
HANGATNYA PROSES PEMBUATAN TEMPE: KERJA SAMA ALAM DAN TRADISI_IPA TERPADU MATERI BIOTEKNOLOGI DAN SUHU
Quiz by Nurul Fadhilah
Tag the questions with any skills you have. Your dashboard will track each student's mastery of each skill.
Perhatikan gambar diatas yaitu gambar tempe yang baru jadi. Tempe itu berwarna putih karena sudah ditumbuhi jamur. Menurut kamu, jamur apakah yang tumbuh dan membuat kedelai berubah menjadi tempe?

Ibu Ani sedang membuat tempe di rumah dengan merendam dan merebus kedelai, lalu menaburkan ragi tempe. Proses ini merupakan contoh dari...
Perhatikan langkah-langkah berikut ini:
1. Kedelai direndam semalaman
2. Kedelai direbus dan didinginkan
3. Ragi tempe ditambahkan
4. Dibiarkan beberapa hari dalam wadah tertutup
Langkah-langkah di atas menunjukkan proses...
Berikut ini yang merupakan ciri dari bioteknologi konvensional dalam pembuatan tempe adalah…
Proses fermentasi dalam pembuatan tempe melibatkan aktivitas mikroorganisme. Mikroorganisme utama yang berperan dalam proses ini adalah...
Bayu sedang membuat tempe bersama ibunya. Ibunya berkata, "Kita harus menaburkan ragi agar kedelai bisa menjadi tempe." Mikroorganisme apa yang bekerja dalam proses ini, dan apa perannya?
Desi menonton video tentang proses pembuatan tempe. la melihat bahwa setelah kedelai ditaburi ragi, kedelai berubah menjadi padat dan berjamur putih. Apa yang menyebabkan perubahan ini?
Jika proses fermentasi tempe tidak menggunakan mikroorganisme Rhizopus oligosporus, apa yang kemungkinan besar akan terjadi?
Budi sedang membuat tempe di rumah. Ia menyimpan kedelai yang sudah diberi Rhizopus oligosporus di ruangan bersuhu rendah (dingin). Setelah dua hari, tempenya tidak jadi. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Mengapa penting mengatur suhu lingkungan saat fermentasi kedelai menjadi tempe?
Fahri membuat tempe, tapi setelah 2 hari tempenya tidak berkapang. Setelah diteliti, ternyata suhu ruang fermentasinya hanya 20°C. Apa yang sebaiknya Fahri lakukan jika ingin mencoba lagi?
Rina melakukan percobaan membuat tempe dengan suhu lingkungan yang berbeda. Hasil fermentasi ditunjukkan dalam tabel berikut:
Berdasarkan data tersebut, suhu manakah yang paling optimal untuk fermentasi tempe?

Dua kelompok siswa melakukan fermentasi tempe:
Kelompok A: Menyimpan kedelai ber-ragi di ruang bersuhu 32°C
Kelompok B: Menyimpannya di ruang ber-AC bersuhu 18°C
Setelah 2 hari, hasil tempe kelompok A padat dan berkapang putih, sedangkan kelompok B hasilnya lembek dan tidak berkapang. Berdasarkan data tersebut, pernyataan yang paling tepat adalah...
Urutkan langkah-langkah berikut agar proses fermentasi tempe berlangsung optimal:
1. Menaburkan ragi tempe ke kedelai
2. Menyimpan tempe di suhu 30°C selama 2 hari
3. Meniriskan dan mendinginkan kedelai yang sudah direbus
4. Membungkus kedelai dengan daun atau plastik berlubang
Urutan yang tepat adalah…
Kamu ditugaskan membuat tempe di rumah. Supaya kapang dapat tumbuh dengan baik, suhu ruangan dijaga tetap hangat. Dari pilihan berikut, manakah rencana paling tepat?
Dalam percobaan pembuatan tempe, 4 kelompok siswa melakukan fermentasi dengan suhu berbeda. Berikut data hasil pengamatan mereka:
Dari data di atas, manakah kelompok yang mengalami kegagalan akibat suhu terlalu tinggi? Jelaskan alasanmu!

Dina membuat tempe di rumah sebagai contoh bioteknologi konvensional. Setelah kedelai direbus, didinginkan, dan dicampur ragi, ia menyimpan tempe di dekat kompor gas yang sering menyala. Dua hari kemudian, tempe berair, bau menyengat, dan kacangnya tidak menyatu.
Menurutmu, apa penyebab kegagalan bioteknologi pembuatan tempe oleh Dina?
Bayu menyimpan tempe buatannya di dalam kulkas agar proses fermentasi berlangsung lebih lama. Setelah tiga hari, kedelai masih terlihat seperti semula. Apa yang bisa disimpulkan?
Perhatikan tabel berikut:
Dari data di atas, suhu yang paling sesuai untuk pembuatan tempe adalah...

Dalam percobaan membuat tempe, siswa diminta menggunakan dua tempat berbeda: satu di ruang terbuka (suhu 30°C), satu lagi di ruangan ber-AC (suhu 20°C). Setelah dua hari, tempe di ruang terbuka matang sempurna, sementara tempe di ruangan AC tidak. Apa yang dapat disimpulkan dari percobaan ini?