendah. Akibatnya: Penderita dapat mengalami pusing, lemas, dan bahkan pingsan. Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Seseorang merasa pusing saat berdiri terlalu cepat setelah duduk atau berbaring. 5. Hipertensi (Tekanan darah tinggi) Hipertensi adalah keadaan di mana tekanan darah arteri meningkat sampai di atas normal, misalnya 140/90 mmHg. Keadaan ini bisa disebut tekanan darah tinggi. Artinya: Hipertensi adalah kondisi tekanan darah lebih tinggi dari batas normal. Akibatnya: Dapat menyebabkan sakit kepala, gangguan jantung, stroke, dan kerusakan pembuluh darah jika tidak dikontrol. Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Orang yang sering makan makanan asin, jarang berolahraga, dan sering stres lebih berisiko mengalami hipertensi. 6. Trombus Trombus adalah kelainan di mana terdapat gumpalan darah yang menyumbat pembuluh darah. Artinya: Trombus adalah penggumpalan darah yang menghambat aliran darah di dalam pembuluh. Akibatnya: Aliran darah menjadi tidak lancar dan dapat menyebabkan kerusakan organ. Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Orang yang duduk terlalu lama tanpa bergerak berisiko mengalami penggumpalan darah di kaki. 7. Varises Varises adalah kelainan yang disebabkan oleh pelebaran pembuluh vena. Pelebaran biasa terjadi di anggota tubuh bagian bawah, contohnya betis. Artinya: Varises terjadi ketika pembuluh darah vena melebar karena aliran darah tidak lancar. Akibatnya: Kaki terasa pegal, berat, dan pembuluh darah tampak menonjol. Contoh dalam kehidupan sehari-hari: Sering dialami oleh orang yang berdiri terlalu lama seperti guru, pedagang, atau perawat.