Loading...

Tema 12
Quiz by JOSE MANUEL FERNANDEZ ORTIZ
Customize this quiz to suit your class
Instantly translate to 100+ languages
Tag the questions with any skills you have. Your dashboard will track each student's mastery of each skill.
Give this quiz to my class
Tema 12: Economia portuguesa no contexto da União Europeia
examen matemáticas 4º tema 12 (prismas)
TEMA 1: CARACTERÍSTICAS BÁSICAS DEL DESARROLLO PSICO-EVOLUTIVO DE LOS NIÑOS Y NIÑAS DE LOS 6 A LOS 12 AÑOS. ASPECTOS COGNITIVOS, MOTRICES, AFECTIVPS Y SOCIALES. IMPLICACIONES EN EL DESARROLLO DEL PROCESO EDUCATIVO Y DE ENSEÑANZA-APRENDIZAJE.
Elabora un cuestionario de 12 preguntas que consista en el tema de Estado de Resultados
Buatlah soal kuis dari materi ini: MATERI LDKO SMP Tema: Disiplin dan Karakter SMPN 1 Pameungpeuk ________________________________________ A. Pendahuluan LDKO (Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi) adalah wadah penting untuk membentuk calon pemimpin muda, khususnya pengurus OSIS, agar memiliki sikap disiplin, karakter yang kuat, dan jiwa kepemimpinan. Pemimpin yang baik bukan hanya pintar berbicara, tetapi juga mampu memberi teladan melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Pantun pembuka: Pergi ke taman memetik melati, Melati putih harum baunya. Disiplin diri sejak dini, Agar sukses di masa depan nantinya. ________________________________________ B. Pengertian Disiplin 1. Definisi Disiplin Disiplin adalah sikap patuh dan taat terhadap aturan, waktu, dan tanggung jawab, yang dilakukan dengan kesadaran diri, bukan karena paksaan. Disiplin mencakup: - Disiplin waktu (datang tepat waktu) - Disiplin aturan (menaati tata tertib) - Disiplin tanggung jawab (menyelesaikan tugas dengan baik) 2. Pentingnya Disiplin bagi Pelajar • Membentuk kebiasaan positif • Melatih tanggung jawab dan kejujuran • Menjadi dasar kesuksesan akademik dan organisasi Pantun: Jam berdentang tanda waktu, Belajar giat jangan ditunda. Disiplin itu kunci utama, Untuk meraih cita-cita. ________________________________________ C. Pengertian Karakter 1. Definisi Karakter Karakter adalah nilai-nilai moral dan sikap positif yang tertanam dalam diri seseorang dan tercermin dalam perilaku sehari-hari. Karakter bukan bawaan lahir semata, tetapi dibentuk melalui pendidikan, pembiasaan, dan keteladanan. 2. Nilai-Nilai Karakter Utama (8 Dimensi Profil Lulusan) Penguatan karakter peserta didik saat ini mengacu pada 8 Dimensi Profil Lulusan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Delapan dimensi ini menjadi arah pembentukan karakter siswa, termasuk dalam kegiatan LDKO dan organisasi OSIS, yaitu: 1. Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan YME Tercermin dalam sikap jujur, berakhlak mulia, disiplin beribadah, serta menjunjung nilai moral dalam setiap kegiatan organisasi. 2. Kewargaan Ditunjukkan melalui kepatuhan terhadap aturan sekolah, semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan kesediaan menjalankan hak serta kewajiban sebagai warga sekolah. 3. Penalaran Kritis Kemampuan berpikir logis, menganalisis masalah organisasi, serta mengambil keputusan secara bijak dan bertanggung jawab. 4. Kreativitas Mampu menciptakan ide-ide baru, inovatif dalam program kerja OSIS, serta berani mencari solusi atas tantangan yang dihadapi. 5. Kolaborasi Kesanggupan bekerja sama, gotong royong, menghargai perbedaan pendapat, dan membangun kekompakan antaranggota. 6. Kemandirian Sikap tidak bergantung pada orang lain, percaya diri, disiplin diri, serta mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawab organisasi. 7. Kesehatan Menjaga kesehatan fisik dan mental, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta mampu mengelola stres dalam kegiatan organisasi. 8. Komunikasi Mampu menyampaikan pendapat dengan sopan, mendengarkan orang lain, serta berkomunikasi secara efektif dalam rapat dan kegiatan OSIS. Pantun: Pergi berlayar menuju seberang, Angin sepoi menemani bahtera. Karakter kuat delapan dimensi terkarang, Pemimpin muda siap berkarya nyata. ________________________________________ D. Keterkaitan Disiplin dan Karakter Disiplin dan karakter tidak dapat dipisahkan: - Disiplin tanpa karakter → kaku dan terpaksa - Karakter tanpa disiplin → niat baik tanpa konsistensi Pemimpin OSIS yang ideal adalah yang berkarakter kuat dan disiplin tinggi. ________________________________________ E. Penerapan Disiplin dan Karakter dalam Berorganisasi 1. Contoh Disiplin dalam Organisasi • Hadir rapat tepat waktu • Memakai seragam sesuai ketentuan • Menyelesaikan tugas sesuai deadline • Mengikuti keputusan bersama 2. Contoh Karakter dalam Organisasi • Jujur dalam laporan kegiatan dan keuangan • Tanggung jawab terhadap jabatan • Saling menghargai pendapat • Mampu bekerja sama (gotong royong) Pantun: Rapat dimulai tepat waktu, Semua hadir tanpa paksaan. Organisasi akan maju, Jika disiplin jadi kebiasaan. ________________________________________ F. Penerapan Disiplin dan Karakter dalam OSIS Sebagai organisasi siswa di sekolah, OSIS harus menjadi teladan. 1. Disiplin Pengurus OSIS • Menjadi contoh dalam menaati tata tertib sekolah • Aktif mengikuti kegiatan sekolah • Konsisten menjalankan program kerja 2. Karakter Pengurus OSIS • Kepemimpinan yang adil dan bijaksana • Berani bertanggung jawab • Peduli terhadap sesama siswa • Menjunjung tinggi nama baik sekolah Pantun: Bersama teman menanam padi, Padi tumbuh subur di sawah. OSIS disiplin, OSIS berkarakter, Sekolah maju penuh berkah. ________________________________________ G. Dasar Hukum Pelaksanaan penguatan karakter, disiplin, dan pembinaan kepemimpinan peserta didik dalam kegiatan LDKO dan OSIS berlandaskan regulasi berikut: 1. Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, yang menegaskan pembentukan karakter dan kompetensi lulusan melalui pembelajaran dan kegiatan kokurikuler serta ekstrakurikuler. 2. Kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tentang Profil Lulusan (2024–sekarang), yang menetapkan 8 Dimensi Profil Lulusan sebagai acuan utama pembinaan peserta didik. 3. Permendikbud Nomor 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, yang menegaskan bahwa OSIS dan LDKO merupakan sarana pembinaan karakter, kepemimpinan, dan kepribadian peserta didik. 4. Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan, yang mengatur tujuan pembinaan siswa agar beriman, bertakwa, berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab. ________________________________________ H. Penutup Disiplin dan karakter adalah fondasi utama kepemimpinan. Melalui LDKO ini, diharapkan peserta mampu menjadi pengurus OSIS yang: - Disiplin dalam sikap dan tindakan - Berkarakter Pancasila - Siap menjadi teladan bagi seluruh siswa Pantun penutup: Mentari pagi bersinar cerah, Menyinari bumi penuh harapan. Mari disiplin dan berkarakter indah, Demi masa depan gemilang. ________________________________________ “Pemimpin sejati bukan yang paling hebat memerintah, tetapi yang paling konsisten memberi contoh.”
Slide 1 Merangkum Buku Fiksi dan Non-Fiksi Berdasarkan Gagasan Pokok Slide 2 Pengertian Merangkum • Merangkum adalah kegiatan menyusun ikhtisar • Mengambil inti atau pokok-pokok penting • Mempertahankan urutan ide penulis asli • Menggunakan bahasa sendiri yang lebih ringkas Slide 3 Tujuan Merangkum • Memahami isi bacaan dengan lebih mudah • Menghemat waktu membaca • Mengingat informasi penting lebih lama • Memudahkan mengulang materi bacaan Slide 4 Apa itu Gagasan Pokok? • Ide utama dalam paragraf • Inti dari sebuah bacaan • Biasanya terdapat di awal atau akhir paragraf • Didukung oleh kalimat-kalimat penjelas Slide 5 Perbedaan Buku Fiksi dan Non-Fiksi • Fiksi: cerita rekaan/khayalan • Non-fiksi: berdasarkan fakta dan kejadian nyata • Fiksi: memiliki alur cerita • Non-fiksi: menyajikan informasi dan pengetahuan Slide 6 Langkah Merangkum Buku Fiksi • Membaca keseluruhan cerita • Mencatat tokoh dan penokohan • Mengidentifikasi alur cerita • Menemukan tema dan amanat • Menulis dengan bahasa sendiri Slide 7 Unsur-unsur Penting Buku Fiksi • Tema • Alur • Tokoh dan Penokohan • Latar • Sudut Pandang • Amanat Slide 8 Langkah Merangkum Buku Non-Fiksi • Membaca secara seksama • Menandai gagasan pokok tiap paragraf • Mencatat informasi penting • Menghubungkan antar gagasan • Menyusun rangkuman Slide 9 Ciri-ciri Rangkuman yang Baik • Sesuai dengan isi asli • Lengkap dan jelas • Menggunakan bahasa baku • Tidak mengubah urutan ide • Objektif Slide 10 Tips Menemukan Gagasan Pokok • Perhatikan kalimat pertama paragraf • Cari kalimat yang diulang-ulang • Identifikasi kata kunci • Temukan kalimat yang dijelaskan Slide 11 Contoh Merangkum Buku Fiksi • Judul: "Laskar Pelangi" • Tema: Pendidikan • Tokoh utama dan karakternya • Ringkasan alur cerita • Pesan moral Slide 12 Contoh Merangkum Buku Non-Fiksi • Judul: "Sejarah Indonesia" • Topik utama tiap bab • Fakta-fakta penting • Hubungan antar peristiwa • Kesimpulan Slide 13 Kesalahan Umum dalam Merangkum • Terlalu panjang • Mengubah makna asli • Menambah pendapat pribadi • Mengabaikan urutan ide • Copy-paste langsung Slide 14 Teknik Membaca Efektif • Scanning • Skimming • Reading for detail • Membuat catatan • Mind mapping Slide 15 Kata Penghubung dalam Merangkum • Selanjutnya • Kemudian • Oleh karena itu • Dengan demikian • Sementara itu Slide 16 Format Rangkuman • Identitas buku • Pendahuluan • Isi pokok • Kesimpulan • Komentar (opsional) Slide 17 Manfaat Keterampilan Merangkum • Meningkatkan pemahaman • Mengembangkan kemampuan analisis • Melatih menulis efektif • Mempertajam daya ingat • Efisiensi belajar Slide 18 Evaluasi Rangkuman • Kelengkapan isi • Ketepatan gagasan pokok • Penggunaan bahasa • Keterpaduan ide • Kerapian penulisan Slide 19 Latihan Praktik • Pilih buku fiksi/non-fiksi • Identifikasi gagasan pokok • Tulis rangkuman • Periksa kelengkapan • Revisi bila perlu Slide 20 Rangkuman dan Penutup • Merangkum adalah keterampilan penting • Perhatikan perbedaan fiksi dan non-fiksi • Fokus pada gagasan pokok • Gunakan bahasa sendiri
0:01 i pasticciotti presentano Federico II di 0:05 Sveia 0:07 Nel 0:09 1186 Costanza D'Alta Villa figlia del re 0:12 normno di Sicilia Ruggero II sposò ormai 0:16 trentenne Enrico VI di Svevia figlio 0:20 dell'imperatore Federico Barbarossa che 0:23 si servì di questo matrimonio per 0:26 stringere un'alleanza politica con la 0:28 monarchia siciliana 0:31 Purtroppo non fu un'unione felice sia 0:34 perché il marito aveva 10 anni in meno 0:37 della moglie sia perché lui non aveva un 0:40 bel carattere e pare che rinfacciasse 0:44 continuamente a costanza la sua età 0:47 avanzata temendo che ciò fosse causa di 0:50 sterilità 0:52 Alla morte di Federico Barbarossa nel 0:56 1190 Enrico VI ereditò dal padre il 1:00 titolo di imperatore del Sacro Romano 1:02 Impero ma era incapace di esercitare un 1:06 buon governo nei confronti dei sudditi 1:09 normanni che vivevano nel regno di 1:11 Sicilia portatogli in dote dalla moglie 1:14 Costanza 1:16 Così nel 1:18 1994 Enrico partì per una spedizione in 1:22 Sicilia senza la moglie al seguito e 1:25 fece in modo di essere incoronato re di 1:28 Sicilia il giorno di Natale nella 1:31 cattedrale di 1:33 Palermo Lo stesso giorno Costanza che 1:36 era in avanzato stato di gravidanza e 1:39 stava viaggiando in direzione di Palermo 1:42 per raggiungere il marito si rese conto 1:44 di essere prossima al 1:47 parto Se oggi nessuno più si meraviglia 1:50 della gravidanza di una quarantenne nel 1:52 Medioevo una gestazione a quell'età 1:55 sembrava una cosa praticamente 1:57 impossibile Pertanto si erano alimentate 2:01 voci malevoli sulla vera condizione di 2:04 costanza e neppure il marito pareva 2:07 realmente convinto della gravidanza 2:09 della moglie E dato che Costanza prima 2:12 di sposarsi era stata per un periodo in 2:16 monastero circolava addirittura la voce 2:19 che nel suo grembo ci fosse 2:21 l'anticristo che secondo una leggenda 2:24 medievale sarebbe nato dall'unione di 2:26 una vecchia monaca con un 2:29 frate Così Costanza decise di fermarsi 2:33 nella cittadina di Iesi e per fugare 2:36 ogni dubbio sulla sua gravidanza fece 2:39 allestire una tenda nella piazza 2:42 centrale della cittadina 2:44 marchigiana in modo da partorire al 2:47 cospetto di tutte le donne sposate del 2:50 paese Alcuni riferirono che il giorno 2:53 successivo al parto la regina lattò 2:56 pubblicamente il piccolo che poi fu 2:59 battezzato nella cattedrale di San 3:01 Ruffino di Assisi con il nome di 3:04 Federico 3:06 Ruggero Federico per indicare la 3:09 discendenza sveva quale nipote di 3:12 Federico 3:13 Barbarossa e Ruggero per sottolineare la 3:17 discendenza normanna dal primo re di 3:20 Sicilia Ruggero 3:23 d'Altavilla A soli 3 anni il piccolo 3:26 Federico rimase orfano e fu posto sotto 3:30 la tutela di Papa Innocenzo II da cui si 3:33 affrancò a 14 anni quando divenne prima 3:37 re di Sicilia e poi re di 3:41 Germania acquisendo il nome di Federico 3:44 II congiuntamente al titolo di 3:47 imperatore nel 1220 3:50 Ma Federico era più interessato 3:53 all'Italia che alla 3:54 Germania Così stabilì la sua corte in 3:57 Sicilia a 4:00 Palermo Federico II organizzò un regno 4:04 forte e 4:05 accentrato costruendo in tutta l'Italia 4:08 meridionale vari castelli dove collocò 4:11 le sue truppe che dovevano controllare 4:14 il territorio e sedare eventuali rivolte 4:18 Vanno menzionati in particolare il 4:21 castello di Melfi in Basilicata dove 4:25 furono promulgate le famose costituzioni 4:29 melfitane una raccolta di leggi scritte 4:32 rivolte a tutti gli abitanti del regno 4:35 con cui si limitavano i poteri dei 4:38 baroni locali e si vietava il ricorso 4:41 alla vendetta personale per affidarsi 4:44 invece alla giustizia stabilita dalle 4:47 leggi 4:48 C'era poi il castello di Trani che aveva 4:51 la funzione di sorvegliare l'ingresso 4:54 alla città e al porto E infine il 4:58 celeberrimo castel del Monte 5:01 caratterizzato da un'originale pianta 5:03 ottagonale attorniata da torri anch'esse 5:07 ottagonali che fungeva da dimora come 5:10 testimoniato dalla presenza di grandi 5:13 camini Uomo colto fine giurista 5:17 Amante dell'arte della letteratura 5:20 Federico II ospitò alla sua corte 5:22 studiosi e artisti provenienti da tutta 5:25 Europa Dialogò con intellettuali arabi e 5:29 fondò l'Università di Napoli che ancora 5:32 oggi porta il suo 5:35 nome Con l'editto di Salerno regolamentò 5:38 per la prima volta la professione del 5:41 farmacista separandola di fatto da 5:44 quella del medico scrisse anche un libro 5:48 un manuale sulla falconeria e sull'arte 5:52 venatoria chiamato de Arte venandi cum 5:57 avibus ossia l'arte di cacciare con gli 6:01 uccelli che fu uno dei primi manoscritti 6:04 con disegni a tema 6:08 naturalistico In una nota alla sua morte 6:11 il monaco Matteo Paris lo chiamerà 6:14 stupor Mundi cioè stupore del mondo Un 6:19 appellativo che racchiude l'essenza 6:21 della sua inestinguibile curiosità 6:25 intellettuale che lo portò ad 6:27 approfondire la filosofia l'astrologia 6:30 la matematica l'algebra la medicina e le 6:34 scienze naturali ha al punto da 6:37 impiantare a Palermo persino uno zoo 6:40 famoso ai suoi tempi per il gran numero 6:43 di animali esotici che conteneva anche 6:46 un 6:47 elefante I rapporti col papo però non 6:51 furono idiaci 6:53 Sia Papa Onorio II che Gregorio Io detto 6:57 anche il Papa Guerriero lo costrinsero a 7:00 intraprendere una nuova crociata in 7:02 Terra Santa minacciando di scomunicarlo 7:06 qualora non l'avesse 7:08 fatto Così dopo tanta insistenza da 7:11 parte del papato Federico si mise in 7:13 viaggio per la Terra Santa 7:16 Giunto in Oriente però non mosse guerra 7:19 ai musulmani ma preferì stringere 7:22 accordi con il sultano d'Egitto 7:25 ottenendo il controllo della città di 7:27 Gerusalemme e una tregua di 10 anni 7:32 Si trattava di conquiste importanti dal 7:34 punto di vista diplomatico ma al suo 7:37 ritorno Federico II fu accusato 7:40 duramente di essere sceso a patti con 7:42 gli 7:43 infedeli Nel suo programma di governo 7:47 Federico II era intenzionato a 7:49 riaffermare la sua autorità sui comuni 7:52 del Nord Italia fatto che preoccupava il 7:56 Papa il quale temeva il rafforzamento 7:59 del potere imperiale anche a nord dello 8:02 Stato Pontificio già confinante a sud 8:05 con il Regno di Sicilia 8:08 In pratica il Papa si sentiva 8:11 schiacciato sia a nord che a sud 8:14 dall'imperatore Così Papa Gregorio Io 8:18 appoggiò alcuni comuni che si riunirono 8:20 nella Lega Lombarda e che furono detti 8:24 guelfi A questi si contrapposero i 8:27 comuni ghibellini che decisero di 8:30 schierarsi a sostegno 8:33 dell'imperatore Iniziò così una 8:35 lunghissima contesa che avrebbe 8:38 dilaniato le città 8:41 italiane Tutto 8:43 chiaro ciao e al prossimo 8:49 video Se questo video ti è piaciuto ti 8:52 chiedo di fare mi piace cliccando 8:53 sull'icona qui sotto Per me è molto 8:55 importante quindi grazie in anticipo se 8:57 lo farai Per essere informato ogni volta 8:59 che pubblico un nuovo video ricorda di 9:01 cliccare anche sul grande pulsante rosso 9:02 Iscriviti e sulla campanella di fianco 9:05 [Musica]
I need to study that i have to translate these words 1. Inimesed tunnevad end sageli ebakindlalt, kui nad **võrdlevad end teistega**. 2. Ta **nõuab alati**, et ta saaks kõike ise teha. 3. Ma hoolitsesin selle eest, et **õnnitleksin teda** tema suurepäraste tulemuste puhul. 4. See märkmik **kuulub** mu vennale. 5. Vang üritas öösel **põgeneda** hoonest. 6. Uus programm on **suunatud** õpilaste kirjutamisoskuse parandamisele. 7. On **julm** olla loomade vastu, nii et palun kohtle neid sõbralikult. 8. Ta oli **kade** oma sõbra loomuliku talendi peale. 9. Ma olen juba **tuttav** mängu põhireeglitega. 10. Pidustused **kestavad** kolm terve päeva. 11. Paljud inimesed **leinavad** endiselt oma juhi kaotust. 12. Liigne taustamüra võib **segada** sinu keskendumisvõimet. 13. **Minu arvates** on see parim võimalus, mis meil on. 14. Ta püüdis **varjata tõde** oma vanemate eest. 15. Paljud lapsed **kardavad** pimedust. and translating these to these compare to insist on congratulate on belong to escape from aimed at cruel to envious of acquainted with spread over grieve over interfere with interfere with in my opinion conceal from be scared of i just have to translate the words