Loading...

RAMBU LALU LINTAS
Quiz by sdn4 laki
Customize this quiz to suit your class
Instantly translate to 100+ languages
Tag the questions with any skills you have. Your dashboard will track each student's mastery of each skill.
​Sebutkan Jenis Rambu Lalu Lintas?
Eter
Rambu Peringatan, Rambu Perintah, Rambu Petunjuk
Sebutkan Jenis Rambu Lalu Lintas?
Give this quiz to my class
### Narasi Video Animasi: "Liburan Keluarga Andika ke Pantai" **Adegan 1:** *(Teks: "Pagi yang Cerah")* Di sebuah pagi yang cerah, tampak keluarga Andika bersiap-siap di depan rumah. Andika, istrinya Rina, serta anak kembar mereka, Ardi dan Adit, tampak bersemangat. Mereka baru saja memutuskan untuk pergi liburan ke pantai yang tak jauh dari rumah mereka. Ini adalah momen spesial karena ini kali pertama mereka liburan sejak pandemi. **Adegan 2:** *(Teks: "Perjalanan Dimulai")* Di dalam mobil, Ardi dan Adit menatap keluar jendela dengan antusias. Mereka melihat jalanan yang ramai dan berbagai rambu lalu lintas. Mata mereka berbinar saat menemukan sesuatu yang menarik. **Adegan 3:** *(Teks: "Belajar Mengenal Rambu Lalu Lintas")* Ardi menunjuk rambu segitiga dengan tanda seru di dalamnya. “Bu, itu gambar apa?” tanya Ardi penasaran. Rina tersenyum dan menjelaskan, “Itu rambu lalu lintas, Nak.” Adit ikut bertanya, “Artinya apa, Bu?” Andika tertawa kecil dan berkata, “Itu rambu peringatan. Tanda seru itu memberi tahu kita agar berhati-hati.” **Adegan 4:** *(Teks: "Diskusi Seru di Perjalanan")* Adit, masih penasaran, bertanya, “Kenapa harus hati-hati, Ayah?” Andika menjawab dengan sabar, “Karena ada kondisi jalan yang harus diperhatikan, misalnya jalan licin atau ada tikungan tajam.” Ardi dan Adit mengangguk-angguk, terlihat mulai memahami. **Adegan 5:** *(Teks: "Tebak-Tebakan Rambu")* Sepanjang perjalanan, Ardi dan Adit bermain tebak-tebakan. Mereka menunjuk rambu bulat merah dan bertanya kepada ayah mereka. Andika menjelaskan, “Itu larangan berhenti, artinya kita tidak boleh berhenti di situ supaya tidak mengganggu pengendara lain.” **Adegan 6:** *(Teks: "Tiba di Pantai")* Mobil keluarga Andika akhirnya sampai di pantai. Ardi dan Adit berlarian di pasir, tertawa riang. Mereka bercanda, “Hati-hati, nanti ada rambu dilarang bermain di pasir!” **Adegan 7:** *(Teks: "Liburan yang Penuh Pelajaran")* Liburan ini membawa kegembiraan sekaligus pelajaran tentang keselamatan di jalan bagi Ardi dan Adit. Keluarga kecil ini menikmati waktu bersama, menciptakan kenangan indah di pantai. **Penutup:** *(Teks: "Liburan Sederhana, Kenangan Tak Terlupakan")* Liburan kali ini sederhana, tetapi penuh makna, meninggalkan pelajaran dan kebahagiaan bagi seluruh keluarga.
Wage Rudolf Soepartman Wage Rudolf Soepratman merupakan seorang guru, violis, wartawan, sekaligus komposer Hindia Belanda yang dilahirkan di Jatinegara pada tanggal 9 Maret 1903. Pendidikannya dimulai pada tahun 1907 di Taman Kanak-Kanak di Frobelschool Jakarta. Selepas Taman Kanak-Kanak, ia melanjutkan pendidikannya ke Tweede Inlandscheschool (Sekolah Angka Dua) dan selesai pada tahun 1917. Dua tahun setelahnya, W.R. Soepratman lulus ujian Klein Ambtenaar Examen (KAE, ujian untuk calon pegawai rendahan). Pendidikannya kemudian berlanjut ke Normaalschool (Sekolah Pendidikan Guru). Karirnya dalam bidang musik tidak lepas dari peran kakak iparnya, W.M. Van Eldick. Ia diberikan hadiah oleh kakak iparnya sebuah biola saat ulang tahunnya yang ke-17. Bersama Van Eldik tersebutlah, ia mendirikan grup jazz band bernama Black and White. Kepandaian W.R. Soepratman dalam bermusik digunakannya untuk menciptakan lagu-lagu perjuangan yang salah satu di antaranya adalah Indonesia Raya. Puncak karier W.R. Soepratman terjadi saat kepindahannya dari Makassar ke Bandung. Ia memulai karier sebagai jurnalistik dengan menjadi wartawan di surat kabar Kaoem Moeda pada tahun 1924. la kemudian pindah ke Jakarta dan menjadi wartawan pada Surat Kabar Sin Po pada tahun 1925. Sejak itu, ia aktif menghadiri rapat-rapat organisasi pemuda dan partai politik yang diadakan di Gedung Pertemuan Batavia. Sejak saat itulah W.R. Soepratman berkenalan dengan tokoh-tokoh pergerakan. Dalam pelaksanaan kongres Pemuda II, tanggal 27-28 Oktober 1928, W.R. Soepratman ikut terlibat dalam menciptakan lagu kebangsaan negara Republik Indonesia. Saat itulah, untuk kali pertama lagu Indonesia Raya diperdengarkan dengan iringan gesekan biolanya di depan seluruh peserta kongres sebelum dibacakannya Putusan Kongres Pemuda yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Setelah Kongres Pemuda II, kehidupan W.R. Soepratman tidak lagi tenang karena dimata-matai oleh polisi Belanda. Penyebabnya adalah kata "Merdeka, Merdeka" pada lagu karangannya itu. Pada tahun 1930, Pemerintah Hindia Belanda melarang rakyat Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya di depan umum. Tahun 1933-1937, ia pindah dari Jakarta ke Cimahi, lalu ke Pemalang. Hingga bulan April 1937, ia dibawa kakaknya, Ny. Rukiyem Supratiyah, ke Surabaya dalam keadaan sakit. Kedatangan W.R. Soepratman di Surabaya segera diketahui teman-teman seperjuangannya. Mereka datang menjenguknya yang masih lemah setelah sakit. Tanggal tanggal 7 Agustus 1938, W.R. Soepratman ditangkap Belanda di studio Radio NIROM (Nederlandsch Indische Radio Omroep) di Jalan Embong Malang Surabaya, lantaran lagunya yang berjudul "Matahari Terbit" dinyanyikan pandu-pandu KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia) di radio tersebut dan dianggap wujud simpati terhadap Kekaisaran Jepang. la sempat ditahan, kemudian dilepaskan setelah Belanda tidak dapat menemukan bukti-bukti bahwa dirinya bersimpati kepada Jepang. Kondisi kesehatannya pun makin menurun. Pada 17 Agustus 1938 (Rabu Wage), W.R. Soepratman meninggal dunia di Jalan Mangga 21 Tambak Sari, Surabaya karena gangguan jantung yang dideritanya. Almarhum dimakamkan di Pemakaman Umum Kapasan, Jalan Tambak Segaran Wetan, Surabaya.
rambu rambu
Soal rambu keselamatan di dapur industri
Beriman kepada hari Akhir
Matematika RANY
Matematika APLIKASI KOMPUTER
Trigonometri