
Sistem Rangka
Quiz by Aulia Qurrotun 'Aini
Customize this quiz to suit your class
Instantly translate to 100+ languages
Tag the questions with any skills you have. Your dashboard will track each student's mastery of each skill.
Give this quiz to my class
​Hasil penelitian dari Jurnal Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta menunjukkanbahwa olahraga angkat beban dapat meningkatkan kepadatan tulang pada areatertentu, terutama tulang panjang seperti femur dan humerus. Berdasarkan hasilpenelitian tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat tentang hubunganantara aktivitas fisik dan fungsi rangka?
Olahraga angkat beban dapat menguatkan struktur tulang panjang sehinggameningkatkan daya tahan tulang terhadap tekanan dan benturan
Olahraga angkat beban cenderung melemahkan struktur tulang karenamenyebabkan tekanan berlebih pada rangka
Aktivitas fisik hanya berpengaruh pada tulang-tulang kecil, sementaratulang panjang tidak terpengaruh
Aktivitas fisik tidak berpengaruh signifikan terhadap kepadatan tulangkarena rangka tubuh stabil tanpa perlu latihan fisik
Olahraga angkat beban meningkatkan massa otot saja, tanpa pengaruhlangsung pada kepadatan atau kekuatan tulang
​Berdasarkan gambar di bawah ini! bagaimana tingkat kepadatan mineral pada tulang rawandibandingkan dengan tulang keras, dan bagaimana perbedaan ini mempengaruhifungsi masing-masing jenis tulang?

Tulang rawan dan tulang keras memiliki perbedaan fungsi tetapi tingkatkepadatannya sama, sehingga keduanya mendukung kelenturan tubuh
Tulang keras memiliki kepadatan mineral lebih tinggi daripada tulangrawan, yang membuatnya lebih kuat dalam menopang tubuh
Tulang rawan memiliki kepadatan mineral yang sama dengan tulang keras,karena keduanya memiliki fungsi yang sama dalam menopang tubuh
Tingkat kepadatan mineral pada tulang rawan lebih tinggi daripada tulangkeras, sehingga tulang rawan lebih tahan terhadap benturan
Tulang keras memiliki kepadatan mineral lebih rendah daripada tulangrawan karena tulang keras tidak memerlukan kekuatan tambahan
Hasil penelitian dari Jurnal Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta menunjukkanbahwa olahraga angkat beban dapat meningkatkan kepadatan tulang pada areatertentu, terutama tulang panjang seperti femur dan humerus. Berdasarkan hasilpenelitian tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat tentang hubunganantara aktivitas fisik dan fungsi rangka?
Berdasarkan gambar di bawah ini! bagaimana tingkat kepadatan mineral pada tulang rawandibandingkan dengan tulang keras, dan bagaimana perbedaan ini mempengaruhifungsi masing-masing jenis tulang?

Seorang pasien mengalami cedera pada tulang belakang akibat kecelakaan. Pemeriksaanmenunjukkan bahwa cedera tersebut terjadi pada tulang tidak beraturan di tulangbelakangnya. Berdasarkan klasifikasi tulang, manakah pernyataan yang palingtepat mengenai fungsi dan bentuk tulang yang terkena cedera?
Seorang atlet mengalami cedera pada lututnya akibat pergerakan tiba-tiba yangmenyebabkan sendi engsel di lutut bergeser keluar dari posisi normal. Cederaini memerlukan penanganan khusus untuk mengembalikan posisi tulang. Berdasarkankasus tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat mengenai peran dan risikocedera pada sendi engsel di lutut?
Sebuah studi mengukur laju konsumsi oksigen (VO2) pada dua kelompok orang: satukelompok yang melakukan latihan aerobik dan satu kelompok yang melakukanlatihan anaerobik. Data menunjukkan bahwa kelompok aerobik memiliki VO2 yanglebih stabil dalam jangka panjang, sementara kelompok anaerobik memilikilonjakan VO2 yang signifikan namun hanya dalam waktu singkat. Berdasarkan datadari studi tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat mengenai mekanismekerja otot pada latihan aerobik dan anaerobik?

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa individu yang menderita osteoporosis(penyakit pengeroposan tulang) memiliki tingkat patah tulang yang lebih tinggisetelah terjatuh. Peneliti mengidentifikasi bahwa tingkat kerapuhan tulangmeningkat seiring bertambahnya usia. Berdasarkan hasil penelitian tersebut,teknologi apa yang dapat digunakan untuk mengurangi resiko patah tulang padapenderita osteoporosis?
Sistem Rangka Manusia (Tulang, Sendi, dan Otot)
Sistem rangka manusia dan fungsinya
Sistem Rangka Manusia
Gangguan sistem rangka
Berpikir Komputasional-Himpunan dan sistem bilangan Tujuan Pembelajaran: Melalui pengamatan dan diskusi kelompok, peserta didik dapat mengklasifikasikan objek ke dalam himpunan dan memahami konsep dasar sistem bilangan biner. "Anak-anak, coba lihat di dalam kelas ini. Ada banyak sekali benda, kan? Ada meja, kursi, papan tulis, spidol, tas, buku, dan juga kita semua sebagai siswa." "Sekarang, coba bayangkan jika kalian diminta untuk merapikan semua benda ini. Apa yang akan kalian lakukan pertama kali? Pasti kalian akan mengelompokkannya, bukan? Buku dikumpulkan dengan buku, alat tulis dengan alat tulis. Nah, tanpa sadar, kalian baru saja melakukan apa yang disebut klasifikasi atau membuat himpunan!" "Aktivitas sederhana seperti ini ternyata adalah dasar dari cara komputer berpikir. Hari ini kita akan belajar bagaimana komputer mengelompokkan informasi dan apa 'bahasa' rahasia yang digunakannya." B. Kegiatan Inti (Materi & Diskusi) BAGIAN 1: KLASIFIKASI OBJEK KE DALAM HIMPUNAN 1. Apa itu Himpunan? Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang memiliki ciri-ciri yang sama atau didefinisikan dengan jelas. Kuncinya adalah "ciri-ciri yang sama". • Contoh Himpunan: o Himpunan siswa kelas 8A. o Himpunan alat tulis (pulpen, pensil, penghapus). o Himpunan buah-buahan berwarna merah (apel, stroberi, ceri). • Bukan Contoh Himpunan: o Kumpulan lukisan yang indah (karena "indah" itu relatif, tidak jelas ukurannya). o Kumpulan makanan yang lezat. Mengapa ini penting untuk komputer? Komputer menyimpan jutaan data. Agar mudah ditemukan dan diolah, komputer harus mengklasifikasikannya ke dalam himpunan. • Himpunan file gambar (.jpg, .png). • Himpunan file dokumen (.docx, .pdf). • Himpunan aplikasi di HP-mu. 2. Diskusi Kelompok: Mari Mengklasifikasi! Instruksi untuk Siswa: 1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang. 2. Amati daftar objek/kata di bawah ini: Kucing, Sepeda Motor, Apel, Mawar, Ikan, Mobil, Mangga, Melati, Anjing, Pesawat, Jeruk, Anggrek. 3. Diskusikan dan klasifikasikan objek-objek tersebut ke dalam 3 himpunan berdasarkan ciri-ciri yang kalian tentukan sendiri. 4. Beri nama untuk setiap himpunan yang kalian buat. 5. Tuliskan hasilnya di buku catatan. Contoh Hasil Diskusi (Guru bisa memberikan contoh): • Himpunan 1: Hewan o Anggota: {Kucing, Ikan, Anjing} • Himpunan 2: Kendaraan o Anggota: {Sepeda Motor, Mobil, Pesawat} • Himpunan 3: Tumbuhan o Anggota: {Apel, Mawar, Mangga, Melati, Jeruk, Anggrek} Setelah diskusi, setiap kelompok mempresentasikan hasil klasifikasinya. Guru memberikan apresiasi dan menekankan bahwa klasifikasi adalah langkah pertama dalam Berpikir Komputasional, yaitu mengorganisir data. BAGIAN 2: MEMAHAMI KONSEP DASAR BILANGAN BINER 1. Bahasa Manusia vs. Bahasa Komputer Kita berbicara dengan kata-kata. Komputer tidak mengerti kata "halo" atau "mainkan musik". Komputer hanya mengerti dua kondisi: NYALA atau MATI. Bayangkan saklar lampu di rumahmu. • Ketika lampu NYALA, kita sebut kondisi ini 1. • Ketika lampu MATI, kita sebut kondisi ini 0. Inilah bahasa komputer! Bahasa yang hanya terdiri dari angka 1 dan 0 ini disebut Sistem Bilangan Biner. Semua hal yang kamu lihat di layar—huruf, foto, video, game—sebenarnya adalah rangkaian panjang dari angka 1 dan 0. 2. Mengapa Biner Penting? Komputer terbuat dari jutaan komponen elektronik super kecil yang disebut transistor. Transistor ini bekerja seperti saklar lampu. • Jika ada aliran listrik, nilainya 1. • Jika tidak ada aliran listrik, nilainya 0. Dengan kombinasi jutaan saklar 1 dan 0 ini, komputer bisa merepresentasikan informasi yang sangat rumit. 3. Mengenal Angka Biner Sederhana Mari kita coba hitung seperti komputer! • Mengenal Angka Biner Sederhana Angka 0 dalam desimal = 0 dalam biner. • Angka 1 dalam desimal = 1 dalam biner. • Angka 2 dalam desimal = 10 dalam biner (dibaca: satu-nol). o Kenapa? Karena di biner tidak ada angka 2. Setelah 1, harus kembali ke 0 dengan menaikkan digit di depannya. • Angka 3 dalam desimal = 11 dalam biner (dibaca: satu-satu). • Angka 4 dalam desimal = 100 dalam biner (dibaca: satu-nol-nol). Aktivitas Pengamatan: Guru menunjukkan sebuah gambar atau video singkat tentang bagaimana data direpresentasikan dalam biner. (Misalnya, animasi huruf 'A' yang berubah menjadi kode biner 01000001). Diskusi Singkat: "Menurut kalian, apa keuntungan menggunakan sistem biner yang hanya punya dua simbol ini untuk mesin seperti komputer?" (Arahkan jawaban siswa ke ide tentang kesederhanaan, kejelasan (pasti antara nyala atau mati, tidak ada nilai di antaranya), dan kemudahan untuk diwakili oleh komponen listrik). C. Kegiatan Akhir (Penutup) Rangkuman dan Refleksi "Hari ini kita sudah belajar dua hal penting dalam Berpikir Komputasional:" 1. Klasifikasi Himpunan: Sama seperti kita mengelompokkan benda di kelas, komputer mengelompokkan data agar teratur dan mudah diakses. Ini adalah dasar dari manajemen data. 2. Sistem Bilangan Biner: Kita tahu sekarang bahwa bahasa asli komputer adalah biner (1 dan 0), yang mewakili kondisi NYALA dan MATI dari komponen listrik di dalamnya. Ini adalah dasar dari representasi data. "Jadi, setiap kali kalian mencari file di laptop atau menyalakan HP, ingatlah bahwa di baliknya ada proses klasifikasi himpunan dan jutaan angka 1 dan 0 yang sedang bekerja!" 📌 Kesimpulan 1. Himpunan adalah kumpulan objek yang jelas ciri-cirinya. Konsep himpunan membantu kita mengelompokkan data agar lebih teratur, sama seperti komputer mengelompokkan file berdasarkan jenisnya. 2. Klasifikasi merupakan langkah penting dalam berpikir komputasional karena memudahkan pengolahan data. Contohnya, komputer mengelompokkan file gambar, dokumen, dan aplikasi ke dalam himpunan masing-masing. 3. Sistem Bilangan Biner (0 dan 1) adalah bahasa dasar komputer. Angka 1 mewakili kondisi nyala (ada aliran listrik), sedangkan angka 0 mewakili kondisi mati (tidak ada aliran listrik). 4. Dengan kombinasi jutaan angka 1 dan 0, komputer mampu menyimpan, mengolah, dan menampilkan informasi yang kompleks, seperti teks, gambar, video, dan suara. 5. Klasifikasi data dan sistem biner adalah fondasi utama cara kerja komputer dan menjadi dasar dari teknologi digital yang kita gunakan sehari-hari. ✨ Refleksi 1. Saya menyadari bahwa proses sederhana seperti mengelompokkan benda di sekitar kita ternyata sama pentingnya dengan cara komputer mengorganisir data dalam bentuk himpunan. 2. Saya belajar bahwa komputer sebenarnya tidak rumit, karena hanya menggunakan bahasa sederhana berupa 0 dan 1, tetapi dari kesederhanaan itu lahirlah teknologi canggih yang kita gunakan setiap hari. 3. Saya akan berusaha lebih teliti dan teratur dalam mengklasifikasikan informasi, baik dalam belajar maupun kehidupan sehari-hari, karena hal itu membantu berpikir lebih sistematis. 4. Saya merasa kagum bahwa sesuatu yang kita anggap kecil, seperti sistem biner, ternyata menjadi dasar seluruh teknologi modern, dari smartphone, komputer, hingga internet. 5. Saya ingin menerapkan cara berpikir komputasional ini untuk memecahkan masalah sehari-hari: mulai dari mengelompokkan tugas, mengatur jadwal, hingga menyederhanakan masalah yang rumit agar lebih mudah diselesaikan.
MATERI PERKULIAHAN Sub-CPMK 1.7 Mampu menghitung performa produksi (IP, FCR) dan melakukan Analisis Usaha Broiler per satu siklus produksi 1. IDENTITAS MATERI Mata Kuliah : Produksi Ternak Potong Unggas Komersil Pokok Bahasan : Evaluasi Performa Produksi dan Analisis Usaha Broiler Sub-CPMK : 1.7 Capaian Pembelajaran : Mahasiswa mampu: Menjelaskan parameter performa produksi broiler. Menghitung Feed Conversion Ratio (FCR). Menghitung Indeks Performa (IP). Menganalisis hasil performa produksi dalam satu siklus pemeliharaan. Menyusun analisis usaha broiler per satu siklus produksi. Menarik kesimpulan kelayakan usaha berdasarkan hasil teknis dan ekonomis. ________________________________________ 2. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu: Memahami konsep dasar evaluasi performa broiler. Mengidentifikasi data teknis yang dibutuhkan dalam perhitungan performa. Menghitung mortalitas, deplesi, bobot badan rata-rata, FCR, dan IP. Menghitung biaya produksi, penerimaan, keuntungan, dan efisiensi usaha broiler. Menganalisis hubungan antara performa teknis dengan hasil ekonomi usaha. ________________________________________ 3. DESKRIPSI MATERI Dalam usaha broiler modern, keberhasilan produksi tidak hanya diukur dari bobot panen, tetapi juga dari efisiensi penggunaan pakan, tingkat kematian, umur panen, serta keuntungan yang diperoleh per siklus. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan untuk menghitung parameter teknis produksi seperti FCR dan IP, serta mengaitkannya dengan analisis usaha agar dapat diketahui apakah usaha berjalan efisien dan menguntungkan. ________________________________________ 4. POKOK-POKOK MATERI A. Konsep Dasar Evaluasi Performa Produksi Broiler 1. Pengertian Performa Produksi Performa produksi broiler adalah gambaran tingkat keberhasilan pemeliharaan ayam broiler selama satu periode/siklus pemeliharaan yang dinilai dari indikator teknis tertentu. 2. Parameter Utama Performa Produksi Parameter yang umum digunakan meliputi: Populasi awal DOC Jumlah ayam hidup saat panen Mortalitas (%) Deplesi (%) Umur panen (hari) Bobot badan rata-rata panen (kg/ekor) Total konsumsi pakan (kg) Feed Conversion Ratio (FCR) Indeks Performa (IP) ________________________________________ B. Parameter Teknis dan Rumus Perhitungan ________________________________________ 1. Mortalitas (%) Pengertian: Persentase ayam yang mati selama masa pemeliharaan. Rumus: "Mortalitas (%)"="Jumlah ayam mati" /"Populasi awal" ×100 Contoh: Populasi awal = 5.000 ekor Ayam mati = 150 ekor "Mortalitas"=150/5000×100=3% ________________________________________ 2. Deplesi (%) Pengertian: Persentase pengurangan populasi akibat kematian dan afkir/culling. Rumus: "Deplesi (%)"="Ayam mati + ayam afkir" /"Populasi awal" ×100 Jika tidak ada afkir, maka deplesi = mortalitas. ________________________________________ 3. Persentase Ayam Hidup / Livability (%) Rumus: "Livability (%)"="Jumlah ayam panen" /"Populasi awal" ×100 atau "Livability (%)"=100-"Deplesi (%)" ________________________________________ 4. Bobot Badan Rata-Rata Panen Rumus: "Bobot rata-rata (kg/ekor)"="Total bobot panen (kg)" /"Jumlah ayam panen (ekor)" ________________________________________ 5. Feed Conversion Ratio (FCR) Pengertian: FCR adalah rasio jumlah pakan yang dikonsumsi terhadap pertambahan bobot hidup atau bobot hidup yang dihasilkan. Rumus praktis broiler: "FCR"="Total konsumsi pakan (kg)" /"Total bobot hidup panen (kg)" Interpretasi: Semakin rendah nilai FCR, semakin efisien penggunaan pakan. Contoh: Total pakan = 16.000 kg Total bobot panen = 9.600 kg "FCR"=16.000/9.600=1,67 Interpretasi: Untuk menghasilkan 1 kg bobot hidup, dibutuhkan 1,67 kg pakan. ________________________________________ 6. Indeks Performa (IP) Pengertian: IP adalah indikator gabungan untuk menilai performa pemeliharaan broiler berdasarkan: daya hidup, bobot badan, umur panen, efisiensi pakan. Rumus umum IP: "IP"=("Livability (%)" ×"Bobot rata-rata (kg)" )/("Umur panen (hari)" ×"FCR" )×100 Contoh: Livability = 97% Bobot rata-rata = 2,0 kg Umur panen = 35 hari FCR = 1,67 "IP"=(97×2,0)/(35×1,67)×100 "IP"=194/58,45×100=331,9 Jadi, IP = 331,9 ________________________________________ C. Interpretasi Nilai FCR dan IP 1. Interpretasi FCR < 1,50 = sangat efisien 1,50 – 1,65 = efisien/baik 1,66 – 1,80 = cukup > 1,80 = kurang efisien Catatan: Nilai ini dapat berbeda tergantung strain, umur panen, sistem kandang, musim, dan standar perusahaan. ________________________________________ 2. Interpretasi IP (umum) > 400 = sangat baik / ممتاز 351 – 400 = baik 301 – 350 = cukup baik 251 – 300 = sedang < 250 = kurang Dalam praktik kemitraan, IP sering menjadi dasar evaluasi bonus performa. ________________________________________ 5. HUBUNGAN PARAMETER TEKNIS DENGAN KINERJA USAHA Performa teknis sangat menentukan keuntungan usaha broiler: FCR naik → biaya pakan meningkat → laba turun Mortalitas naik → ayam panen berkurang → penerimaan turun Bobot panen rendah → total kg jual turun → omzet turun Umur panen terlalu lama → biaya operasional naik → efisiensi turun IP tinggi → menunjukkan usaha lebih efisien dan berpotensi lebih menguntungkan ________________________________________ 6. ANALISIS USAHA BROILER PER SATU SIKLUS PRODUKSI A. Pengertian Analisis Usaha Analisis usaha broiler adalah perhitungan ekonomi untuk mengetahui: total biaya produksi, total penerimaan, pendapatan/keuntungan, efisiensi usaha, kelayakan usaha per satu siklus pemeliharaan. ________________________________________ B. Komponen Biaya Produksi 1. Biaya Tetap (Fixed Cost) Biaya yang relatif tidak berubah dalam satu siklus, misalnya: Penyusutan kandang Penyusutan peralatan Pajak/sewa lahan (jika dihitung) Bunga modal tetap (opsional) 2. Biaya Variabel (Variable Cost) Biaya yang berubah sesuai jumlah populasi, misalnya: DOC Pakan Obat, vitamin, vaksin (OVK) Sekam/litter Gas/LPG/bahan bakar brooder Listrik dan air Tenaga kerja Desinfektan dan sanitasi Biaya panen/angkut Biaya lain-lain operasional Catatan penting: Pada usaha broiler, pakan biasanya menyumbang 60–70% dari total biaya produksi. ________________________________________ 7. RUMUS ANALISIS USAHA 1. Total Biaya Produksi (TC) "TC"="Biaya Tetap"+"Biaya Variabel" ________________________________________ 2. Total Penerimaan (TR) Jika dijual berdasarkan bobot hidup: "TR"="Total bobot panen (kg)"×"Harga jual per kg" Jika ada penerimaan tambahan: "TR total"="Penjualan ayam"+"Penjualan kotoran"+"Penjualan karung pakan/bekas" ________________________________________ 3. Keuntungan / Pendapatan (π) π="TR"-"TC" ________________________________________ 4. R/C Ratio R/C="TR" /"TC" Kriteria: R/C > 1 → usaha menguntungkan R/C = 1 → impas R/C < 1 → usaha merugi ________________________________________ 5. B/C Ratio (opsional) B/C=("TR" -"TC" )/"TC" ________________________________________ 6. Harga Pokok Produksi (HPP) "HPP per kg"="Total biaya produksi" /"Total bobot panen (kg)" Interpretasi: Jika harga jual > HPP → usaha berpotensi untung. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FCR, IP, DAN KEUNTUNGAN A. Faktor Teknis Kualitas DOC Mutu pakan Program brooding Kepadatan kandang Ventilasi dan suhu kandang Kualitas air minum Program vaksinasi dan biosekuriti Manajemen litter Ketepatan waktu panen B. Faktor Ekonomi Harga DOC Harga pakan Harga jual ayam hidup Biaya tenaga kerja Biaya energi (gas/listrik) Sistem usaha (mandiri vs kemitraan) STRATEGI MENINGKATKAN PERFORMA DAN KEUNTUNGAN Gunakan DOC berkualitas dan seragam Laksanakan brooding secara optimal (0–14 hari sangat krusial) Pastikan feed intake dan water intake normal Terapkan biosekuriti ketat Kurangi feed wastage Pantau bobot badan mingguan Lakukan culling selektif Tentukan umur panen berdasarkan kombinasi FCR, bobot, dan harga pasar Evaluasi performa tiap siklus dengan pencatatan lengkap Gunakan data historis untuk perbaikan keputusan produksi RANGKUMAN MATERI FCR menunjukkan efisiensi penggunaan pakan. Semakin kecil FCR, semakin baik. IP adalah indikator gabungan performa broiler yang mempertimbangkan: daya hidup, bobot panen, umur panen, efisiensi pakan. Analisis usaha broiler harus mengintegrasikan: aspek teknis (FCR, IP, mortalitas, bobot panen) aspek ekonomi (biaya, penerimaan, laba, R/C, HPP) Usaha broiler dinilai baik apabila: FCR efisien, mortalitas rendah, IP tinggi, HPP lebih rendah dari harga jual, R/C ratio > 1. PENUTUP Kemampuan menghitung FCR, IP, dan melakukan analisis usaha broiler per satu siklus produksi merupakan kompetensi penting dalam manajemen produksi broiler modern. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga harus mampu membaca data produksi, melakukan perhitungan secara akurat, dan mengambil keputusan manajerial berbasis hasil analisis teknis-ekonomis. REFERENSI SINGKAT (untuk bahan ajar/RPS) North, M.O., & Bell, D.D. Commercial Chicken Production Manual. Leeson, S., & Summers, J.D. Commercial Poultry Nutrition. Bell, D.D., & Weaver, W.D. Commercial Chicken Meat and Egg Production. Saputra, dkk. Literatur manajemen broiler modern dan analisis usaha ternak unggas. Standar teknis perusahaan integrator/kemitraan broiler (CP, Japfa, Malindo, dll.) untuk benchmarking FCR dan IP.
New Trends in Agriculture Extension approaches Extension has been, and still is, under attack from a wide spectrum of politicians and economists over its cost and financing. As a result, Extension Systems have had to make changes, by restating the system’s mission, developing a new vision for the future, and formulating plans for the necessary transition to achieve the desired change. 1. Privatization of Agricultural Extension Service Privatization: Process of funding and delivering the extension services by private individual or organization is called Private Extension. Concept: Privatization of extension refers to services rendered in rural area & allied aspects of extension personnel working in private agencies or organization for which farmers are expected to pay a fee & it can be viewed as supplementary or alternative to public extension services (Sarvanan & Shivalinge 1980). Privatization approaches ➢ Share cropping system ➢ Village extension contract system ➢ Public extension through private delivery ➢ Service for vouchers Strengths of Private Extension System ➢ More demand - driven rather than supply – driven ➢ High quality of services in terms of satisfying information needs of clientele, trained manpower, sustained finances and resource allocation ➢ Provides for an information mix and choices available to farmers ➢ Enhanced efficiency of staff ➢ Assure continuous supply and quality agricultural products ➢ More effective because farmer can select an adviser who is the best able to help ➢ Healthy competition among service provider will lead to better quality and lower costs for service Weakness of Private Extension System ➢ Concentrate on area having favorable physical environment ➢ More face-to-face contacts (person oriented) ➢ Increased dependence of farmers and hence exploitation ➢ No education role ➢ Deprivation of small farmers ➢ Hamper the free flow of information 2. Cyber Extension or e-extension Concepts Cyber space: it is the imaginary or virtual space of computers connected with each other on Networks, across the Globe. Cyber extension: it means 'using the power of online networks, computer communications and digital interactive multimedia to facilitate dissemination of agriculture technology. Cyber Extension thus can be defined as the extension over cyber space. Important tools of cyber extension E-Mail, Telnet, File Transfer Protocol (FTP), Gopher, Archie and World Wide Web (WWW) Strengths of Cyber Extension ➢ Access to the astounding information and continuously available ➢ Information rich and instantaneously available of information ➢ Interactive communication ➢ The information is available from any point on the globe ➢ Communication is dynamic ➢ Cut steps from traditional process ➢ Save money, time and effort ➢ Multiplicity of purpose Issues and Concerns of Cyber Extension ➢ Lack of Reliable Telecom Infrastructure in Rural Areas ➢ Erratic or no Power Supply ➢ Lack of ICT Trained manpower (willing to serve) in Rural Areas ➢ Lack of content (locally relevant and in local languages) ➢ Lack of Information Services to Rural Clientele ➢ Low Purchasing power of the Rural communities ➢ Lack of Holistic Approaches ➢ Issues of Sustainability Application of cyber extension ➢ Village information shops Dr. M.S. SwaminathanResearch Foundation, Chennai ➢ Information villagers MANAGE in Ranga Reddy District in Andhra pradesh ➢ Gyandoot net initiative of District Dhar, Madhya Pradesh. ➢ Warna wired village of National Informatics Center (NIC) in Kolhapur- Sangli Districts of Maharashtra 3. Market-Led-Extension (MLE) Concepts Market: A congregation of prospective buyers & sellers with a common motive of trading a particular commodity. Extension: It is the spreading/reaching out to the mass Market-led-extension: Agriculture & economics coupled with extension is the perfect blend for reaching at the door steps of common man with the help of technology. Dimensions of market-led extension ➢ Marketing mix: A planned mix of the controllable elements of a product's marketing plan commonly termed as 4Ps: product, price, place, and promotion. These four elements are adjusted until the right combination is found that serves the needs of the product's customers, while generating optimum income. ➢ Marketing plan: A marketing plan is a comprehensive document that outlines a business and marketing efforts for the coming year. It describes business activities involved in accomplishing specific marketing objectives within a set time frame. A marketing plan also includes a description of the current marketing position of a business, a discussion of the target market and a description of the marketing mix that a business will use to achieve their marketing goals. ➢ Market Intelligence: It is the information relevant to a company’s markets, gathered and analyzed specifically for the purpose of accurate and confident decision making. Market intelligence includes the process of gathering data from the company’s external environment, whereas the business intelligence process is primarily based on internal recorded events – such as sales, shipments and purchases. ➢ Market oriented production ➢ Use of Technology Strengths of market-led extension ➢ SWOT analysis of the market ➢ Organization of Farmers’ Interest Groups (FIGs) ➢ Enhancing the interactive and communication skills of the farmers ➢ Establishing marketing and agro-processing linkages ➢ Advice on product planning ➢ Educating the farming community ➢ Direct marketing ➢ Acquiring complete market intelligence ➢ Publication of agricultural market information Production of video films of success stories ➢ Challenges to market-led extension ➢ Gigantic size of extension system ➢ Information technology Diverse conditions ➢ Market intelligence ➢ Reforms in agricultural extension system Government Initiatives ➢ Central warehousing Corporation-1965 ➢ MSP by Commission for Agricultural Cost and Price (CACP) ➢ Food Corporation of India ➢ Then some others as: Cotton Corporation of India (CCI), Jute Corporation of India (JCI), National Dairy Development Board (NDDB), Agriculture and Processed food Export Development Authority (APEDA) etc. 4. Farmer--Led-Extension (FLE) Farmer--led-extension is defined as 'the provision of training by farmers to farmers, often through the creation of a structure of farmer promoters and farmer trainers' (Scarborough et al., 1997). Philosophy and principles ➢ Farmers and local institutions (e.g. producer organizations or village leaders) should play a key role in selecting farmer-trainers and monitoring and evaluating them. This helps make the programmes more accountable to the community or groups that they serve. ➢ Farmer-trainers are ‘of the community’; they communicate in local languages and are more sensitive to local cultures, mannerisms, farming practices, and farmers’ needs. ➢ Farmer-trainers should be selected on the basis of their skills and interest in sharing information, not just on their farming expertise. ➢ Farmer-trainers need strong linkages with and support from development agents (whether government, non-government organization (NGO), or private), the people who train and backstop them. Farmer-trainers generally serve as a complement to existing extension systems, rather than being a substitute for them. ➢ Facilitating organizations and local institutions need to be proactive in ensuring that women as well as men become farmer-trainers. ➢ Simple and appropriate reference materials should be made available to the farmer trainers. Essential Elements of Farmer--led-extension ➢ The group ➢ The Field ➢ The Facilitator ➢ The curriculum ➢ Programme leader ➢ Financing Special features of Farmer--led-extension ➢ All learning is field based & it is primary venue for learning ➢ FLE group learning constantly over the experimentation period ➢ FLE promotes healthy decisions & quality decisions ➢ Farmers conduct their own field studies with comparisons or treatments ➢ Facilitates Farmer-to-Farmer communication ➢ Field staff serve as facilitators ➢ FLE is a unique way to educate farmers ➢ It is an effective platform for sharing of experiences and collectively solving agriculture related problems. 5. Expert system Expert system is an intelligent computer program that uses knowledge and inferences procedures to solve problems (Daniel Hunt, 1986). Objectives of developing expert system ➢ To enhance the performance of agricultural extension personnel and farmer ➢ To make farming more efficient and profitable ➢ To reduce the time required in solving the problems ➢ To maintain the expert system by continuously upgrading the database Advantages of expert system ➢ Solves critical problems by making logical deductions without taking much time ➢ It combines experimental and conventional knowledge with the reasoning skills of specialists ➢ To enhance the performance of average worker to the level of an expert Limitations of expert system ➢ Expensive computer program ➢ Mostly developed not in regional languages ➢ Requires AC power and internet connection all the time ➢ Complex software requires computer skilled personnel Modules of expert system in agriculture ➢ COMAX: Integrated crop management in cotton ➢ SOYEX: Soybean oil extraction expert system ➢ PLANT/ds: Diagnosis of soybean diseases ➢ MAIZE: Maize expert system for field crop management ➢ SEMAGI: Weed control decision making in sunflowers ➢ Rice Crop Doctor: Developed by National Institute of Agricultural Extension Management (MANAGE) Difference between conventional and expert system of extension Conventional Extension ➢ Universal approachability of same information is a problem ➢ Information is given whatever is available without considering needs and resources ➢ No Cost benefit analysis ➢ Information flow depends on availability of agent ➢ Require users to draw their own conclusion from facts Expert System of Extension ➢ Universal approachability of same information is possible ➢ Information is chosen based on their needs and resources ➢ Cost benefit analysis ➢ Information through Cyber Cafe at any place at any time ➢ Conclusion is drawn based on the decision given by the expert
Solar system