
Pertempuran di Kotabaru, Yogyakarta
Quiz by Pebrine Sinaga
Customize this quiz to suit your class
Instantly translate to 100+ languages
Tag the questions with any skills you have. Your dashboard will track each student's mastery of each skill.
Give this quiz to my class
Pertempuran di Kotabaru, Yogyakarta terjadi pada tanggal
7 Oktober 1945
26 September 1945
7 Oktober 1948
5 Oktober 1945
Tujuan utama pasukan Sekutu datang ke Yogyakarta adalah untuk
Mencari dukungan dari
Membebaskan tawanan Jepang dan melucuti senjata
Menyerang rakyat
Menjajah kembali Indonesia
Pertempuran di Kotabaru, Yogyakarta terjadi pada tanggal
Tujuan utama pasukan Sekutu datang ke Yogyakarta adalah untuk
Pasukan Indonesia dalam pertempuran ini berhasil
Salah satu akibat dari pertempuran di Kotabaru adalah
Waktu perundingan terhadap Butai Kotabaru berlangsung dari jam … sampai jam … malam.
Pertempuran di Kotabaru berlangsung selama
Setelah pertempuran, Yogyakarta menjadi
Sebelum , dilakukan upaya perundingan agar Jepang menyerahkan senjata. Perundingan itu dilakukan antara
Pertempuran akhirnya mereda dan berakhir sekitar pukul
Pertempuran di Kotabaru menunjukkan bahwa rakyat Indonesia
Pendahuluan peristiwa pertempuran di Surabaya - Starter Quiz
Pertempuran Lima Hari Di Semarang
Pertempuran 5 Hari di semarang
Pengenalan Pertempuran 5 Hari di Semarang - Starter Quiz
Pengantar pertempuran 5 hari di Semarang - Starter Quiz
Wage Rudolf Soepartman Wage Rudolf Soepratman merupakan seorang guru, violis, wartawan, sekaligus komposer Hindia Belanda yang dilahirkan di Jatinegara pada tanggal 9 Maret 1903. Pendidikannya dimulai pada tahun 1907 di Taman Kanak-Kanak di Frobelschool Jakarta. Selepas Taman Kanak-Kanak, ia melanjutkan pendidikannya ke Tweede Inlandscheschool (Sekolah Angka Dua) dan selesai pada tahun 1917. Dua tahun setelahnya, W.R. Soepratman lulus ujian Klein Ambtenaar Examen (KAE, ujian untuk calon pegawai rendahan). Pendidikannya kemudian berlanjut ke Normaalschool (Sekolah Pendidikan Guru). Karirnya dalam bidang musik tidak lepas dari peran kakak iparnya, W.M. Van Eldick. Ia diberikan hadiah oleh kakak iparnya sebuah biola saat ulang tahunnya yang ke-17. Bersama Van Eldik tersebutlah, ia mendirikan grup jazz band bernama Black and White. Kepandaian W.R. Soepratman dalam bermusik digunakannya untuk menciptakan lagu-lagu perjuangan yang salah satu di antaranya adalah Indonesia Raya. Puncak karier W.R. Soepratman terjadi saat kepindahannya dari Makassar ke Bandung. Ia memulai karier sebagai jurnalistik dengan menjadi wartawan di surat kabar Kaoem Moeda pada tahun 1924. la kemudian pindah ke Jakarta dan menjadi wartawan pada Surat Kabar Sin Po pada tahun 1925. Sejak itu, ia aktif menghadiri rapat-rapat organisasi pemuda dan partai politik yang diadakan di Gedung Pertemuan Batavia. Sejak saat itulah W.R. Soepratman berkenalan dengan tokoh-tokoh pergerakan. Dalam pelaksanaan kongres Pemuda II, tanggal 27-28 Oktober 1928, W.R. Soepratman ikut terlibat dalam menciptakan lagu kebangsaan negara Republik Indonesia. Saat itulah, untuk kali pertama lagu Indonesia Raya diperdengarkan dengan iringan gesekan biolanya di depan seluruh peserta kongres sebelum dibacakannya Putusan Kongres Pemuda yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Setelah Kongres Pemuda II, kehidupan W.R. Soepratman tidak lagi tenang karena dimata-matai oleh polisi Belanda. Penyebabnya adalah kata "Merdeka, Merdeka" pada lagu karangannya itu. Pada tahun 1930, Pemerintah Hindia Belanda melarang rakyat Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya di depan umum. Tahun 1933-1937, ia pindah dari Jakarta ke Cimahi, lalu ke Pemalang. Hingga bulan April 1937, ia dibawa kakaknya, Ny. Rukiyem Supratiyah, ke Surabaya dalam keadaan sakit. Kedatangan W.R. Soepratman di Surabaya segera diketahui teman-teman seperjuangannya. Mereka datang menjenguknya yang masih lemah setelah sakit. Tanggal tanggal 7 Agustus 1938, W.R. Soepratman ditangkap Belanda di studio Radio NIROM (Nederlandsch Indische Radio Omroep) di Jalan Embong Malang Surabaya, lantaran lagunya yang berjudul "Matahari Terbit" dinyanyikan pandu-pandu KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia) di radio tersebut dan dianggap wujud simpati terhadap Kekaisaran Jepang. la sempat ditahan, kemudian dilepaskan setelah Belanda tidak dapat menemukan bukti-bukti bahwa dirinya bersimpati kepada Jepang. Kondisi kesehatannya pun makin menurun. Pada 17 Agustus 1938 (Rabu Wage), W.R. Soepratman meninggal dunia di Jalan Mangga 21 Tambak Sari, Surabaya karena gangguan jantung yang dideritanya. Almarhum dimakamkan di Pemakaman Umum Kapasan, Jalan Tambak Segaran Wetan, Surabaya.
Buatkan pertanyaan dari materi ini: MATERI PELAJARAN PERTEMUAN KELIMA 1. Pengertian resensi Kata resensi berasal dari bahasa Latin recensere atau recensio yang berarti meninjau kembali atau melihat kembali. Dalam konteks karya sastra, resensi adalah kegiatan memberikan tanggapan, penilaian, serta ulasan terhadap suatu karya, baik karya fiksi maupun nonfiksi. Jadi, resensi cerpen adalah kegiatan menilai, mengulas, dan memberikan pendapat terhadap sebuah cerpen dengan tujuan untuk mengetahui kelebihan, kekurangan, dan nilai yang terkandung di dalamnya. Melalui resensi, seseorang tidak hanya menceritakan ulang isi cerpen, tetapi juga menyampaikan pandangan kritis terhadap isi, gaya bahasa, alur, tokoh, dan pesan yang ingin disampaikan pengarang.\ 2. Tujuan Resensi Resensi memiliki beberapa tujuan penting, baik bagi pembaca, penulis, maupun dunia sastra. Berikut tujuan resensi cerpen secara umum: a. Memberikan penilaian dan ulasan tentang isi, struktur, dan kualitas suatu cerpen, terutama dalam hal tema, alur, tokoh, dan pesan moral. b. Memberikan informasi tentang keunggulan dan kelemahan sebuah cerpen serta memberikan rekomendasi apakah cerpen tersebut menarik untuk dibaca. c. Membantu pembaca memahami isi cerpen tanpa harus membacanya secara lengkap, dengan memberikan pandangan yang objektif mengenai isi dan kualitas karya tersebut. d. Membantu penulis cerpen memperoleh masukan atau saran agar dapat memperbaiki karya mereka di masa mendatang. e. Memberikan pemahaman yang menyeluruh (komprehensif) tentang hal-hal yang tampak maupun tersirat dalam cerpen, seperti nilai-nilai kehidupan dan pesan sosial. f. Mengajak pembaca berpikir dan merenung, serta mendiskusikan lebih dalam fenomena atau problematika yang diangkat dalam cerpen. g. Memberikan pertimbangan kepada pembaca mengenai isi, pesan, dan kualitas cerpen sebelum mereka memutuskan untuk membaca atau menilainya sendiri. 3. Fungsi Resensi Cerpen Resensi tidak hanya berfungsi bagi pembaca, tetapi juga memiliki manfaat luas bagi penulis, penerbit, dan media massa. a. Bagi Penulis Cerpen • Resensi menjadi umpan balik (feedback) dan sarana evaluasi terhadap karya yang ditulis. • Penulis dapat mengetahui pendapat dan tanggapan pembaca terhadap cerpen yang dibuatnya. • Resensi membantu penulis meningkatkan kualitas karya pada penulisan berikutnya. b. Bagi Penerbit • Resensi berfungsi sebagai alat promosi untuk memperkenalkan karya sastra yang diterbitkan kepada masyarakat. • Penerbit dapat melihat tanggapan atau sambutan pembaca terhadap cerpen yang dipublikasikan. • Melalui resensi, penerbit dapat memperoleh masukan untuk meningkatkan kualitas penerbitan karya berikutnya. c. Bagi Pembaca atau Penerbit Media Massa • Resensi menjadi sumber informasi bagi pembaca untuk menilai apakah cerpen tersebut menarik, layak dibaca, atau sesuai dengan minat mereka. • Media massa menggunakan resensi sebagai ruang literasi publik, tempat pembaca dapat mengenal lebih banyak karya sastra dan memperluas wawasan mereka. • Resensi juga berfungsi untuk menguji atau mengembangkan topik-topik sosial dan kemanusiaan yang sering diangkat dalam cerpen.
SOALAN KUY: KENALI BAHASA KITA! 1. Apakah maksud Dialek? A. Bahasa yang digunakan dalam buku teks. B. Variasi bahasa ikut negeri atau daerah (contoh: loghat Utara). C. Bahasa yang dicampur dengan bahasa Inggeris. (Jawapan: B) 2. Apakah itu Percampuran Kod? A. Menggunakan bahasa isyarat untuk berbual. B. Bercakap menggunakan dialek Kelantan sahaja. C. Mencampuradukkan dua atau lebih bahasa (BM + BI) dalam satu ayat. (Jawapan: C) 3. Apakah maksud Slanga? A. Bahasa 'trending' atau bahasa rahsia kumpulan tertentu (contoh: koyak). B. Bahasa rasmi yang digunakan oleh menteri. C. Bahasa yang digunakan dalam surat khabar. (Jawapan: A) 4. Apakah yang dimaksudkan dengan Singkatan Kata? A. Menulis perkataan dengan ejaan yang sangat panjang. B. Membuang huruf vokal atau konsonan supaya cepat menaip (contoh: aq, xnk). C. Mencipta perkataan baharu daripada bahasa Arab. (Jawapan: B) 5. Apakah itu Kesalahan Imbuhan? A. Salah letak tanda titik atau koma dalam ayat. B. Kegagalan mematuhi rumus tatabahasa semasa proses pengimbuhan (contoh: mempastikan). C. Menggunakan perkataan yang terlalu sopan. (Jawapan: B) 6. Kenapa 'Dialek' boleh jadi masalah kepada murid di sekolah? A. Sebab murid jadi malas nak bercakap. B. Sebab murid keliru antara sebutan harian dengan ejaan rasmi dalam buku. C. Sebab dialek susah nak disebut oleh cikgu. (Jawapan: B) 7. Contoh 'Percampuran Kod' yang selalu kita dengar ialah... A. "Saya mahu makan nasi." B. "Jom kita pergi ke kedai itu." C. "I rasa kita patut cancel plan ni." (Jawapan: C) 8. Apakah kesan buruk kalau kita selalu guna 'Singkatan Kata'? A. Kita akan jadi lebih cepat menulis karangan. B. Kita akan hilang kemahiran mengeja perkataan dengan penuh dan betul. C. Tulisan kita akan jadi lebih cantik. (Jawapan: B) 9. Slanga 'Koyak' dalam bahasa remaja bermaksud... A. Kertas yang sudah rabak. B. Perasaan sedih atau sentap. C. Baju yang sudah buruk. (Jawapan: B) 10. Antara berikut, yang manakah Kesalahan Imbuhan yang betul? A. "Mempastikan" (Sepatutnya Memastikan). B. "Membaca" (Sepatutnya Baca). C. "Berlari" (Sepatutnya Lari). (Jawapan: A)