Loading...
Give this quiz to my class
Pengertian Kegiatan Ekonomi - Starter Quiz
Pengertian kegiatan ekonomi - Exit Quiz
Pengertian Kegiatan Produksi
Buatkan pertanyaan dari materi ini: MATERI PELAJARAN PERTEMUAN KELIMA 1. Pengertian resensi Kata resensi berasal dari bahasa Latin recensere atau recensio yang berarti meninjau kembali atau melihat kembali. Dalam konteks karya sastra, resensi adalah kegiatan memberikan tanggapan, penilaian, serta ulasan terhadap suatu karya, baik karya fiksi maupun nonfiksi. Jadi, resensi cerpen adalah kegiatan menilai, mengulas, dan memberikan pendapat terhadap sebuah cerpen dengan tujuan untuk mengetahui kelebihan, kekurangan, dan nilai yang terkandung di dalamnya. Melalui resensi, seseorang tidak hanya menceritakan ulang isi cerpen, tetapi juga menyampaikan pandangan kritis terhadap isi, gaya bahasa, alur, tokoh, dan pesan yang ingin disampaikan pengarang.\ 2. Tujuan Resensi Resensi memiliki beberapa tujuan penting, baik bagi pembaca, penulis, maupun dunia sastra. Berikut tujuan resensi cerpen secara umum: a. Memberikan penilaian dan ulasan tentang isi, struktur, dan kualitas suatu cerpen, terutama dalam hal tema, alur, tokoh, dan pesan moral. b. Memberikan informasi tentang keunggulan dan kelemahan sebuah cerpen serta memberikan rekomendasi apakah cerpen tersebut menarik untuk dibaca. c. Membantu pembaca memahami isi cerpen tanpa harus membacanya secara lengkap, dengan memberikan pandangan yang objektif mengenai isi dan kualitas karya tersebut. d. Membantu penulis cerpen memperoleh masukan atau saran agar dapat memperbaiki karya mereka di masa mendatang. e. Memberikan pemahaman yang menyeluruh (komprehensif) tentang hal-hal yang tampak maupun tersirat dalam cerpen, seperti nilai-nilai kehidupan dan pesan sosial. f. Mengajak pembaca berpikir dan merenung, serta mendiskusikan lebih dalam fenomena atau problematika yang diangkat dalam cerpen. g. Memberikan pertimbangan kepada pembaca mengenai isi, pesan, dan kualitas cerpen sebelum mereka memutuskan untuk membaca atau menilainya sendiri. 3. Fungsi Resensi Cerpen Resensi tidak hanya berfungsi bagi pembaca, tetapi juga memiliki manfaat luas bagi penulis, penerbit, dan media massa. a. Bagi Penulis Cerpen • Resensi menjadi umpan balik (feedback) dan sarana evaluasi terhadap karya yang ditulis. • Penulis dapat mengetahui pendapat dan tanggapan pembaca terhadap cerpen yang dibuatnya. • Resensi membantu penulis meningkatkan kualitas karya pada penulisan berikutnya. b. Bagi Penerbit • Resensi berfungsi sebagai alat promosi untuk memperkenalkan karya sastra yang diterbitkan kepada masyarakat. • Penerbit dapat melihat tanggapan atau sambutan pembaca terhadap cerpen yang dipublikasikan. • Melalui resensi, penerbit dapat memperoleh masukan untuk meningkatkan kualitas penerbitan karya berikutnya. c. Bagi Pembaca atau Penerbit Media Massa • Resensi menjadi sumber informasi bagi pembaca untuk menilai apakah cerpen tersebut menarik, layak dibaca, atau sesuai dengan minat mereka. • Media massa menggunakan resensi sebagai ruang literasi publik, tempat pembaca dapat mengenal lebih banyak karya sastra dan memperluas wawasan mereka. • Resensi juga berfungsi untuk menguji atau mengembangkan topik-topik sosial dan kemanusiaan yang sering diangkat dalam cerpen.
Slide 1 Merangkum Buku Fiksi dan Non-Fiksi Berdasarkan Gagasan Pokok Slide 2 Pengertian Merangkum • Merangkum adalah kegiatan menyusun ikhtisar • Mengambil inti atau pokok-pokok penting • Mempertahankan urutan ide penulis asli • Menggunakan bahasa sendiri yang lebih ringkas Slide 3 Tujuan Merangkum • Memahami isi bacaan dengan lebih mudah • Menghemat waktu membaca • Mengingat informasi penting lebih lama • Memudahkan mengulang materi bacaan Slide 4 Apa itu Gagasan Pokok? • Ide utama dalam paragraf • Inti dari sebuah bacaan • Biasanya terdapat di awal atau akhir paragraf • Didukung oleh kalimat-kalimat penjelas Slide 5 Perbedaan Buku Fiksi dan Non-Fiksi • Fiksi: cerita rekaan/khayalan • Non-fiksi: berdasarkan fakta dan kejadian nyata • Fiksi: memiliki alur cerita • Non-fiksi: menyajikan informasi dan pengetahuan Slide 6 Langkah Merangkum Buku Fiksi • Membaca keseluruhan cerita • Mencatat tokoh dan penokohan • Mengidentifikasi alur cerita • Menemukan tema dan amanat • Menulis dengan bahasa sendiri Slide 7 Unsur-unsur Penting Buku Fiksi • Tema • Alur • Tokoh dan Penokohan • Latar • Sudut Pandang • Amanat Slide 8 Langkah Merangkum Buku Non-Fiksi • Membaca secara seksama • Menandai gagasan pokok tiap paragraf • Mencatat informasi penting • Menghubungkan antar gagasan • Menyusun rangkuman Slide 9 Ciri-ciri Rangkuman yang Baik • Sesuai dengan isi asli • Lengkap dan jelas • Menggunakan bahasa baku • Tidak mengubah urutan ide • Objektif Slide 10 Tips Menemukan Gagasan Pokok • Perhatikan kalimat pertama paragraf • Cari kalimat yang diulang-ulang • Identifikasi kata kunci • Temukan kalimat yang dijelaskan Slide 11 Contoh Merangkum Buku Fiksi • Judul: "Laskar Pelangi" • Tema: Pendidikan • Tokoh utama dan karakternya • Ringkasan alur cerita • Pesan moral Slide 12 Contoh Merangkum Buku Non-Fiksi • Judul: "Sejarah Indonesia" • Topik utama tiap bab • Fakta-fakta penting • Hubungan antar peristiwa • Kesimpulan Slide 13 Kesalahan Umum dalam Merangkum • Terlalu panjang • Mengubah makna asli • Menambah pendapat pribadi • Mengabaikan urutan ide • Copy-paste langsung Slide 14 Teknik Membaca Efektif • Scanning • Skimming • Reading for detail • Membuat catatan • Mind mapping Slide 15 Kata Penghubung dalam Merangkum • Selanjutnya • Kemudian • Oleh karena itu • Dengan demikian • Sementara itu Slide 16 Format Rangkuman • Identitas buku • Pendahuluan • Isi pokok • Kesimpulan • Komentar (opsional) Slide 17 Manfaat Keterampilan Merangkum • Meningkatkan pemahaman • Mengembangkan kemampuan analisis • Melatih menulis efektif • Mempertajam daya ingat • Efisiensi belajar Slide 18 Evaluasi Rangkuman • Kelengkapan isi • Ketepatan gagasan pokok • Penggunaan bahasa • Keterpaduan ide • Kerapian penulisan Slide 19 Latihan Praktik • Pilih buku fiksi/non-fiksi • Identifikasi gagasan pokok • Tulis rangkuman • Periksa kelengkapan • Revisi bila perlu Slide 20 Rangkuman dan Penutup • Merangkum adalah keterampilan penting • Perhatikan perbedaan fiksi dan non-fiksi • Fokus pada gagasan pokok • Gunakan bahasa sendiri
Buatlah soal kuis dari materi ini: MATERI LDKO SMP Tema: Disiplin dan Karakter SMPN 1 Pameungpeuk ________________________________________ A. Pendahuluan LDKO (Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi) adalah wadah penting untuk membentuk calon pemimpin muda, khususnya pengurus OSIS, agar memiliki sikap disiplin, karakter yang kuat, dan jiwa kepemimpinan. Pemimpin yang baik bukan hanya pintar berbicara, tetapi juga mampu memberi teladan melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Pantun pembuka: Pergi ke taman memetik melati, Melati putih harum baunya. Disiplin diri sejak dini, Agar sukses di masa depan nantinya. ________________________________________ B. Pengertian Disiplin 1. Definisi Disiplin Disiplin adalah sikap patuh dan taat terhadap aturan, waktu, dan tanggung jawab, yang dilakukan dengan kesadaran diri, bukan karena paksaan. Disiplin mencakup: - Disiplin waktu (datang tepat waktu) - Disiplin aturan (menaati tata tertib) - Disiplin tanggung jawab (menyelesaikan tugas dengan baik) 2. Pentingnya Disiplin bagi Pelajar • Membentuk kebiasaan positif • Melatih tanggung jawab dan kejujuran • Menjadi dasar kesuksesan akademik dan organisasi Pantun: Jam berdentang tanda waktu, Belajar giat jangan ditunda. Disiplin itu kunci utama, Untuk meraih cita-cita. ________________________________________ C. Pengertian Karakter 1. Definisi Karakter Karakter adalah nilai-nilai moral dan sikap positif yang tertanam dalam diri seseorang dan tercermin dalam perilaku sehari-hari. Karakter bukan bawaan lahir semata, tetapi dibentuk melalui pendidikan, pembiasaan, dan keteladanan. 2. Nilai-Nilai Karakter Utama (8 Dimensi Profil Lulusan) Penguatan karakter peserta didik saat ini mengacu pada 8 Dimensi Profil Lulusan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Delapan dimensi ini menjadi arah pembentukan karakter siswa, termasuk dalam kegiatan LDKO dan organisasi OSIS, yaitu: 1. Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan YME Tercermin dalam sikap jujur, berakhlak mulia, disiplin beribadah, serta menjunjung nilai moral dalam setiap kegiatan organisasi. 2. Kewargaan Ditunjukkan melalui kepatuhan terhadap aturan sekolah, semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan kesediaan menjalankan hak serta kewajiban sebagai warga sekolah. 3. Penalaran Kritis Kemampuan berpikir logis, menganalisis masalah organisasi, serta mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab. 4. Kreativitas Mampu menciptakan ide-ide baru, inovatif dalam program kerja OSIS, serta berani mencari solusi atas tantangan yang dihadapi. 5. Kolaborasi Kesanggupan bekerja sama, gotong royong, menghargai perbedaan pendapat, dan membangun kekompakan antaranggota. 6. Kemandirian Sikap tidak bergantung pada orang lain, percaya diri, disiplin diri, serta mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawab organisasi. 7. Kesehatan Menjaga kesehatan fisik dan mental, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta mampu mengelola stres dalam kegiatan organisasi. 8. Komunikasi Mampu menyampaikan pendapat dengan sopan, mendengarkan orang lain, serta berkomunikasi secara efektif dalam rapat dan kegiatan OSIS. Pantun: Pergi berlayar menuju seberang, Angin sepoi menemani bahtera. Karakter kuat delapan dimensi terkarang, Pemimpin muda siap berkarya nyata. ________________________________________ D. Keterkaitan Disiplin dan Karakter Disiplin dan karakter tidak dapat dipisahkan: - Disiplin tanpa karakter → kaku dan terpaksa - Karakter tanpa disiplin → niat baik tanpa konsistensi Pemimpin OSIS yang ideal adalah yang berkarakter kuat dan disiplin tinggi. ________________________________________ E. Penerapan Disiplin dan Karakter dalam Berorganisasi 1. Contoh Disiplin dalam Organisasi • Hadir rapat tepat waktu • Memakai seragam sesuai ketentuan • Menyelesaikan tugas sesuai deadline • Mengikuti keputusan bersama 2. Contoh Karakter dalam Organisasi • Jujur dalam laporan kegiatan dan keuangan • Tanggung jawab terhadap jabatan • Saling menghargai pendapat • Mampu bekerja sama (gotong royong) Pantun: Rapat dimulai tepat waktu, Semua hadir tanpa paksaan. Organisasi akan maju, Jika disiplin jadi kebiasaan. ________________________________________ F. Penerapan Disiplin dan Karakter dalam OSIS Sebagai organisasi siswa di sekolah, OSIS harus menjadi teladan. 1. Disiplin Pengurus OSIS • Menjadi contoh dalam menaati tata tertib sekolah • Aktif mengikuti kegiatan sekolah • Konsisten menjalankan program kerja 2. Karakter Pengurus OSIS • Kepemimpinan yang adil dan bijaksana • Berani bertanggung jawab • Peduli terhadap sesama siswa • Menjunjung tinggi nama baik sekolah Pantun: Bersama teman menanam padi, Padi tumbuh subur di sawah. OSIS disiplin, OSIS berkarakter, Sekolah maju penuh berkah. ________________________________________ G. Dasar Hukum Pelaksanaan penguatan karakter, disiplin, dan pembinaan kepemimpinan peserta didik dalam kegiatan LDKO dan OSIS berlandaskan regulasi berikut: 1. Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, yang menegaskan pembentukan karakter dan kompetensi lulusan melalui pembelajaran dan kegiatan kokurikuler serta ekstrakurikuler. 2. Kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Profil Lulusan (2024–sekarang), yang menetapkan 8 Dimensi Profil Lulusan sebagai acuan utama pembinaan peserta didik. 3. Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, yang menegaskan bahwa OSIS dan LDKO merupakan sarana pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kepribadian peserta didik. 4. Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan, yang mengatur tujuan pembinaan siswa agar beriman, bertakwa, berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab. ________________________________________ H. Penutup Disiplin dan karakter adalah fondasi utama kepemimpinan. Melalui LDKO ini, diharapkan peserta mampu menjadi pengurus OSIS yang: - Disiplin dalam sikap dan tindakan - Berkarakter Pancasila - Siap menjadi teladan bagi seluruh siswa Pantun penutup: Mentari pagi bersinar cerah, Menyinari bumi penuh harapan. Mari disiplin dan berkarakter indah, Demi masa depan gemilang. ________________________________________ “Pemimpin sejati bukan yang paling hebat memerintah, tetapi yang paling konsisten memberi contoh.”
Pengertian iman kepada Allah Swt - Starter Quiz
Pengertian artikel ilmiah populer - Starter Quiz