Loading...

Pembelajaran Secara Dalam Talian
Customize this quiz to suit your class
Instantly translate to 100+ languages
Tag the questions with any skills you have. Your dashboard will track each student's mastery of each skill.
Give this quiz to my class
DELIMa
دليما
ليما
دليم
CikgooTUBE
چيکݢو تيوب
چيقݢو توب
چيکݢو توب
DELIMa
CikgooTUBE
EduwebTV
Google Meet
Zoom
MicrosoftTeams
Live streaming
Buatlah soal kuis dari materi ini: MATERI LDKO SMP Tema: Disiplin dan Karakter SMPN 1 Pameungpeuk ________________________________________ A. Pendahuluan LDKO (Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi) adalah wadah penting untuk membentuk calon pemimpin muda, khususnya pengurus OSIS, agar memiliki sikap disiplin, karakter yang kuat, dan jiwa kepemimpinan. Pemimpin yang baik bukan hanya pintar berbicara, tetapi juga mampu memberi teladan melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Pantun pembuka: Pergi ke taman memetik melati, Melati putih harum baunya. Disiplin diri sejak dini, Agar sukses di masa depan nantinya. ________________________________________ B. Pengertian Disiplin 1. Definisi Disiplin Disiplin adalah sikap patuh dan taat terhadap aturan, waktu, dan tanggung jawab, yang dilakukan dengan kesadaran diri, bukan karena paksaan. Disiplin mencakup: - Disiplin waktu (datang tepat waktu) - Disiplin aturan (menaati tata tertib) - Disiplin tanggung jawab (menyelesaikan tugas dengan baik) 2. Pentingnya Disiplin bagi Pelajar • Membentuk kebiasaan positif • Melatih tanggung jawab dan kejujuran • Menjadi dasar kesuksesan akademik dan organisasi Pantun: Jam berdentang tanda waktu, Belajar giat jangan ditunda. Disiplin itu kunci utama, Untuk meraih cita-cita. ________________________________________ C. Pengertian Karakter 1. Definisi Karakter Karakter adalah nilai-nilai moral dan sikap positif yang tertanam dalam diri seseorang dan tercermin dalam perilaku sehari-hari. Karakter bukan bawaan lahir semata, tetapi dibentuk melalui pendidikan, pembiasaan, dan keteladanan. 2. Nilai-Nilai Karakter Utama (8 Dimensi Profil Lulusan) Penguatan karakter peserta didik saat ini mengacu pada 8 Dimensi Profil Lulusan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Delapan dimensi ini menjadi arah pembentukan karakter siswa, termasuk dalam kegiatan LDKO dan organisasi OSIS, yaitu: 1. Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan YME Tercermin dalam sikap jujur, berakhlak mulia, disiplin beribadah, serta menjunjung nilai moral dalam setiap kegiatan organisasi. 2. Kewargaan Ditunjukkan melalui kepatuhan terhadap aturan sekolah, semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan kesediaan menjalankan hak serta kewajiban sebagai warga sekolah. 3. Penalaran Kritis Kemampuan berpikir logis, menganalisis masalah organisasi, serta mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab. 4. Kreativitas Mampu menciptakan ide-ide baru, inovatif dalam program kerja OSIS, serta berani mencari solusi atas tantangan yang dihadapi. 5. Kolaborasi Kesanggupan bekerja sama, gotong royong, menghargai perbedaan pendapat, dan membangun kekompakan antaranggota. 6. Kemandirian Sikap tidak bergantung pada orang lain, percaya diri, disiplin diri, serta mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawab organisasi. 7. Kesehatan Menjaga kesehatan fisik dan mental, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta mampu mengelola stres dalam kegiatan organisasi. 8. Komunikasi Mampu menyampaikan pendapat dengan sopan, mendengarkan orang lain, serta berkomunikasi secara efektif dalam rapat dan kegiatan OSIS. Pantun: Pergi berlayar menuju seberang, Angin sepoi menemani bahtera. Karakter kuat delapan dimensi terkarang, Pemimpin muda siap berkarya nyata. ________________________________________ D. Keterkaitan Disiplin dan Karakter Disiplin dan karakter tidak dapat dipisahkan: - Disiplin tanpa karakter → kaku dan terpaksa - Karakter tanpa disiplin → niat baik tanpa konsistensi Pemimpin OSIS yang ideal adalah yang berkarakter kuat dan disiplin tinggi. ________________________________________ E. Penerapan Disiplin dan Karakter dalam Berorganisasi 1. Contoh Disiplin dalam Organisasi • Hadir rapat tepat waktu • Memakai seragam sesuai ketentuan • Menyelesaikan tugas sesuai deadline • Mengikuti keputusan bersama 2. Contoh Karakter dalam Organisasi • Jujur dalam laporan kegiatan dan keuangan • Tanggung jawab terhadap jabatan • Saling menghargai pendapat • Mampu bekerja sama (gotong royong) Pantun: Rapat dimulai tepat waktu, Semua hadir tanpa paksaan. Organisasi akan maju, Jika disiplin jadi kebiasaan. ________________________________________ F. Penerapan Disiplin dan Karakter dalam OSIS Sebagai organisasi siswa di sekolah, OSIS harus menjadi teladan. 1. Disiplin Pengurus OSIS • Menjadi contoh dalam menaati tata tertib sekolah • Aktif mengikuti kegiatan sekolah • Konsisten menjalankan program kerja 2. Karakter Pengurus OSIS • Kepemimpinan yang adil dan bijaksana • Berani bertanggung jawab • Peduli terhadap sesama siswa • Menjunjung tinggi nama baik sekolah Pantun: Bersama teman menanam padi, Padi tumbuh subur di sawah. OSIS disiplin, OSIS berkarakter, Sekolah maju penuh berkah. ________________________________________ G. Dasar Hukum Pelaksanaan penguatan karakter, disiplin, dan pembinaan kepemimpinan peserta didik dalam kegiatan LDKO dan OSIS berlandaskan regulasi berikut: 1. Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, yang menegaskan pembentukan karakter dan kompetensi lulusan melalui pembelajaran dan kegiatan kokurikuler serta ekstrakurikuler. 2. Kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Profil Lulusan (2024–sekarang), yang menetapkan 8 Dimensi Profil Lulusan sebagai acuan utama pembinaan peserta didik. 3. Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, yang menegaskan bahwa OSIS dan LDKO merupakan sarana pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kepribadian peserta didik. 4. Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan, yang mengatur tujuan pembinaan siswa agar beriman, bertakwa, berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab. ________________________________________ H. Penutup Disiplin dan karakter adalah fondasi utama kepemimpinan. Melalui LDKO ini, diharapkan peserta mampu menjadi pengurus OSIS yang: - Disiplin dalam sikap dan tindakan - Berkarakter Pancasila - Siap menjadi teladan bagi seluruh siswa Pantun penutup: Mentari pagi bersinar cerah, Menyinari bumi penuh harapan. Mari disiplin dan berkarakter indah, Demi masa depan gemilang. ________________________________________ “Pemimpin sejati bukan yang paling hebat memerintah, tetapi yang paling konsisten memberi contoh.”
1. Apa yang dimaksud dengan prinsip penilaian dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia? A. Penentuan standar minimal kelulusan siswa B. Pendekatan yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa C. Dasar-dasar yang harus dipenuhi dalam melaksanakan penilaian secara adil dan efektif D. Metode yang digunakan guru untuk memberikan tugas kepada siswa Jawaban: C 2. Salah satu prinsip penting dalam penilaian adalah "keseluruhan." Prinsip ini berarti bahwa penilaian harus: A. Dilakukan di akhir periode pembelajaran B. Melibatkan semua aspek yang dipelajari siswa, baik kognitif, afektif, maupun psikomotor C. Hanya mengukur pengetahuan dasar siswa D. Mengutamakan penilaian sikap dan perilaku siswa Jawaban: B 3. Prinsip "objektivitas" dalam penilaian mengacu pada: A. Menggunakan alat penilaian yang tepat dan relevan dengan materi pembelajaran B. Memberikan nilai berdasarkan hasil yang nyata tanpa dipengaruhi faktor lain seperti preferensi pribadi C. Melibatkan seluruh aspek pembelajaran dalam proses penilaian D. Menilai kemampuan siswa secara subyektif sesuai dengan kondisi kelas Jawaban: B 4. Manakah dari berikut ini yang merupakan salah satu prinsip penilaian yang baik dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia? A. Penilaian bersifat subyektif sesuai keinginan guru B. Penilaian dilakukan hanya berdasarkan satu aspek keterampilan siswa C. Penilaian dilakukan secara berkelanjutan untuk memantau perkembangan siswa D. Penilaian hanya dilakukan pada akhir semester Jawaban: C 5. Apa yang dimaksud dengan acuan penilaian dalam konteks pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia? A. Sistem yang digunakan untuk memberikan umpan balik kepada siswa B. Kriteria atau standar yang digunakan untuk menentukan tingkat pencapaian siswa C. Teknik mengajar yang diterapkan selama proses pembelajaran D. Metode evaluasi lisan dalam menilai kemampuan berbicara siswa Jawaban: B 6. Acuan penilaian yang menggunakan kriteria tertentu sebagai patokan disebut: A. Acuan norma B. Acuan kriteria C. Acuan standar D. Acuan individual Jawaban: B 7. Penilaian yang membandingkan hasil belajar siswa dengan hasil belajar siswa lain dalam satu kelompok disebut: A. Penilaian berbasis kriteria B. Penilaian sumatif C. Penilaian berbasis norma D. Penilaian formatif Jawaban: C 8. Acuan kriteria dalam penilaian berarti bahwa penilaian: A. Menggunakan hasil belajar siswa lain sebagai standar B. Membandingkan pencapaian siswa dengan standar atau tujuan pembelajaran yang telah ditentukan C. Hanya menilai aspek kognitif siswa D. Dilakukan secara acak tanpa kriteria tertentu Jawaban: B 9. Prinsip "validitas" dalam penilaian berarti bahwa: A. Instrumen penilaian mengukur apa yang seharusnya diukur B. Penilaian dilakukan berdasarkan standar yang berubah-ubah C. Penilaian dilakukan hanya sekali dalam satu periode belajar D. Hasil penilaian dapat direplikasi oleh guru lain Jawaban: A 10. Salah satu contoh penerapan acuan kriteria dalam penilaian Bahasa dan Sastra Indonesia adalah: A. Membandingkan nilai siswa dengan nilai rata-rata kelas B. Menggunakan rubrik penilaian untuk menilai esai siswa berdasarkan standar tertentu C. Memberikan nilai berdasarkan partisipasi siswa selama pembelajaran D. Memberikan nilai akhir berdasarkan intuisi guru Jawaban: B Semoga soal-soal ini sesuai dengan kebutuhan Anda! Apakah ada pe
MATERI PERKULIAHAN Sub-CPMK 1.7 Mampu menghitung performa produksi (IP, FCR) dan melakukan Analisis Usaha Broiler per satu siklus produksi 1. IDENTITAS MATERI Mata Kuliah : Produksi Ternak Potong Unggas Komersil Pokok Bahasan : Evaluasi Performa Produksi dan Analisis Usaha Broiler Sub-CPMK : 1.7 Capaian Pembelajaran : Mahasiswa mampu: Menjelaskan parameter performa produksi broiler. Menghitung Feed Conversion Ratio (FCR). Menghitung Indeks Performa (IP). Menganalisis hasil performa produksi dalam satu siklus pemeliharaan. Menyusun analisis usaha broiler per satu siklus produksi. Menarik kesimpulan kelayakan usaha berdasarkan hasil teknis dan ekonomis. ________________________________________ 2. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu: Memahami konsep dasar evaluasi performa broiler. Mengidentifikasi data teknis yang dibutuhkan dalam perhitungan performa. Menghitung mortalitas, deplesi, bobot badan rata-rata, FCR, dan IP. Menghitung biaya produksi, penerimaan, keuntungan, dan efisiensi usaha broiler. Menganalisis hubungan antara performa teknis dengan hasil ekonomi usaha. ________________________________________ 3. DESKRIPSI MATERI Dalam usaha broiler modern, keberhasilan produksi tidak hanya diukur dari bobot panen, tetapi juga dari efisiensi penggunaan pakan, tingkat kematian, umur panen, serta keuntungan yang diperoleh per siklus. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan untuk menghitung parameter teknis produksi seperti FCR dan IP, serta mengaitkannya dengan analisis usaha agar dapat diketahui apakah usaha berjalan efisien dan menguntungkan. ________________________________________ 4. POKOK-POKOK MATERI A. Konsep Dasar Evaluasi Performa Produksi Broiler 1. Pengertian Performa Produksi Performa produksi broiler adalah gambaran tingkat keberhasilan pemeliharaan ayam broiler selama satu periode/siklus pemeliharaan yang dinilai dari indikator teknis tertentu. 2. Parameter Utama Performa Produksi Parameter yang umum digunakan meliputi: Populasi awal DOC Jumlah ayam hidup saat panen Mortalitas (%) Deplesi (%) Umur panen (hari) Bobot badan rata-rata panen (kg/ekor) Total konsumsi pakan (kg) Feed Conversion Ratio (FCR) Indeks Performa (IP) ________________________________________ B. Parameter Teknis dan Rumus Perhitungan ________________________________________ 1. Mortalitas (%) Pengertian: Persentase ayam yang mati selama masa pemeliharaan. Rumus: "Mortalitas (%)"="Jumlah ayam mati" /"Populasi awal" ×100 Contoh: Populasi awal = 5.000 ekor Ayam mati = 150 ekor "Mortalitas"=150/5000×100=3% ________________________________________ 2. Deplesi (%) Pengertian: Persentase pengurangan populasi akibat kematian dan afkir/culling. Rumus: "Deplesi (%)"="Ayam mati + ayam afkir" /"Populasi awal" ×100 Jika tidak ada afkir, maka deplesi = mortalitas. ________________________________________ 3. Persentase Ayam Hidup / Livability (%) Rumus: "Livability (%)"="Jumlah ayam panen" /"Populasi awal" ×100 atau "Livability (%)"=100-"Deplesi (%)" ________________________________________ 4. Bobot Badan Rata-Rata Panen Rumus: "Bobot rata-rata (kg/ekor)"="Total bobot panen (kg)" /"Jumlah ayam panen (ekor)" ________________________________________ 5. Feed Conversion Ratio (FCR) Pengertian: FCR adalah rasio jumlah pakan yang dikonsumsi terhadap pertambahan bobot hidup atau bobot hidup yang dihasilkan. Rumus praktis broiler: "FCR"="Total konsumsi pakan (kg)" /"Total bobot hidup panen (kg)" Interpretasi: Semakin rendah nilai FCR, semakin efisien penggunaan pakan. Contoh: Total pakan = 16.000 kg Total bobot panen = 9.600 kg "FCR"=16.000/9.600=1,67 Interpretasi: Untuk menghasilkan 1 kg bobot hidup, dibutuhkan 1,67 kg pakan. ________________________________________ 6. Indeks Performa (IP) Pengertian: IP adalah indikator gabungan untuk menilai performa pemeliharaan broiler berdasarkan: daya hidup, bobot badan, umur panen, efisiensi pakan. Rumus umum IP: "IP"=("Livability (%)" ×"Bobot rata-rata (kg)" )/("Umur panen (hari)" ×"FCR" )×100 Contoh: Livability = 97% Bobot rata-rata = 2,0 kg Umur panen = 35 hari FCR = 1,67 "IP"=(97×2,0)/(35×1,67)×100 "IP"=194/58,45×100=331,9 Jadi, IP = 331,9 ________________________________________ C. Interpretasi Nilai FCR dan IP 1. Interpretasi FCR < 1,50 = sangat efisien 1,50 – 1,65 = efisien/baik 1,66 – 1,80 = cukup > 1,80 = kurang efisien Catatan: Nilai ini dapat berbeda tergantung strain, umur panen, sistem kandang, musim, dan standar perusahaan. ________________________________________ 2. Interpretasi IP (umum) > 400 = sangat baik / ممتاز 351 – 400 = baik 301 – 350 = cukup baik 251 – 300 = sedang < 250 = kurang Dalam praktik kemitraan, IP sering menjadi dasar evaluasi bonus performa. ________________________________________ 5. HUBUNGAN PARAMETER TEKNIS DENGAN KINERJA USAHA Performa teknis sangat menentukan keuntungan usaha broiler: FCR naik → biaya pakan meningkat → laba turun Mortalitas naik → ayam panen berkurang → penerimaan turun Bobot panen rendah → total kg jual turun → omzet turun Umur panen terlalu lama → biaya operasional naik → efisiensi turun IP tinggi → menunjukkan usaha lebih efisien dan berpotensi lebih menguntungkan ________________________________________ 6. ANALISIS USAHA BROILER PER SATU SIKLUS PRODUKSI A. Pengertian Analisis Usaha Analisis usaha broiler adalah perhitungan ekonomi untuk mengetahui: total biaya produksi, total penerimaan, pendapatan/keuntungan, efisiensi usaha, kelayakan usaha per satu siklus pemeliharaan. ________________________________________ B. Komponen Biaya Produksi 1. Biaya Tetap (Fixed Cost) Biaya yang relatif tidak berubah dalam satu siklus, misalnya: Penyusutan kandang Penyusutan peralatan Pajak/sewa lahan (jika dihitung) Bunga modal tetap (opsional) 2. Biaya Variabel (Variable Cost) Biaya yang berubah sesuai jumlah populasi, misalnya: DOC Pakan Obat, vitamin, vaksin (OVK) Sekam/litter Gas/LPG/bahan bakar brooder Listrik dan air Tenaga kerja Desinfektan dan sanitasi Biaya panen/angkut Biaya lain-lain operasional Catatan penting: Pada usaha broiler, pakan biasanya menyumbang 60–70% dari total biaya produksi. ________________________________________ 7. RUMUS ANALISIS USAHA 1. Total Biaya Produksi (TC) "TC"="Biaya Tetap"+"Biaya Variabel" ________________________________________ 2. Total Penerimaan (TR) Jika dijual berdasarkan bobot hidup: "TR"="Total bobot panen (kg)"×"Harga jual per kg" Jika ada penerimaan tambahan: "TR total"="Penjualan ayam"+"Penjualan kotoran"+"Penjualan karung pakan/bekas" ________________________________________ 3. Keuntungan / Pendapatan (π) π="TR"-"TC" ________________________________________ 4. R/C Ratio R/C="TR" /"TC" Kriteria: R/C > 1 → usaha menguntungkan R/C = 1 → impas R/C < 1 → usaha merugi ________________________________________ 5. B/C Ratio (opsional) B/C=("TR" -"TC" )/"TC" ________________________________________ 6. Harga Pokok Produksi (HPP) "HPP per kg"="Total biaya produksi" /"Total bobot panen (kg)" Interpretasi: Jika harga jual > HPP → usaha berpotensi untung. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FCR, IP, DAN KEUNTUNGAN A. Faktor Teknis Kualitas DOC Mutu pakan Program brooding Kepadatan kandang Ventilasi dan suhu kandang Kualitas air minum Program vaksinasi dan biosekuriti Manajemen litter Ketepatan waktu panen B. Faktor Ekonomi Harga DOC Harga pakan Harga jual ayam hidup Biaya tenaga kerja Biaya energi (gas/listrik) Sistem usaha (mandiri vs kemitraan) STRATEGI MENINGKATKAN PERFORMA DAN KEUNTUNGAN Gunakan DOC berkualitas dan seragam Laksanakan brooding secara optimal (0–14 hari sangat krusial) Pastikan feed intake dan water intake normal Terapkan biosekuriti ketat Kurangi feed wastage Pantau bobot badan mingguan Lakukan culling selektif Tentukan umur panen berdasarkan kombinasi FCR, bobot, dan harga pasar Evaluasi performa tiap siklus dengan pencatatan lengkap Gunakan data historis untuk perbaikan keputusan produksi RANGKUMAN MATERI FCR menunjukkan efisiensi penggunaan pakan. Semakin kecil FCR, semakin baik. IP adalah indikator gabungan performa broiler yang mempertimbangkan: daya hidup, bobot panen, umur panen, efisiensi pakan. Analisis usaha broiler harus mengintegrasikan: aspek teknis (FCR, IP, mortalitas, bobot panen) aspek ekonomi (biaya, penerimaan, laba, R/C, HPP) Usaha broiler dinilai baik apabila: FCR efisien, mortalitas rendah, IP tinggi, HPP lebih rendah dari harga jual, R/C ratio > 1. PENUTUP Kemampuan menghitung FCR, IP, dan melakukan analisis usaha broiler per satu siklus produksi merupakan kompetensi penting dalam manajemen produksi broiler modern. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga harus mampu membaca data produksi, melakukan perhitungan secara akurat, dan mengambil keputusan manajerial berbasis hasil analisis teknis-ekonomis. REFERENSI SINGKAT (untuk bahan ajar/RPS) North, M.O., & Bell, D.D. Commercial Chicken Production Manual. Leeson, S., & Summers, J.D. Commercial Poultry Nutrition. Bell, D.D., & Weaver, W.D. Commercial Chicken Meat and Egg Production. Saputra, dkk. Literatur manajemen broiler modern dan analisis usaha ternak unggas. Standar teknis perusahaan integrator/kemitraan broiler (CP, Japfa, Malindo, dll.) untuk benchmarking FCR dan IP.
Materi pengembangan materi pembelajaran berdasarkan Pengembangan Materi Pembelajaran (Ringkasan) 1. Pengertian Pengembangan materi pembelajaran adalah proses menyusun, memilih, dan mengorganisasi bahan ajar agar membantu siswa mencapai tujuan belajar secara efektif. 2. Tujuan Membantu siswa memahami materi dengan mudah Mencapai kompetensi yang diharapkan Membuat pembelajaran lebih menarik dan interaktif 3. Jenis Materi Pembelajaran Fakta → informasi nyata (contoh: tanggal, nama) Konsep → ide atau pengertian (contoh: definisi) Prinsip → hubungan antar konsep Prosedur → langkah-langkah melakukan sesuatu 4. Prinsip Pengembangan Materi Relevansi → sesuai kebutuhan siswa Konsistensi → selaras dengan tujuan pembelajaran Kecukupan → tidak terlalu sedikit atau berlebihan 5. Langkah-langkah Pengembangan Analisis kebutuhan siswa Menentukan tujuan pembelajaran Menyusun materi Mengembangkan media (teks, video, dll) Evaluasi dan revisi 6. Bentuk Materi Cetak: buku, modul Digital: video, e-learning, presentasi Interaktif: kuis, game edukasi 7. Ciri Materi yang Baik Mudah dipahami Menarik dan tidak membosankan Sesuai tingkat kemampuan siswa Mendukung aktivitas belajar
pembelajaran
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam
Pembelajaran IPA Kelas 4
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 2 BAB 1