Loading...

Sedang apakah Mita?
Quiz by Luqman Al Qalasadi Prasetijo
Customize this quiz to suit your class
Instantly translate to 100+ languages
Tag the questions with any skills you have. Your dashboard will track each student's mastery of each skill.




Give this quiz to my class
MATERI PERKULIAHAN Sub-CPMK 1.7 Mampu menghitung performa produksi (IP, FCR) dan melakukan Analisis Usaha Broiler per satu siklus produksi 1. IDENTITAS MATERI Mata Kuliah : Produksi Ternak Potong Unggas Komersil Pokok Bahasan : Evaluasi Performa Produksi dan Analisis Usaha Broiler Sub-CPMK : 1.7 Capaian Pembelajaran : Mahasiswa mampu: Menjelaskan parameter performa produksi broiler. Menghitung Feed Conversion Ratio (FCR). Menghitung Indeks Performa (IP). Menganalisis hasil performa produksi dalam satu siklus pemeliharaan. Menyusun analisis usaha broiler per satu siklus produksi. Menarik kesimpulan kelayakan usaha berdasarkan hasil teknis dan ekonomis. ________________________________________ 2. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti perkuliahan ini, mahasiswa diharapkan mampu: Memahami konsep dasar evaluasi performa broiler. Mengidentifikasi data teknis yang dibutuhkan dalam perhitungan performa. Menghitung mortalitas, deplesi, bobot badan rata-rata, FCR, dan IP. Menghitung biaya produksi, penerimaan, keuntungan, dan efisiensi usaha broiler. Menganalisis hubungan antara performa teknis dengan hasil ekonomi usaha. ________________________________________ 3. DESKRIPSI MATERI Dalam usaha broiler modern, keberhasilan produksi tidak hanya diukur dari bobot panen, tetapi juga dari efisiensi penggunaan pakan, tingkat kematian, umur panen, serta keuntungan yang diperoleh per siklus. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan untuk menghitung parameter teknis produksi seperti FCR dan IP, serta mengaitkannya dengan analisis usaha agar dapat diketahui apakah usaha berjalan efisien dan menguntungkan. ________________________________________ 4. POKOK-POKOK MATERI A. Konsep Dasar Evaluasi Performa Produksi Broiler 1. Pengertian Performa Produksi Performa produksi broiler adalah gambaran tingkat keberhasilan pemeliharaan ayam broiler selama satu periode/siklus pemeliharaan yang dinilai dari indikator teknis tertentu. 2. Parameter Utama Performa Produksi Parameter yang umum digunakan meliputi: Populasi awal DOC Jumlah ayam hidup saat panen Mortalitas (%) Deplesi (%) Umur panen (hari) Bobot badan rata-rata panen (kg/ekor) Total konsumsi pakan (kg) Feed Conversion Ratio (FCR) Indeks Performa (IP) ________________________________________ B. Parameter Teknis dan Rumus Perhitungan ________________________________________ 1. Mortalitas (%) Pengertian: Persentase ayam yang mati selama masa pemeliharaan. Rumus: "Mortalitas (%)"="Jumlah ayam mati" /"Populasi awal" ×100 Contoh: Populasi awal = 5.000 ekor Ayam mati = 150 ekor "Mortalitas"=150/5000×100=3% ________________________________________ 2. Deplesi (%) Pengertian: Persentase pengurangan populasi akibat kematian dan afkir/culling. Rumus: "Deplesi (%)"="Ayam mati + ayam afkir" /"Populasi awal" ×100 Jika tidak ada afkir, maka deplesi = mortalitas. ________________________________________ 3. Persentase Ayam Hidup / Livability (%) Rumus: "Livability (%)"="Jumlah ayam panen" /"Populasi awal" ×100 atau "Livability (%)"=100-"Deplesi (%)" ________________________________________ 4. Bobot Badan Rata-Rata Panen Rumus: "Bobot rata-rata (kg/ekor)"="Total bobot panen (kg)" /"Jumlah ayam panen (ekor)" ________________________________________ 5. Feed Conversion Ratio (FCR) Pengertian: FCR adalah rasio jumlah pakan yang dikonsumsi terhadap pertambahan bobot hidup atau bobot hidup yang dihasilkan. Rumus praktis broiler: "FCR"="Total konsumsi pakan (kg)" /"Total bobot hidup panen (kg)" Interpretasi: Semakin rendah nilai FCR, semakin efisien penggunaan pakan. Contoh: Total pakan = 16.000 kg Total bobot panen = 9.600 kg "FCR"=16.000/9.600=1,67 Interpretasi: Untuk menghasilkan 1 kg bobot hidup, dibutuhkan 1,67 kg pakan. ________________________________________ 6. Indeks Performa (IP) Pengertian: IP adalah indikator gabungan untuk menilai performa pemeliharaan broiler berdasarkan: daya hidup, bobot badan, umur panen, efisiensi pakan. Rumus umum IP: "IP"=("Livability (%)" ×"Bobot rata-rata (kg)" )/("Umur panen (hari)" ×"FCR" )×100 Contoh: Livability = 97% Bobot rata-rata = 2,0 kg Umur panen = 35 hari FCR = 1,67 "IP"=(97×2,0)/(35×1,67)×100 "IP"=194/58,45×100=331,9 Jadi, IP = 331,9 ________________________________________ C. Interpretasi Nilai FCR dan IP 1. Interpretasi FCR < 1,50 = sangat efisien 1,50 – 1,65 = efisien/baik 1,66 – 1,80 = cukup > 1,80 = kurang efisien Catatan: Nilai ini dapat berbeda tergantung strain, umur panen, sistem kandang, musim, dan standar perusahaan. ________________________________________ 2. Interpretasi IP (umum) > 400 = sangat baik / ممتاز 351 – 400 = baik 301 – 350 = cukup baik 251 – 300 = sedang < 250 = kurang Dalam praktik kemitraan, IP sering menjadi dasar evaluasi bonus performa. ________________________________________ 5. HUBUNGAN PARAMETER TEKNIS DENGAN KINERJA USAHA Performa teknis sangat menentukan keuntungan usaha broiler: FCR naik → biaya pakan meningkat → laba turun Mortalitas naik → ayam panen berkurang → penerimaan turun Bobot panen rendah → total kg jual turun → omzet turun Umur panen terlalu lama → biaya operasional naik → efisiensi turun IP tinggi → menunjukkan usaha lebih efisien dan berpotensi lebih menguntungkan ________________________________________ 6. ANALISIS USAHA BROILER PER SATU SIKLUS PRODUKSI A. Pengertian Analisis Usaha Analisis usaha broiler adalah perhitungan ekonomi untuk mengetahui: total biaya produksi, total penerimaan, pendapatan/keuntungan, efisiensi usaha, kelayakan usaha per satu siklus pemeliharaan. ________________________________________ B. Komponen Biaya Produksi 1. Biaya Tetap (Fixed Cost) Biaya yang relatif tidak berubah dalam satu siklus, misalnya: Penyusutan kandang Penyusutan peralatan Pajak/sewa lahan (jika dihitung) Bunga modal tetap (opsional) 2. Biaya Variabel (Variable Cost) Biaya yang berubah sesuai jumlah populasi, misalnya: DOC Pakan Obat, vitamin, vaksin (OVK) Sekam/litter Gas/LPG/bahan bakar brooder Listrik dan air Tenaga kerja Desinfektan dan sanitasi Biaya panen/angkut Biaya lain-lain operasional Catatan penting: Pada usaha broiler, pakan biasanya menyumbang 60–70% dari total biaya produksi. ________________________________________ 7. RUMUS ANALISIS USAHA 1. Total Biaya Produksi (TC) "TC"="Biaya Tetap"+"Biaya Variabel" ________________________________________ 2. Total Penerimaan (TR) Jika dijual berdasarkan bobot hidup: "TR"="Total bobot panen (kg)"×"Harga jual per kg" Jika ada penerimaan tambahan: "TR total"="Penjualan ayam"+"Penjualan kotoran"+"Penjualan karung pakan/bekas" ________________________________________ 3. Keuntungan / Pendapatan (π) π="TR"-"TC" ________________________________________ 4. R/C Ratio R/C="TR" /"TC" Kriteria: R/C > 1 → usaha menguntungkan R/C = 1 → impas R/C < 1 → usaha merugi ________________________________________ 5. B/C Ratio (opsional) B/C=("TR" -"TC" )/"TC" ________________________________________ 6. Harga Pokok Produksi (HPP) "HPP per kg"="Total biaya produksi" /"Total bobot panen (kg)" Interpretasi: Jika harga jual > HPP → usaha berpotensi untung. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FCR, IP, DAN KEUNTUNGAN A. Faktor Teknis Kualitas DOC Mutu pakan Program brooding Kepadatan kandang Ventilasi dan suhu kandang Kualitas air minum Program vaksinasi dan biosekuriti Manajemen litter Ketepatan waktu panen B. Faktor Ekonomi Harga DOC Harga pakan Harga jual ayam hidup Biaya tenaga kerja Biaya energi (gas/listrik) Sistem usaha (mandiri vs kemitraan) STRATEGI MENINGKATKAN PERFORMA DAN KEUNTUNGAN Gunakan DOC berkualitas dan seragam Laksanakan brooding secara optimal (0–14 hari sangat krusial) Pastikan feed intake dan water intake normal Terapkan biosekuriti ketat Kurangi feed wastage Pantau bobot badan mingguan Lakukan culling selektif Tentukan umur panen berdasarkan kombinasi FCR, bobot, dan harga pasar Evaluasi performa tiap siklus dengan pencatatan lengkap Gunakan data historis untuk perbaikan keputusan produksi RANGKUMAN MATERI FCR menunjukkan efisiensi penggunaan pakan. Semakin kecil FCR, semakin baik. IP adalah indikator gabungan performa broiler yang mempertimbangkan: daya hidup, bobot panen, umur panen, efisiensi pakan. Analisis usaha broiler harus mengintegrasikan: aspek teknis (FCR, IP, mortalitas, bobot panen) aspek ekonomi (biaya, penerimaan, laba, R/C, HPP) Usaha broiler dinilai baik apabila: FCR efisien, mortalitas rendah, IP tinggi, HPP lebih rendah dari harga jual, R/C ratio > 1. PENUTUP Kemampuan menghitung FCR, IP, dan melakukan analisis usaha broiler per satu siklus produksi merupakan kompetensi penting dalam manajemen produksi broiler modern. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga harus mampu membaca data produksi, melakukan perhitungan secara akurat, dan mengambil keputusan manajerial berbasis hasil analisis teknis-ekonomis. REFERENSI SINGKAT (untuk bahan ajar/RPS) North, M.O., & Bell, D.D. Commercial Chicken Production Manual. Leeson, S., & Summers, J.D. Commercial Poultry Nutrition. Bell, D.D., & Weaver, W.D. Commercial Chicken Meat and Egg Production. Saputra, dkk. Literatur manajemen broiler modern dan analisis usaha ternak unggas. Standar teknis perusahaan integrator/kemitraan broiler (CP, Japfa, Malindo, dll.) untuk benchmarking FCR dan IP.
Perbandingan Level Sedang
Fi'il yang menunjukkan perbuatan yang sedang atau akan terjadi disebut.....
1. Kata tanya yang tepat untuk kalimat: “___ yang sedang membaca buku di kelas?” adalah …
Buatkan kuis interaktif untuk siswa kelas 4 SD dengan materi “Volume: Satuan Baku dan Tidak Baku”. Jumlah soal: 15 soal pilihan ganda. Tingkat kesulitan: mudah sampai sedang. Bahasa: Indonesia, sederhana dan sesuai anak kelas 4 SD. Setiap soal memiliki 4 pilihan jawaban A, B, C, dan D. Berikan kunci jawaban yang benar. Materi yang harus masuk: 1. Pengertian volume sebagai banyaknya ruang atau isi suatu benda. 2. Perbedaan satuan baku dan satuan tidak baku. 3. Contoh satuan tidak baku: gelas, sendok, botol, gayung, ember. 4. Contoh satuan baku: liter, mililiter, cm³. 5. Membandingkan volume benda. 6. Menghitung volume sederhana menggunakan satuan tidak baku. 7. Mengenali benda yang memiliki volume lebih banyak atau lebih sedikit. 8. Soal cerita sederhana tentang mengisi air ke gelas, botol, ember, dan wadah. 9. Pengenalan volume kubus dan balok secara ringan. Tambahkan gambar ilustrasi pada beberapa soal agar lebih menarik. Gambar harus sederhana, berwarna, ramah anak, dan mudah dipahami. Gunakan gambar seperti: - gelas berisi air, - botol dan ember, - beberapa wadah dengan ukuran berbeda, - kubus satuan, - balok/kotak, - anak sedang menuang air, - perbandingan dua wadah berisi air. Contoh gaya gambar: Ilustrasi kartun edukatif untuk anak SD, warna cerah, sederhana, tidak terlalu ramai, dengan objek utama jelas terlihat.
Buatkan kuis interaktif untuk siswa kelas 2 MI mata pelajaran Pendidikan Pancasila dengan materi Bab “Aku Patuh Aturan” sub bab “Berbagai Aturan di Keluargaku”. Ketentuan kuis: - Gunakan bahasa Indonesia yang sederhana, mudah dipahami anak usia 7–8 tahun - Soal disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa kelas 2 MI - Fokus materi: - Memahami aturan yang ada di rumah - Contoh aturan di keluarga - Pentingnya mematuhi aturan keluarga - Sikap disiplin, tanggung jawab, dan hormat kepada orang tua - Buat 10 soal pilihan ganda - Setiap soal memiliki 4 pilihan jawaban (A, B, C, D) - Sertakan kunci jawaban pada setiap soal - Tambahkan penilaian/skor akhir: - Jawaban benar = 10 poin - Jawaban salah = 0 poin - Total skor maksimal = 100 - Berikan kategori penilaian: - 90–100 = Sangat Baik - 80–89 = Baik - 70–79 = Cukup - <70 = Perlu Belajar Lagi - Gunakan pertanyaan yang menyenangkan, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa - Variasikan tingkat kesulitan dari mudah ke sedang - Tambahkan beberapa soal berbasis situasi sederhana - Hindari bahasa yang terlalu formal - Pastikan soal mendukung pembelajaran karakter sesuai nilai-nilai Pancasila Tujuan pembelajaran: Siswa mampu mengenali, memahami, dan menerapkan berbagai aturan di lingkungan keluarga serta menunjukkan perilaku patuh, disiplin, dan bertanggung jawab.
Setiap soal memiliki 4 pilihan jawaban (A, B, C, D). Sertakan kunci jawaban di akhir setiap soal. Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami siswa. Soal mencakup materi: Pengertian kebugaran jasmani Unsur-unsur kebugaran jasmani (kekuatan, daya tahan, kelentukan, kelincahan, kecepatan, keseimbangan, koordinasi) Contoh latihan (push-up, sit-up, squat jump, lari, pull-up, latihan kecepatan dan keseimbangan.) Manfaat kebugaran jasmani Aturan dasar latihan (pemanasan dan pendinginan) Tingkat kesulitan bervariasi (mudah, sedang, sulit).
TING ALAMIN AT PAG-USAPAN Mahilig ka bang magbasa ng Bibliya? Kung oo ang iyong kasagutan, magaling! Alam mo ba kung paano nagsimula ang paglikha ng Diyos sa ating mundo? Alam mo ba na isa tayong mga tao, sa mga nilikha niya? Alam mo ba kung pang-ilang araw nilikha ng Diyos ang tao? Kung ating babalikan ang ating kasaysayan, napakaraming lahi ng tao sa buong mundo. Mayroong mga iba’t ibang kwento, alamat at teorya kung papaano nagsimula ang lahi nating mga Pilipino. Ooopppsss, sandali lamang! Mabuti pa siguro’y unahin na nating pag-aralan kung saan nga ba nagmula ang lahing Pilipino. Sa modyul na ito, aalamin natin kung saan nagmula ang mga Pilipino. Sinu-sino ba sila? Anu-ano ba ang mga katangiang pisikal mayroon ang mga lahi ng tao na ito? Halika na! Mabuti pang simulan na natin silang kilalanin. Ating tandaan ang kahulugan ng mga sumusunod na salita: Kasaysayan- ito ay ulat o tala ng mga nakaraang pangyayari na may saysay at kabuluhan. Alamat- ito ay mga kwento na nagpasalin-salin mula sa isang henerasyon hanggang sa ating kasalukuyan. Kathang-isip lamang ito na galling sa malawak na kaisipan ng isang manunulat. Teorya- nabubuo ito sa pamamagitan ng masusing pagaaral at pananaliksik upang mapatunayan ang isang bagay at pangyayari. Kailangan na ang bawat teorya ay may basehan o ebidensya. 5 Pinaniniwalaang ang mga unang tao na nanirahan sa Pilipinas ay dumaan sa mga tulay na lupa. Makaraan ang maraming taon, ang sinasabing tulay na lupa na ito ay nawasak at lumubog dahil na rin sa malalakas na paglindol at pagkatunaw ng mga yelo na nagmula pa sa pinakadulong bahagi ng ating mundo. Ito ay dahilan kung kaya’t ang Pilipinas ay napahiwalay sa lupain ng Asya at naging isang kapuluan. Ang mga pangyayaring ito ay naging daan upang dumating sa ating bansa ang mga sinaunang tao na tumira sa Pilipinas. Sinu-sino nga ba sila? Halina’t atin silang isa-isahin. Ang mga Negrito o Ita Ang unang pangkat ng mga tao na dumating sa Pilipinas ay tinatawag na Negrito o Ita. Sila ay nakarating sa Pilipinas sa pamamagitan ng pagtawid sa tulay na lupa. Ang kanilang mga pisikal na katangian ay maitim ang kulay ng balat, sarat ang kanilang ilong, kulut na kulot ang kanilang mga buhok, makakapal ang labi, mabibilog ang mata at sila ay pandak. Silay ay gumagamit ng pana at sibat upang makakuha ng kanilang makakain. Karaniwan silang naninirahan sa gilid ng bundok at kweba. Gumagamit sila ng bahag para sa kanilang kasangkapan. Ang grupo ring ito ng mga tao ay kilala sa tawag na Aeta, Ita, Baluga, at Dumagat. Karaniwan ng sila ay natatagpuan sa 6 mga lugar ng Zambales, Mindoro, Panay at iba pang bahagi ng Mindanao. Ang mga Indones Ang mga Indones ay dumating sa Pilipinas sakay ng bangka mula sa Timog Silangang Asya. Sila ay karaniwang naninirahan sa mga kapatagan at baybaying dagat. May dalawang pangkat ng Indones ang dumating sa Pilipinas. Ang unang pangkat ay mapuputi, matangkad, malamlam ang mata matangos ang ilong, maninipis ang mga labi at tuwid ang buhok. Ang ikalawang pangkat naman ng mga Indones na dumating sa Pilipinas ay may mga katangiang maitim, pango ang ilong, makapal ang labi at tuwid ang buhok. Mas maunlad ang paraan ng pamumuhay ng mga Indones kayse mga Negrito. Ang pangkat kase na ito ay marunong ng magsaka at mag-alaga ng mga hayop. Sila ay mahusay rin pagdating sa paggawa ng mga sasakyang-pandagat. Mayroon na rin silang mga kasuotan na maayos at yari sa mga pinatuyong balat ng hayop na mayroon pang mga disenyo. Naglalagay rin sila ng mga tattoo sa kanilang katawan bilang bahagi ng kanilang kultura. 7 Ang mga Malay Ang mga Malay ang huling pangkat ng tao na dumating sa ating bansa. Nakarating sila rito sakay ng isang bangka na kung tawagin ay balangay. Ang mga pangkat ng tao na ito ay nagmula pa sa Borneo, isang lugar na malapit sa timog na bahagi ng Pilipinas. Dumating ang pangkat ng Malay sa Pilipinas bitbit ang kanilang maunlad na pamumuhay. Marunong na silang gumawa ng mga sandata at kagamitang yari sa metal at bakal. Mayroon na rin silang maunlad na kaalaman sa pagsasaka at marunong na rin silang gumamit ng araro at patubig. Mayroon silang maayos na kasuotan na yari sa bulak at sedang makukulay at magagandang disenyo. Ang mga Malay ay may sistema rin ng pamumuno. Binubuo ito ng mga barangay na kinuha sa pangalan ng sinakyan nilang bangka na balangay. Ang paraang ito ng pamamahala na mayroong pinuno na kung tawagin ay Datu. Mayroon na rin silang mga batas na sinusunod at marunong na rin silang bumasa at sumulat. Ang kanilang katangiang pisikal ay may katatamtamang taas, kayumanggi ang kanilang kulay, maiitim ang mata, tuwid ang buhok, sarat ang ilong at may katamtamamng laki ng pangangatawan. Sa katunayan, higit ng 8 maraming Pilipino ang nahahawig sa pisikal na katangian ng Malay. Sa iyong pagbabasa ng ating paksa ngayong araw, umaasa ako na madali mo lamang itong naintindihan. Kung sa iyong palagay ay hindi pa sapat ang iyong kaalaman, maaaring magtungo ka sa iyong guro upang ikaw ay magpaturo pa ng mga gusto mong malaman tungkol sa ating mga ninuno. At sa oras na ikaw ay handa na, maaari mo ng ipagpatuloy ang pagsagot sa mga katanungan sa modyul na ito. Simulan mo na